@ajkits_2024: The brand new 2025/26 Inter Milan Home Jersey is now available 🔵⚫🔥 Available in: • Fan Version (Regular Fit) • Player Version (Slim Fit) ✔ Custom name & number available ✔ Serie A & Champions League patches available ✔ Embroidered or Heat-Pressed logo options ✔ Sizes S–3XL (3XL +$5) ✔ Brand new with tags 🌍 Worldwide shipping available DM me now to secure yours before they’re gone ⚽🔥 #AJKits #InterMilan #ForzaInter #SoccerJerseys #footballshirts

AJ Kits
AJ Kits
Open In TikTok:
Region: CA
Thursday 12 March 2026 17:24:37 GMT
3295
34
2
9

Music

Download

Comments

user3627679255113
Ali parisien :
❤️❤️❤️
2026-03-13 05:57:00
1
thayianpalbidit
Thayian pal bidit :
🥰🥰🥰
2026-03-14 15:22:53
1
To see more videos from user @ajkits_2024, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Hujan deras mengguyur kota metropolitan yang penuh dengan lampu warna warni itu. Gelapnya langit tak membuat kendaraan berhenti bergerak, tak membuat orang-orang berhenti beraktivitas, dan tak membuat langkah Jaehee berhenti untuk masuk kedalam bandara itu. Jaehee duduk di kursi tunggu, pandangannya menatap kearah jajaran pesawat yang tengah berdiam di tempatnya. Hatinya tak tenang, ada sebuah perasaan yang bahkan tak bisa dirinya ungkapkan. Helaan nafas keluar dari mulutnya sebelum kembali berjalan menuju area Security Check, namun langkahnya terhenti saat mendengar sebuah suara yang memanggilnya. “Jaehee!!” Jaehee membalikan tubuhnya dan melihat dirimu yang berlari kearahnya dengan tubuh yang sudah basah kuyup. Jaehee bisa melihat air mata yang tercampur dengan air hujan di wajahmu. “Kenapa?” Satu pertanyaan seribu makna. Jaehee terdiam. “Aku gak bisa.” Dan satu jawaban seribu makna. “Maksud kamu apa? Aku bahkan gak ngerti kenapa kamu tiba-tiba ngirim pesan bahwa kamu bakalan berangkat ke Jepang hari ini dan—“ Nafas mu tersendat perkara air mata yang terus keluar dari matamu, “Dan kamu tiba-tiba minta putus?” Jaehee menggenggam erat paspor miliknya seakan menahan dirinya untuk tak memelukmu detik itu juga. “Kita gak bisa lanjut hubungan kita.” “Ya kasih aku alasan!! Aku gak bisa kaya gini, kamu ninggalin aku tanpa alasan bahkan kamu minta hubungan kita putus pun tanpa—“ “Karna kamu benalu buat aku.” Sambaran petir itu berhasil menghentikan detak jantung milikmu. Tak ada bilah pisau yang lebih tajam selain dari ucapan yang baru saja keluar dari mulut pria di hadapanmu—pria yang selama ini selalu melayangkan kata cinta lewat mulutnya. “Kamu ingat ketika aku keluar dari panti asuhan karena aku di adopsi? Wajah kamu saat itu gak akan pernah aku lupain. Rasa bersalah aku ninggalin kamu selalu ada bahkan sampai saat ini.” “Cukup jadi benalu aku selama dua puluh tahun, biarin aku hidup dan menempuh pendidikan tanpa ada beban di hati aku lagi.” Kekehan ringan keluar dari mulut kecilmu, bibirmu bergetar pelan begitupun dengan tanganmu yang terasa dingin. “Jadi, selama ini aku cuman jadi benalu kamu?” tanyamu getir. Jaehee mengusap kasar wajahnya, “Tolong, jangan jadiin perpisahan kita kali ini semakin berat. Aku masih anggap kamu sebagai adik aku.” ucap Jaehee frustasi. Kamu mengangguk pelan, “Emang sejak lama aku seharusnya sadar kalau kamu emang selalu anggap aku sebagai adik kamu. Adik panti yang kamu tinggalin di panti asuhan dan kamu hidup jadi laki-laki bergelimang harta diluar sedangkan aku cuman hidup jadi perempuan yang harus mengusahakan apapun sendirian termasuk berusaha mempertahankan hubungan kita.” “Pergilah.” lanjutmu lantas membalikan badan meninggalkan Jaehee. Jaehee menggigit bibir bawahnya kasar lantas membalikan tubuhnya hendak meninggalkanmu yang perlahan menjauh. “Jaehee!” Jaehee membalikan tubuhnya melihat kearahmu. “Good luck.” “For what?” “Forgetting My Smile.” #jaehee #nct #nctwish #au #fyp
Hujan deras mengguyur kota metropolitan yang penuh dengan lampu warna warni itu. Gelapnya langit tak membuat kendaraan berhenti bergerak, tak membuat orang-orang berhenti beraktivitas, dan tak membuat langkah Jaehee berhenti untuk masuk kedalam bandara itu. Jaehee duduk di kursi tunggu, pandangannya menatap kearah jajaran pesawat yang tengah berdiam di tempatnya. Hatinya tak tenang, ada sebuah perasaan yang bahkan tak bisa dirinya ungkapkan. Helaan nafas keluar dari mulutnya sebelum kembali berjalan menuju area Security Check, namun langkahnya terhenti saat mendengar sebuah suara yang memanggilnya. “Jaehee!!” Jaehee membalikan tubuhnya dan melihat dirimu yang berlari kearahnya dengan tubuh yang sudah basah kuyup. Jaehee bisa melihat air mata yang tercampur dengan air hujan di wajahmu. “Kenapa?” Satu pertanyaan seribu makna. Jaehee terdiam. “Aku gak bisa.” Dan satu jawaban seribu makna. “Maksud kamu apa? Aku bahkan gak ngerti kenapa kamu tiba-tiba ngirim pesan bahwa kamu bakalan berangkat ke Jepang hari ini dan—“ Nafas mu tersendat perkara air mata yang terus keluar dari matamu, “Dan kamu tiba-tiba minta putus?” Jaehee menggenggam erat paspor miliknya seakan menahan dirinya untuk tak memelukmu detik itu juga. “Kita gak bisa lanjut hubungan kita.” “Ya kasih aku alasan!! Aku gak bisa kaya gini, kamu ninggalin aku tanpa alasan bahkan kamu minta hubungan kita putus pun tanpa—“ “Karna kamu benalu buat aku.” Sambaran petir itu berhasil menghentikan detak jantung milikmu. Tak ada bilah pisau yang lebih tajam selain dari ucapan yang baru saja keluar dari mulut pria di hadapanmu—pria yang selama ini selalu melayangkan kata cinta lewat mulutnya. “Kamu ingat ketika aku keluar dari panti asuhan karena aku di adopsi? Wajah kamu saat itu gak akan pernah aku lupain. Rasa bersalah aku ninggalin kamu selalu ada bahkan sampai saat ini.” “Cukup jadi benalu aku selama dua puluh tahun, biarin aku hidup dan menempuh pendidikan tanpa ada beban di hati aku lagi.” Kekehan ringan keluar dari mulut kecilmu, bibirmu bergetar pelan begitupun dengan tanganmu yang terasa dingin. “Jadi, selama ini aku cuman jadi benalu kamu?” tanyamu getir. Jaehee mengusap kasar wajahnya, “Tolong, jangan jadiin perpisahan kita kali ini semakin berat. Aku masih anggap kamu sebagai adik aku.” ucap Jaehee frustasi. Kamu mengangguk pelan, “Emang sejak lama aku seharusnya sadar kalau kamu emang selalu anggap aku sebagai adik kamu. Adik panti yang kamu tinggalin di panti asuhan dan kamu hidup jadi laki-laki bergelimang harta diluar sedangkan aku cuman hidup jadi perempuan yang harus mengusahakan apapun sendirian termasuk berusaha mempertahankan hubungan kita.” “Pergilah.” lanjutmu lantas membalikan badan meninggalkan Jaehee. Jaehee menggigit bibir bawahnya kasar lantas membalikan tubuhnya hendak meninggalkanmu yang perlahan menjauh. “Jaehee!” Jaehee membalikan tubuhnya melihat kearahmu. “Good luck.” “For what?” “Forgetting My Smile.” #jaehee #nct #nctwish #au #fyp

About