@kiki_store.kz: Ляпы из сериала😍

Kiki_store.kz1
Kiki_store.kz1
Open In TikTok:
Region: KZ
Wednesday 18 March 2026 14:57:35 GMT
423435
21961
357
176

Music

Download

Comments

erbolatova_2012
Aliya. :
Почему 11 серию удалили
2026-03-18 15:19:36
693
_ha585
لكن :
ааа почему они такие милые
2026-03-19 16:30:58
29
makasik020
мака🐧 :
такая мими🥺
2026-03-21 20:05:15
18
ll_wxsz
N :
У Яси и Марлена есть вайб
2026-03-18 16:13:08
212
tuv958
Agusha✌🏼💋 :
где 11серия?
2026-03-19 09:57:24
10
liszka_88
lizzxs_xss :
мне больше ляпы с марленом нравятся у него улыбка прям милая❤️особенно ямочки❤️😁😁
2026-03-18 15:44:13
19
lacxkkyy
𝑎' :
ПУСТЬ МАРЛЕН И ЯСЯ БУДУТ ВМЕСТТЕЕЕ
2026-03-18 16:30:19
460
shukroshh
shh :
да блин, когда 12 серия?!
2026-03-18 16:36:23
28
m_303_14
m_303_ :
А почему 11 серию удалили ???
2026-03-19 15:59:33
9
angelina_ragimova14
𝒌𝒂𝒚𝒚𝒂 𝒛𝒆𝒓𝒊𝒏𝒏🤍 :
ДА ГДЕ 11 СЕРИЯ СКИНЬТЕ МНЕ В ТГ ПОЖАЛУЙСТА Angelin_RRR
2026-03-18 15:20:41
13
diosiaa
🦔 :
Марлен и Яся брат и сестра или мне так кажется?
2026-03-18 15:54:55
15
madina_maksimkyzy
Madina_Maksimkyzy :
ками так похожаааа на милану хаметову
2026-05-02 19:26:59
11
ainars064
. :
Всмысле Марлен не со стенкой?? 🫣😩😤
2026-03-18 16:30:40
5
aruu_1238
😇🪽 :
новый шип Марлен+лестница
2026-03-21 20:17:53
12
alilix48
alilix :
2026-03-20 16:41:40
4
tasss_hal_8a
𝓒𝓱𝓮𝓬𝓱𝓮𝓷✨ :
Когда выйдет 11 серия ???
2026-03-18 18:22:32
0
ayyylaaa_nuyaaa
~^А ой^• :
мне так нравится как марлен и яся стесняются аааааа химияяячч
2026-03-23 13:44:18
4
madina_teh
madinqsz🪽 :
Где 11 серия у меня не показывает
2026-03-18 15:52:35
4
To see more videos from user @kiki_store.kz, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Di balik penampilannya yang tak biasa, dengan tubuh penuh tato dan rambut gondrong, ada hati yang memilih untuk mengabdikan hidupnya bagi mereka yang kerap terlupakan. la adalah Agus Sutikno, seorang pendeta jalanan asal Probolinggo yang telah bertahun-tahun mendampingi masyarakat marginal di Semarang, Jawa Tengah. Berangkat dari pengalaman hidup yang tidak mudah, Agus justru menjadikan masa lalunya sebagai alasan untuk menghadirkan harapan bagi orang lain. Sejak 2005, Agus mulai memperjuangkan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, anak jalanan, hingga mereka yang tumbuh dalam lingkungan penuh keterbatasan. Melalui Yayasan Hati Bagi Bangsa yang didirikannya pada 2015, ia memberikan tempat tinggal, pendampingan, dan kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang layak. Hingga diberitakan pada Desember 2024, Agus telah membantu menyekolahkan hampir 200 anak. Salah satunya adalah Rafael, seorang mantan penjual nasi yang sempat kesulitan melanjutkan sekolah, hingga akhirnya mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi. Kisah Agus Sutikno mengingatkan kita bahwa kebaikan tidak selalu datang dari sosok yang terlihat sempurna, dan perubahan besar tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Terkadang, satu kepedulian sederhana mampu membuka jalan bagi masa depan seseorang. Sebab, bagi anak-anak yang pernah kehilangan kesempatan, pendidikan bukan sekadar tentang bangku sekolah dan ijazah, melainkan tentang harapan bahwa kehidupan mereka masih bisa berubah. Karena pada akhirnya, sebaik-baiknya manusia bukanlah mereka yang hanya berbicara tentang kebaikan, melainkan mereka yang bersedia menghadirkannya dalam kehidupan orang lain. Source,@zonaberteduh
Di balik penampilannya yang tak biasa, dengan tubuh penuh tato dan rambut gondrong, ada hati yang memilih untuk mengabdikan hidupnya bagi mereka yang kerap terlupakan. la adalah Agus Sutikno, seorang pendeta jalanan asal Probolinggo yang telah bertahun-tahun mendampingi masyarakat marginal di Semarang, Jawa Tengah. Berangkat dari pengalaman hidup yang tidak mudah, Agus justru menjadikan masa lalunya sebagai alasan untuk menghadirkan harapan bagi orang lain. Sejak 2005, Agus mulai memperjuangkan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, anak jalanan, hingga mereka yang tumbuh dalam lingkungan penuh keterbatasan. Melalui Yayasan Hati Bagi Bangsa yang didirikannya pada 2015, ia memberikan tempat tinggal, pendampingan, dan kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang layak. Hingga diberitakan pada Desember 2024, Agus telah membantu menyekolahkan hampir 200 anak. Salah satunya adalah Rafael, seorang mantan penjual nasi yang sempat kesulitan melanjutkan sekolah, hingga akhirnya mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi. Kisah Agus Sutikno mengingatkan kita bahwa kebaikan tidak selalu datang dari sosok yang terlihat sempurna, dan perubahan besar tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Terkadang, satu kepedulian sederhana mampu membuka jalan bagi masa depan seseorang. Sebab, bagi anak-anak yang pernah kehilangan kesempatan, pendidikan bukan sekadar tentang bangku sekolah dan ijazah, melainkan tentang harapan bahwa kehidupan mereka masih bisa berubah. Karena pada akhirnya, sebaik-baiknya manusia bukanlah mereka yang hanya berbicara tentang kebaikan, melainkan mereka yang bersedia menghadirkannya dalam kehidupan orang lain. Source,@zonaberteduh

About