@rahaal9996: #creatorsearchinsights

ﮩﮩرحــہالﮩ💔ﮩالہعہامريہﮩﮩ
ﮩﮩرحــہالﮩ💔ﮩالہعہامريہﮩﮩ
Open In TikTok:
Region: SA
Thursday 19 March 2026 11:17:52 GMT
1572
11
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @rahaal9996, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


"Pagi, Tante Gina." Aku berusaha tersenyum saat Tante Gina membuka pintu. Wanita berusia 56 tahun itu menatapku dengan dahi berkerut, m a tanya mengamati seluruh t u b uhku dari ujung rambut sampai ujung kaki. "Siapa kamu?" Suaranya t a j am. "Di sini nggak ada lowongan pekerjaan, ya!" Aku menahan s a kit di d a da. "Tante, ini saya, Maya. A n ak ayah. Apa Tante lupa?" Wanita itu mengerutkan kening lebih dalam. Lalu bibirnya berkerut sinis. "Maya? Oh yang di panti asuhan itu?" Aku mengangguk pelan, meskipun kata-katanya me n ubsuk seperti b el ati. "Ayah di rumah, Tante?" Sebelum Tante Gina menjawab, suara pria bergema dari dalam. Langkah kaki berat mendekat, lalu sosok pria berusia 60 tahun muncul dari balik pintu. Rambutnya sudah memutih, wajahnya dipenuhi garis tua, tapi m a tanya— sorot m a tanya masih sama seperti yang kuingat dulu. "Diana..." Ayah menyebut nama Mama. Aku memang mirip Mama. M a ta, bentuk hidung, bahkan senyum—semua warisan dari wanita yang pergi terlalu cepat. "Aku Maya, Yah," kataku pelan, menyadarkannya. Seketika itu tatapan ayah berubah. Kehangatan sesaat di m a tanya menghilang, digantikan sorot sinis yang sama seperti Tante Gina. "Mau apa kamu ke sini?" Suaranya dingin. "Kami sedang sibuk." Aku menelan ludah. "Ayah, aku cuma mau kasih kabar kalau aku mulai minggu ini tinggal di kota ini." "Tinggal di kota ini?" Tante Gina tertawa kecil. "Mau tinggal di sini?" Aku menggeleng cepat. Aku tahu sudah pasti aku tak akan diizinkan tinggal di rumah ayah. Toh aku juga sudah kerja. Bayar kontrakan tidaklah sulit. "Saya tinggal di kontrakan, Tante," kataku cepat. "Baguslah!" Tante Gina mengangguk puas. "Lagipula ayahmu mana mau nerima kamu yang paling-paling kerja apa? Kasir swalayan kan paling banter!" Aku hanya diam. Biarkan saja mereka berpikir begitu. "Maya, kamu harus sadar diri," ayah berkata dengan nada menghakimi. "Nggak usah sering-sering ke sini. Ayah malu kalau tetangga tahu ayah punya a n ak yang kerjanya paling pelayan toko." Ayah menghela napas, lalu melanjutkan. "Lihat Tiwi adikmu, baru saja lulus sekolah perawat dan sekarang mulai kerja di RS Sanjaya!" Aku terdiam. Rumah sakit yang familiar di telingaku? Aku nggak salah dengar kan? "Oh, Tiwi jadi perawat ya," kataku berusaha merendah. "Lulusan apa?" "D3 Keperawatan, mahal biayanya!" Tante Gina menyilangkan tangan. "Semesterannya saja hampir 15 juta!" "Oh gitu," aku mengangguk pelan. "Baguslah kalau udah kerja." Tante Gina mendengus. "Ya jelas bagus! Tiwi a na k pintar, beda sama kamu yang dulu nggak jelas sekolah di mana. Lagian Tiwi juga calon suaminya tentara pangkat tinggi. Kamu nggak bisa pasti dapat calon suami berpangkat.” "Bu, cukup," ayah memotong. Lalu ia menatapku dingin. "Kamu sudah sampaikan kabarmu. Sekarang pergi." Aku menatap ayah lama. Benar-benar tega dia mengusir a n aknya sendiri. "Baik, saya pamit dulu," kataku pelan. "Sudah sana pergi!" usir ayah tanpa menatapku. 🌳🌳🌳🌳🌳 Baca cerita lengkapnya SETELAH AYAH MENYINGKIRKAN AKU Karya : Susy Setiawan-spp, Hanya ada di KBMApp

About