Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@lwayhtike89: #ဆိုးသမျှကိုသည်းခံပြီချစ်ပေးလိုကျေးဇူးပါ #အချစ်တော် 🥺🫂🤍 #ချစ်စရာကောင်းတာတစ်ခုပြမယ်🥺🎀 #ရောက်ချင်တဲ့နေရာရောက်👌 #fyppppppppppppppppppppppp
🐲阿林🐲 🇨🇳🇲🇲
Open In TikTok:
Region: MM
Sunday 15 March 2026 13:35:17 GMT
439
32
0
4
Music
Download
No Watermark .mp4 (
2.11MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
1.13MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @lwayhtike89, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
#onthisday @Sao Sarath117@🙏🇰🇭👷 #ពីរោះណាស់🙏💝🌹
gooo check out @Kicks Find and use MY code "pus" for super cool shoes thanks bye
#عباراتكم_الفخمه📿📌_ #تصاميم_فيديوهات🎵🎤🎬 #تصاميم_عبہٰدان_🦅_✌🏾 #استوريات_تفوتكم💔🌿
#khongbo_dtdn_uST #nguoitraogiatri #foryou #kienthuc #giautoandien
#hienphukien #tocxinh
#pov : Keonho adalah mantanmu. Dua tahun lalu, kamu menutup buku tentangnya. Saat itu, di pertengahan kelas 1 SMA, kalian memutuskan untuk mengakhiri segalanya. Sekarang, duniamu di kelas 3 SMA sudah tenang. Kamu adalah murid yang menjalani hari biasa-biasa saja. Tidak terlalu populer, tapi dikenal guru-guru sebagai anak yang disiplin. Kamu punya rencana besar untuk masa depan, dan Keonho—maupun kenangan tentangnya—tidak ada dalam daftar itu. Sampai pagi ini. Pagi di mana gerbang sekolah terbuka dan takdir tertawa terbahak-bahak di wajahmu. Jam pertama adalah Bahasa Indonesia. Bu Jennie, wali kelas kalian yang galak, masuk ke kelas dengan senyum yang dipaksakan. Di belakangnya, mengekor seorang cowok dengan seragam yang masih kaku dan rapi. Jantungmu berhenti berdetak selama satu detik. Itu dia—Keonho. Rambutnya sedikit lebih panjang sekarang, rahangnya lebih tegas, tapi mata cokelat pekat itu masih sama. Mata yang dulu bisa membuatmu luluh hanya dengan sekali tatap, kini ia menatapmu datar, dingin, dan penuh dengan sinisme yang tak terucap. Kamu menggenggam pulpenmu erat-erat sampai buku-buku jarimu memutih. "Anak-anak, kita kedatangan murid baru pindahan dari Bandung," kata Bu Jennie. "Silahkan perkenalkan diri." "Keonho," katanya singkat, padat, dan jelas. Suaranya sedikit lebih berat sekarang, terdengar asing sekaligus familiar di telingamu. Dia tidak tersenyum. Dia hanya memindai ruangan dengan tatapan datar, dan saat matanya bertemu matamu, dia tidak mengelak. Dia menatapmu lurus-lurus—begitu menantang, dengan sorot mata yang seolah berkata, "Halo, mantan." ♡♡♡ Hari-hari setelah kedatangan Keonho adalah neraka jahanam. Entah apa motifnya, tapi Keonho sepertinya punya misi pribadi untuk membuat hidupmu sengsara. Dia selalu punya cara untuk memancing emosimu. Di kantin, dia akan sengaja menumpahkan air di dekat kursimu. Di perpustakaan, dia akan berisik di dekat mejamu. Di kelas, dia selalu menyindir setiap jawabanmu. Dan puncaknya adalah hari ini, saat jam pelajaran Bahasa Inggris. Pak Jake, guru paling killer sedunia sedang menjelaskan materi dengan serius. "Coba ulangi! supercalifragilisticexpialidocious," ucap Pak Jake lantang. Namun fokusmu terganggung karna Keonho, yang duduk tepat di belakangmu, terus-menerus menendang-nendang kursimu dengan ujung sepatunya. Jedug. Jedug. Jedug. Kamu mencoba bersabar. Menghitung sampai sepuluh. Tapi Keonho tidak berhenti. Dia malah mulai bernyanyi pelan, lagu yang dulu sering kalian nyanyikan bersama, liriknya seperti belati yang menusuk langsung ke hatimu. Kamu tidak tahan lagi. "KEONHO LO BISA DIEM GA SIH??!" teriakmu sambil berbalik badan, melempar penghapusmu tepat ke wajahnya. Brakk! Seluruh kelas langsung diam. Pak Jake menatap kalian dengan tatapan mematikan. "Y/n! Keonho! Keluar sekarang juga!" teriak Pak Jake, suaranya menggelegar. "Hormat di depan tiang bendera sampai jam pelajaran saya selesai!" Di sinilah kamu dan Keonho. Berdiri berdampingan di tengah lapangan upacara yang gersang, di bawah terik matahari siang yang membakar kulit. Kalian berdua hormat ke bendera Merah Putih, tanpa bersuara. Keringat mulai mengucur deras di keningmu. Kamu bisa merasakan tatapan Keonho dari samping, tapi kamu menolak untuk menengok. "Gara-gara lo, kan," sindirnya pelan, masih menatap ke bendera. "Lo yang mulai duluan!" balasmu kesal, suaramu sedikit parau karena panas. "Kenapa sih lo selalu nyari masalah sama gue?" Keonho terkekeh pelan. "Lucu aja ngeliat lo emosi. Lo keliatan... beda kalo lagi marah." Hatimu mencelos. Beda? Apa maksudnya? Kamu menengok ke arahnya, mata kalian bertemu. Di bawah sinar matahari yang terik, sinisme di mata Keonho perlahan memudar, digantikan oleh sorot mata yang hangat dan... penuh kerinduan? Tapi itu hanya sedetik. Keonho langsung memalingkan wajahnya kembali ke bendera. "Lupain aja. Hormat yang bener, mantan." (comsec+++) #keonho #fyp #alternativeuniverse #keonhoedit
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy