nigi :
“When ya” bukan sekedar dua suku kata yang meluncur ringan dari bibir, bukan pula bunyi kosong yang lahir tanpa makna. Ia adalah serpihan harap yang terselip di antara keda napas, sebuah isyarat kecil yang bergetar palan namun sarat keinginan. Dalam kesederhanaannya, ia menyimpan gema yang lebih dalam sebuah pengakuan yang tak sepenuhnya berani diucapkan lantang
“When ya” adalah cara paling halus untuk berkata *aku pun ingin.* Ia bukan tuntutan,bukan pula keluhan. Ia hanya desir lembut dari hati yang melihat sesuatu yang indah, lalu diam diam-diam berharap merasakannya juga. Di dalamnya ada kerinduan yang masih malu-malu, ada impian yang belum siap berdiri tegak. Seperti embun yang menempel di ujung daun, ia berkilau sebentar sebelum jatuh tanpa suara
Namun di balik kesederhanaan itu, tersembunyi pertanyaan yang lebih sunyi pertanyaan yang tak selalu ditujukan pada siapa pun selain diri sendiri. *Kapan giliranku? Kapan semesta mengizinkanku berdiri di tempat yang sama merasakan hangat yang serupa, memeluk kebahagiaan yang tampak begitu mudah bagi orang lain? “When ya” menjadi gema lirih di ruang
Batin, mengetuk pelan dinding kesabaran. Aku mengucapkannya, lalu terdiam. Dalam diam itu, diciptakan untuk digenggam. Ada keiinginan yang hanya dititipkan untuk dirasakan, bukan dimiliki. Ada perasaan yang cukup hidup sebagai cahaya dari kejauhan indah, namun tak perlu didekap. Seperti senja yang tak pernah benar-benar bisa kita simpan, hanya bisa kita tatap sampai warnanya larut dalam gelap. Aku menatap dari jauh, bukan karena tak berani mendekat, tetapi karena mengerti batas yang tak tertulis. Aku menghirup kenyataan, pahit dan jujur, membiarkannya memenuhi dada hingga tak lagi sesak. Dan perlahan, dengan langkah yang mungkin masih berat, aku memilih pergi bukan dengan amarah, bukan dengan penyesalan
Melainkan dengan penerimaan yang tenang. “When ya” tetap tinggal sebagai kenangan kecil dalam perjalanan batinku. Ia mengajarkanku bahwa rindu pun punya etika, bahwa harapan pun perlu tempat yang tepat. Dan di antara semua keinginan yang tak terwujud, aku menemukan satu hal yang tetap utuh keberanian untuk merelakan, dan keseluruhan yang aku ingi
2026-03-20 07:32:11