Bimzzz⚡ :
hmm kalo begitu tanpa tangisan anak kecil tersebut bagaimana kita bisa tahu kebahagiaan itu seperti apa?.
saya pernah berdiskusi dengan guru saya soal ini, memang pernyataan nya sungguh menciptakan suatu suasana dimana dunia terasa tak adil dan dengan spontan kita bertanya "Kemana tuhan yang maha adil?" nah coba kamu pikirkan, jika tidak ada satu anak kecil yang menangis bagaimana kamu bisa tau apa yang membahagiakan mereka?, lalu bagaimana dengan anak yang tertawa apakah mereka harus diadili dan dibuat menangis juga? itu malah salah, maka dari situ yang harus kita singgung adalah bagaimana keadaan sosial terhadap anak ini. Yang artinya kehidupan sosial anak ini gagal menciptakan keharmonisan pada anak itu, empati dan rasa kasih sayang dri orang dewasa itu lah yang telah hilang, disini saya juga menautkan "kebebasan manusia dalam bertindak", nah tuhan menciptakan dunia bagi saya seimbang, ada malam ada siang, ada sedih ada bahagia, ada kejahatan ada kebaikan, dari situlah kita sebagai manusia bisa menyikapi keseimbangan tersebut, jika tidak ada malam maka bagaimana kita tahu bahwa hari sudah mulai siang, jika tidak ada tangisan bagaimana kita tahu apa yang membuat anak itu bahagia. Jika kamu menyinggung keharmonisannya dunia, bagaimana kamu tahu keharmoniaan dunia jika tidak ada satu tangisan anak kecil?
2026-04-23 12:30:33