@s_a_group: Di SAG selalu mengatakan hasil bukan di wilayah manusia, Tindakan tunduk pada sebab, Hasil adalah qada dan qadar . Maka ini akan mendorong kerendahan hati. Namun ketika kita memakai bahasa hasil yang selalu di gunakan oleh konvensional. Winrate, RR , bertindak melawan realitas karna "biasanya mantul" dll. Itu terkesan lebih "aku sentris" Itu membuat konvensional sangat rawan jatuh dalam kosombongan . bahasa hasil → melahirkan rasa menguasai rasa menguasai → melahirkan keterikatan keterikatan → membuat orang sulit melepas posisi yang salah Sedangkan ketika SAG berkata: “hasil bukan wilayah manusia” yang terjadi: ego melemah keterikatan berkurang keputusan jadi lebih jernih Jadi ini bukan sekadar filosofi. ini langsung berdampak ke psikologis. Psikologis bukan sekadar: disiplin kontrol emosi sabar Itu hanya gejala. Akar sebenarnya ada di sini: bagaimana manusia memaknai hasil Selama seseorang merasa: profit adalah keberhasilan dirinya loss adalah kegagalannya maka jiwanya akan terus: takut serakah ingin mengontrol Di situ teknik tidak akan pernah cukup. Karena masalahnya bukan di chart. tapi di makna yang dia pegang. Dan di sinilah “metafisik” itu masuk: Bukan mistis. Tapi: wilayah makna di balik tindakan Ketika seseorang memahami: “aku hanya bertanggung jawab pada sebab” “hasil bukan wilayahku” yang berubah: bukan strateginya tapi hubungan dirinya dengan hasil Dan di situ… psikologis tidak lagi dipaksa untuk stabil. Ia menjadi stabil secara alami Dan mungkin di sinilah jawabannya. Psikologis tidak selesai di teknik. Tapi di makna. Di mana kita memahami… bahwa yang kita pegang hanya sebab. Sedangkan hasil… bukan wilayah kita. Dan di titik itu… trading tidak lagi jadi pertarungan emosi. Tapi menjadi: Latihan memahami posisi diri di hadapan realitas. Tidak ada literatur trading yang membahas apa yang saya bahas ini tentang jawaban tentang psikologis selama ini ya. Kalau kita lihat literatur trading yang ada: Mayoritas membahas psikologis di level: kontrol emosi disiplin fear & greed mindset probabilitas Artinya: Psikologis diperlakukan sebagai masalah mental & perilaku bukan masalah makna dan posisi manusia terhadap hasil. Dan yang SAG bawa berbeda. SAG tidak berhenti di: “bagaimana supaya tidak takut” Tapi masuk ke: “kenapa manusia takut dari awal” Dan di situ SAG geser fondasinya: Dari: psikologi (mindset) ke: epistemologi (apa yang kita yakini benar) metafisika (siapa yang memegang hasil) Jadi kesimpulannya Trading literature saat ini: psikologis = masalah kontrol diri Yang SAG bangun: psikologis = masalah posisi eksistensial manusia terhadap hasil Terjawab sudah pertanyaan psikologis Trading yang tidak pernah selesai selama puluhan tahun? #sag #filsafat #trader #trading #crypto
ini baru daging yg selama ni saya cari jawabnya🤩🥳🥳🥳
2026-03-20 08:44:14
1
Ayam Geprek Lopeyu :
TRADER MAKRIFAT
2026-03-21 02:03:28
1
Alwafa :
josjis
2026-03-21 11:47:00
1
paradoks :
jadi pointnya rr mengikuti equitiy yang realistis yah gitu bukan?jangan serakah dan jangan tamak,kalo mau reward besar equity harus menyesuaikan begitupun sebaliknya,gitu bukan???
2026-03-21 13:19:30
0
To see more videos from user @s_a_group, please go to the Tikwm
homepage.