vann. :
Maafkan aku setulus hatimu, jika hadirku pernah meretakkan tenangmu yang beku. Aku datang membawa cinta yang kukira utuh dan satu, namun di matamu aku hanya musim yang berlalu.
Maaf telah menghabiskan waktumu, mengetuk hari-harimu dengan rindu yang tak tahu malu. Kupikir detik-detik itu menumbuhkan restu, ternyata aku sekadar bayang sendu yang singgah sebentar di berandamu.
Mengertilah aku, aku pun rapuh dan kelu, mencintai dengan cara yang mungkin terlalu. Kutebar harapan di tanah yang bisu, tanpa sadar akarnya pun layu, tak pernah benar-benar tumbuh di kalbumu.
Kini kuserahkan segala perih pada restu waktu, biarlah ia menghapus jejak yang tak perlu. Semoga cinta barumu menjadi penawar lukamu, menghangatkan ruang yang dulu tak mampu kujaga sepenuhnya untukmu.
Tanpa namaku di doa-doamu, tanpa langkahku di lorong hidupmu, biarlah aku luruh seperti senja yang pamit tanpa temu, mengendap di ufuk sendu, namun diam-diam tetap memohon bahagiamu.
Jika suatu hari kau menemukan teduh, dan hatimu tak lagi bergetar pilu, ingatlah pernah ada seseorang yang mencintaimu bukan untuk dimiliki seutuhnya, melaikan untuk belajar ikhlas melepasmu.
2026-04-14 01:54:57