@kompascom: Musisi sekaligus pemikir publik, Sabrang Mowo Damar Panuluh membagikan pandangannya mengenai tanggung jawab sekaligus bercerita tentang hidup dibalik bayang-bayang besar sosok ayahnya, Emha Ainun Nadjib (Cak Nun). Seiring menurunnya kondisi kesehatan Cak Nun, ruang-ruang Maiyah yang selama ini menjadi wadah diskusi terbuka perlahan mulai dipegang oleh Sabrang. Situasi ini memunculkan ekspektasi publik agar ia menjadi penerus sang ayah. Tak jarang, pro dan kontra turut mengiringi setiap langkah yang diambilnya termasuk saat ia memilih untuk bergabung sebagai Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN). Namun bagi Sabrang, meskipun jalan hidup yang ia tempuh berbeda dari sang ayah, ia tetap bertekad meneruskan tanggung jawab yang sama dalam membangun bangsa, meski dengan pendekatan yang berbeda. Sabrang juga bicara mengenai nilai-nilai kehidupan serta pandangannya terhadap situasi terkini bangsa dan tanah air. Simak selengkapnya dalam Podcast Gaspol People di YouTube Kompas.com. https://youtu.be/Y4Atb9sUMyw?si=QDkBRgR-pkhVaeem
Kompas.com
Region: ID
Wednesday 18 March 2026 08:19:05 GMT
Music
Download
Comments
:
pinter Omong...
2026-03-18 20:49:59
0
:
omongane ngelantur
2026-05-13 19:39:44
0
:
ke 2
2026-03-18 08:41:27
0
:
Aku adalah seorang anak perempuan dari keluarga broken home yang memiliki harapan besar di dalam diri untuk sukses di masa depan. Aku adalah seorang anak perempuan di masa lalu yang mengalami percobaan selfharm yang gagal, aku adalah seorang anak yang selalu merasakan kesepian dan kurang akan perhatian. Kehidupanku mungkin tidak seindah kehidupan seorang anak perempuan yang lain. Kehidupanku penuh dengan kenangan yang buruk dan air mata tetapi masih ada kenangan indah yang tersisa yaitu ketika di masa di mana orang tuaku masih bersama, di situlah aku merasakan kasih sayang dan kebahagiaan yang tidak terhitung, aku tidak pernah menyangka bahwa kebahagiaan tersebut cepat berakhir.
Terkadang hal-hal kecil bagi anak perempuan lain merupakan hal – hal yang sangat sulit kurasakan. Aku mengira bahwa setelah orang tuaku berpisah aku akan baik-baik saja, tapi ternyata aku salah. Aku pun merasakan sakit kedua kalinya ketika ibuku menikah lagi tanpa meminta persetujuanku, dan ibuku lebih memilih tinggal bersama suaminya dan anak tirinya sehingga aku dan adik-adikku tinggal bersama nenekku. Selain itu, dulu ibuku sering berkata kasar kepadaku, padahal aku sangat ingin berbagi cerita dengannya mengenai kehidupan sekolahku. Di masa SMP aku lebih suka di luar rumah dibandingkan di rumah karena di rumah hanya akan membuat air mataku jatuh dan tidak merasakan kebahagiaan, tapi seiring berjalannya waktu aku pun semakin ikhlas dengan menerima semua ini dan selalu berdoa bahwa masih ada kebahagiaan di depan sana yang kelak aku rasakan.
2026-03-18 08:23:48
4
:
ini Letto bukan?
2026-03-20 04:23:42
2
:
pertama dapat apa
2026-03-18 08:21:35
0
:
ke dua nih😹🥰
2026-03-18 08:23:48
0
:
Betul itu
2026-03-18 08:25:22
0
:
harusnya pemimpin itu speknya kek gini
2026-03-23 11:34:57
0
To see more videos from user @kompascom, please go to the Tikwm
homepage.