Bang fendi :
“Aku matahari dan kamu bulan. Kita berada di langit yang sama, namun berjalan pada takdir yang berbeda. Aku datang dengan terang yang membakar, kamu hadir dengan cahaya yang menenangkan. Kita saling melihat, saling menyadari, tapi tak pernah benar-benar bisa mendekat.
Sesekali semesta mempertemukan kita seperti gerhana—singkat, indah, dan penuh makna. Namun setelah itu, kita kembali pada garis masing-masing, seolah pertemuan itu hanya titipan waktu. Ada rasa yang tumbuh diam-diam, tapi seperti air dan minyak, kita tak pernah benar-benar menyatu.
Mungkin tidak semua pertemuan diciptakan untuk bersama. Ada yang hadir hanya untuk meninggalkan jejak, lalu pergi tanpa bisa digenggam. Dan meski cinta itu ada, kita tetap harus belajar berjalan sendiri, sambil menyimpan satu sama lain dalam rindu yang tak pernah selesai.”
selamat tinggal dan Terima kasih untuk semua kisahnya 😌☺☺☺
2026-05-19 12:17:57