Iann :
Dunia ini seringkali bising, memaksamu berlari hingga lupa cara bernapas. Namun, aku ingin mendoakanmu sesuatu yang lebih dari sekadar keberhasilan. Aku ingin duniamu menjadi lebih teduh, tempat di mana kegelisahan tak lagi menemukan celah untuk menetap.
Aku mendoakan agar setiap helaan nafasmu tak lagi terasa berat oleh beban yang kau panggul sendirian. "Biar di sela nafasmu, tenang terus jadi satu." Biarlah ketenangan itu mengalir alami, meresap ke dalam nadi, hingga kau tak lagi butuh pengakuan dunia untuk merasa cukup.
Aku tahu jalan yang kau tempuh mungkin terjal dan berbatu. Kadang kau ingin menyerah, merasa langkahmu terlalu rapuh untuk menghadapi kenyataan. Namun, lihatlah ke bawah, ke arah langkah yang telah kau ambil sejauh ini. Aku memohon pada semesta agar dijaga setiap jejakmu; "biar di telapak kaki mu halus kuat dan melaju." Semoga kau tidak pernah kehilangan arah, tetap tangguh meski lembut, tetap melaju meski pelan, karena kau tahu ada Tuhan yang memayungimu di setiap persimpangan.
Dan di saat-saat paling sunyi, ketika kau merasa seluruh dunia membelakangimu, ingatlah selalu bahwa ada kasih yang paling purba untukmu. "Biar di peluk ibumu," segala lara itu luruh. Biarlah kehangatan itu menjadi pengingat bahwa kau selalu punya rumah untuk pulang, tempat di mana namamu disebut dengan penuh syukur, tempat di mana kau tak perlu menjadi siapa pun selain dirimu sendiri.
Sebab pada akhirnya, kita hanyalah peziarah yang mencoba mencari damai di bawah langit yang sama.
2026-03-17 15:23:25