@nguyendolphinn: HL13 Áo thun nữ trễ vai #aothun #aothunnu #phoidoxinh #fyp

Nguyên Dolphin 🐳
Nguyên Dolphin 🐳
Open In TikTok:
Region: VN
Thursday 19 March 2026 08:00:40 GMT
702
5
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @nguyendolphinn, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Inilah penjelasan dokter jantung Sulawesi Tenggara (Sultra) terkait bahaya henti jantung saat berolahraga. Seseorang yang tiba-tiba kehilangan kesadaran saat berolahraga atau melakukan aktivitas berat perlu mendapat perhatian serius. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda henti jantung, yakni keadaan ketika jantung berhenti memompa dan mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Dokter Spesialis Jantung di Sultra, dr. Firman S. Dullah, M. Kes, Sp. JP,FIHA, menjelaskan henti jantung merupakan kondisi kegawatdaruratan yang membutuhkan penanganan segera.
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Inilah penjelasan dokter jantung Sulawesi Tenggara (Sultra) terkait bahaya henti jantung saat berolahraga. Seseorang yang tiba-tiba kehilangan kesadaran saat berolahraga atau melakukan aktivitas berat perlu mendapat perhatian serius. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda henti jantung, yakni keadaan ketika jantung berhenti memompa dan mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Dokter Spesialis Jantung di Sultra, dr. Firman S. Dullah, M. Kes, Sp. JP,FIHA, menjelaskan henti jantung merupakan kondisi kegawatdaruratan yang membutuhkan penanganan segera. "Saat seseorang tiba-tiba kehilangan kesadaran saat melakukan olahraga atau aktivitas berat adalah henti jantung," ujar dr Firman S Dullah saat dihubungi TribunnewsSultra.com, belum lama ini. Menurutnya, ketika henti jantung terjadi, jantung sebagai salah satu organ utama tubuh berhenti memompa darah sehingga aliran darah ke seluruh tubuh terhenti. Jika tidak segera mendapat penanganan yang tepat, kondisi tersebut dapat berujung pada kematian. dr Firman menjelaskan, langkah pertama yang harus dilakukan ketika menemukan seseorang tiba-tiba tidak sadarkan diri adalah memeriksa respons korban. Caranya dengan memanggil korban, seperti "Bapak, Ibu, Kakak atau Adik". Jika mengenal korban, dapat pula memanggil namanya. "Jika tidak respon segera tepuk pundak atau dada korban," jelasnya. Apabila korban tetap tidak memberikan respons, orang yang memiliki kemampuan atau sertifikasi pertolongan dasar dapat segera melakukan kompresi jantung luar atau Bantuan Hidup Dasar (BHD). Namun, bagi masyarakat yang tidak terlatih, langkah yang dapat dilakukan adalah segera meminta bantuan kepada orang di sekitar. "Segera 'call for help' dengan orang di sekitar kita dan korban bahwa ada korban yang tidak sadarkan diri," katanya. Selain mengetahui langkah pertolongan ketika kondisi darurat terjadi, dr Firman mengingatkan pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum menjalani aktivitas olahraga, terutama untuk mengetahui kondisi jantung. Pemeriksaan dapat diawali dengan berkonsultasi kepada dokter spesialis jantung. #tribunnewssultra

About