@daint.sg93: Có lẽ người như anh, Chỉ xứng đáng cô đơn...

Đại NT
Đại NT
Open In TikTok:
Region: VN
Thursday 12 March 2026 17:54:12 GMT
226
19
9
0

Music

Download

Comments

kimsusu71
Kim Susu :
Yeu ai đon phương ha a
2026-03-12 23:59:06
1
hai.anh592
Trần Hùng :
cậu 4 chúc cả nhà buổi sáng vui vẻ nha 👍❤️❤️❤️
2026-05-11 01:30:36
1
nhut_pm
nhut_pm :
ngầu quá🥰🥰🥰
2026-03-13 03:06:45
1
kimsusu71
Kim Susu :
♥️♥️♥️
2026-03-12 23:58:39
1
sammie.145
Huỳnh Trần Khả Tú :
😂😂😂
2026-05-16 04:22:54
1
To see more videos from user @daint.sg93, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV {3} : Kamu buru-buru membalikkan badan begitu pintu ruang istirahat tertutup rapat. Jantungmu berdegup kencang, bukan karena sisa euforia kemenangan trofi Rookie of the Year, melainkan karena rasa syok yang luar biasa. Di dalam ruangan, keenam member grupmu sedang asik berfoto-foto dengan trofi baru kalian. Suasana penuh tawa dan haru.
POV {3} : Kamu buru-buru membalikkan badan begitu pintu ruang istirahat tertutup rapat. Jantungmu berdegup kencang, bukan karena sisa euforia kemenangan trofi Rookie of the Year, melainkan karena rasa syok yang luar biasa. Di dalam ruangan, keenam member grupmu sedang asik berfoto-foto dengan trofi baru kalian. Suasana penuh tawa dan haru. "Y/N! Sini buruan, kita mau foto bareng staf juga!" panggil leader grupmu sambil melambaikan tangan. Kamu memaksakan sebuah senyuman, mencoba bersikap senormal mungkin. "Iya. Sebentar, Kak." Kamu melangkah mendekat, ikut berpose di depan kamera, tetapi pikiranmu benar-benar melayang keluar pintu. Otakmu berputar keras. Bagaimana bisa Martin ada di HYBE? Sejak kapan dia jadi trainee? Dan kenapa harus di label yang sama? Ingatanmu kembali ke masa SMP. Martin yang dulu adalah cowok santai, modis, dan kerjaannya cuma tebar pesona ke banyak cewek. Kamu tidak pernah tahu kalau dia punya ketertarikan untuk menjadi idol, karena selama dua tahun pacaran pun, kamu tidak pernah membahas soal musik atau agensi sama sekali dengannya. • • • Malam itu, setelah perayaan selesai dan kalian bersiap untuk pulang ke dorm, kamu berjalan berdampingan dengan manajer menyusuri lorong menuju parkiran bawah tanah. Kamu sengaja mengalihkan pandangan ke sekitar, memastikan kalau gerombolan trainee tadi sudah tidak ada. "Kak," panggilmu pelan pada manajer yang berjalan di sebelahmu. "Tadi pas gue mau ke ruangan, gue sempat berpapasan sama segerombolan trainee cowok di lantai atas. Mereka proyek grup baru, ya?" Manajer itu menoleh, lalu mengangguk kecil. "Oh, itu. Iya, mereka trainee untuk proyek boy group selanjutnya. Kenapa? Ada yang lo kenal?" Kamu langsung menggeleng cepat. "Gak kok, Kak. Cuma nanya aja, mukanya asing soalnya." "Jangan terlalu dipikirin. Fokus aja sama promosi grup lo sekarang. Kalian baru aja menang rookie, jalan masih panjang," nasihat manajermu yang langsung kamu angguki setuju. • • • Keesokan harinya, grupmu kembali ke gedung agensi untuk latihan koreografi baru. Karena status kalian yang sudah debut, kalian mendapatkan ruang latihan utama yang fasilitasnya lebih lengkap. Di tengah istirahat latihan, kamu merasa tenggorokanmu sangat kering. Karena persediaan air di ruangan habis, kamu memutuskan untuk keluar sebentar menuju vending machine yang terletak di koridor dekat ruang latihan para trainee. Kamu pikir, di jam-jam siang seperti ini, area trainee pasti sepi karena mereka sedang ada kelas teori atau vokal. Namun, dugaanmu salah besar. Baru saja kamu menekan tombol minuman dan botol kalengmu jatuh ke bawah, sebuah bayangan tinggi bersandar di samping vending machine. "Gue kira setelah dua tahun ngilang kayak hantu, lo bakal berubah banyak, Y/N," sebuah suara yang sangat familier memecah keheningan koridor. Kamu tersentak, menoleh cepat, dan mendapati Martin sudah berdiri di sana. Dia masih memakai kaus hitam, handuk kecil melingkar di lehernya, dan rambutnya agak basah karena keringat. Kamu membeku, memegang kaleng minumanmu dengan erat. "Martin..." Martin menegakkan badannya, melangkah satu kali hingga jarak kalian mengikis. Tatapannya intens, tidak ada lagi ekspresi main-main seperti zaman SMP dulu. "Gila ya. Lo sukses bikin gue kelihatan kayak orang tolol waktu kelulusan dulu," kata Martin, suaranya rendah tetapi terdengar menuntut. "Semua sosmed diblok, nomor gak aktif. Dan sekarang? Gue malah ketemu lo dipajang di poster depan gedung sebagai rookie of the year." Kamu mencoba mengontrol ekspresi wajahmu, kembali memasang wajah cuek yang dulu sering kamu tunjukkan di sekolah. "Gue terpaksa. Gue harus siap-siap debut, dan aturan agensi ketat. Lagian, kehilangan gue gak bakal bikin lo rugi, kan? Cewek lo banyak." Mendengar kalimat itu, Martin bukannya marah, dia justru terkekeh sinis. Dia maju selangkah lagi, mengurung pergerakanmu di depan vending machine. "Itu kesimpulan lo sendiri, Y/N," bisik Martin, wajahnya mendekat dengan senyuman miring persis seperti semalam. (++💬) #POV #cortis #martin #foryou

About