yaelllll :
Jujur ya… kalau terus kayak gitu, itu bukan lagi tentang kamu yang “kurang dihargai” tapi tentang kamu yang terlalu sering memberi ke orang yang salah. Kamu terbiasa mengusahakan segalanya, bahkan sampai capek, sampai ngorbanin diri sendiri...tapi sayangnya, nggak semua orang punya hati yang sama kayak kamu. Nggak semua orang ngerti gimana rasanya diperjuangkan, karena mereka sendiri nggak pernah belajar untuk melakukan hal yang sama. Dan yang paling bikin sesak itu, kamu tetap bertahan. Kamu tetap ngasih, berharap suatu hari mereka bakal sadar, bakal balik ngasih hal yang setara. Padahal kenyataannya…orang yang dari awal nggak pernah berusaha, biasanya nggak akan tiba-tiba berubah hanya karena kamu lebih sabar. Lama-lama kamu bukan cuma capek secara fisik, tapi juga kosong. Kayak terus menuang isi hati ke wadah yang nggak pernah penuh, karena dari sananya memang nggak bisa nampung. Kamu harus mulai jujur sama diri sendiri kamu itu bukan kekurangan, kamu cuma terlalu tulus ditempat yang nggak tepat. Nggak salah jadi orang yang peduli. Nggak salah jadi orang yang selalu ada. Tapi kalau semua itu nggak pernah kembali, kamu berhak berhenti. Bukan jadi orang jahat…tapi jadi orang yang tahu batas. Coba bayangin kalau semua usaha yang kamu kasih ke orang lain, kamu kasih ke orang yang juga melakukan hal yang sama ke kamu. Nggak akan secapek ini, kan? Nggak akan sesepi ini rasanya, kan? Kamu nggak butuh berubah jadi cuek. Kamu cuma butuh belajar…memilih. Memilih siapa yang pantas dapet versi terbaik dari kamu, dan siapa yang cukup kamu perlakukan biasa aja. Karena pada akhirnya, kamu juga butuh seseorang yang melihat semua usaha kamu, bukan yang terbiasa menerima tanpa pernah berpikir untuk membalas. Dan percayalah…hubungan yang sehat itu nggak akan bikin kamu terus bertanya, “kenapa aku doang yang berjuang?”
2026-04-11 08:42:50