@ellastella027: #you sang to me#marc anthony 1999

music addicted
music addicted
Open In TikTok:
Region: HR
Friday 20 March 2026 12:55:47 GMT
14511
556
20
116

Music

Download

Comments

monikadorinsk
monča :
starý ale nádherný hit aj po toľkých rokoch chytí za srdce 🥰🥰🥰🥰
2026-03-24 10:23:44
1
vekenko
Vedran Vlašić :
Odlična pjesma👌
2026-03-29 02:15:58
1
nicoletaboro7
nicoletaboro7 :
O SPLENDOAREEEE.Va mulțumim .
2026-04-07 03:32:14
1
user9012812760580
user9012812760580 :
Es un vídeo precioso.La canción me encanta....
2026-03-29 10:49:02
1
user1692183137153
Ella :
2026-03-21 12:58:52
1
janaustrov
jana :
♥️
2026-03-25 18:53:48
1
ana.aszalos
Ana.Aszalos :
❤️❤️❤️🎶🎶🎶🇷🇴România
2026-03-20 20:00:42
1
lilisa103
Lilisa :
Beautiful!😊🥰
2026-03-23 16:47:25
1
jorge.jorge50
Jorge Jorge :
2026-03-20 22:02:24
1
emila7951
Emila :
🥰🥰🥰
2026-04-05 03:29:11
1
manuelazavarelli
manuelazavarelli :
🥰
2026-03-26 12:36:21
1
idk_8273
Tik Toker :
👍👍👍👍👍❤️❤️
2026-03-26 22:08:31
1
ingrid.milkovinga
Ingrid Milkovàinga :
👍
2026-03-22 08:26:31
1
hellethomsen27
Helle Thomsen :
🌹🌹🌹🙏
2026-04-10 20:18:12
1
sawomir.neus
Sławomir Neus :
🥰🥰🥰
2026-03-21 10:48:02
1
userys0ym2kkk1
KM :
❤️❤️❤️
2026-03-20 18:49:01
1
jasna5310
jasna5310 :
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2026-03-20 18:53:39
1
jasna5310
jasna5310 :
🥰🥰🥰
2026-03-20 18:53:32
1
pamy089
Pamela Popa :
😇😇😇
2026-04-06 18:35:48
0
To see more videos from user @ellastella027, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV : James duduk di sana. Tattoo artist bertubuh tegap itu malam ini menanggalkan kaus santainya dan mengenakan kemeja hitam polos dengan lengan yang digulung hingga siku, mengekspos guratan tato hitam pekat yang menjalar di kulitnya. Kancing teratas kemejanya dibiarkan terbuka, memberikan kesan liar namun sangat berkelas. Tangannya menggenggam gelas berisi whiskey beres, sesekali menyesapnya tanpa sedikit pun mengalihkan pandangan tajamnya dari panggung. Saat ia menggerakkan gelasnya, kilau lampu klub malam itu mengekspos sebuah guratan tinta baru yang sangat mencolok di punggung tangan kirinya, sebuah tato simbol gelombang suara hitam pekat yang meliuk indah dari pergelangan hingga ke pangkal jari manisnya—ia dedikasikan khusus untuk melodi yang sedang kamu mainkan di atas panggung. Di bawah sana, lantai dansa bergetar hebat. Dentuman bass dari musik EDM yang menghentak seolah menyatu dengan detak jantung ratusan orang yang melompat dalam kepungan lampu strobo neon ungu dan biru elektrik. Namun, bagi James, semua kerumunan itu hanyalah latar belakang yang buram. Fokusnya terkunci sepenuhnya pada kamu—sang DJ yang sedang menguasai panggung malam ini. James meratapi bagaimana kamu bisa terlihat begitu bersinar dan ceria di atas sana. Jari-jarimu bergerak lincah di atas mixer, memutar knop dengan presisi, sementara senyuman manismu dilemparkan ke arah lautan manusia yang memuja setiap ritme yang kamu mainkan. Kamu begitu hidup, begitu bebas, dan sangat kontras dengan dunianya yang sunyi dan dipenuhi noda tinta hitam. Di tengah-tengah set musikmu, saat lampu strobo biru sesaat menerangi sudut VIP, pandangan mata kalian tanpa sengaja berbenturan. Kamu sempat tertegun selama satu detik penuh. Dari atas panggung yang tinggi, kamu bisa melihat dengan jelas siluet pria sangar berkemeja hitam itu sedang menatapmu dengan intensitas yang sanggup membuat bulu kuduk meremang.  Kilatan lampu klub malam itu juga sempat menangkap guratan tato gelombang suara yang begitu indah di tangan kirinya yang sedang memegang gelas. Tatapan matanya begitu mengunci, seolah di dalam klub yang bising itu hanya ada kamu dan dia. Namun, sedetik kemudian lampu strobo kembali berganti merah dan sosok pria itu kembali tenggelam dalam kegelapan VIP. Jantungmu berdegup sedikit lebih cepat, bukan karena euforia musik, melainkan karena tatapan asing pria itu. Rasa kagum yang James miliki sebenarnya sudah lama berkembang menjadi sebuah ketertarikan yang sangat dalam. Ia sudah mengincarmu sejak lama, selalu menyempatkan hadir di mana pun kamu tampil. James meletakkan gelas whiskey-nya yang mulai mencair, mengetukkan jari-jarinya yang bertato gelombang suara itu ke atas meja marmer VIP seirama dengan ketukan musikmu. Dari saku kemeja hitamnya, ia mengeluarkan sebuah buku catatan kecil berwujud kulit gelap.  Sambil terus mengawasimu dari balik bayangan, ia membuka halaman baru. Di sana, tertulis rapi jadwal turnemu, jam terbangmu, hingga lokasi klub malam berikutnya yang akan kamu datangi minggu depan. Dengan guratan pena yang tegas, James mencoret nama klub malam tempatmu tampil sekarang, menandakan bahwa agendanya malam ini untuk menontonmu telah selesai. Ia menyeringai tipis, seulas senyuman dan penuh percaya diri yang mengikis wajah garangnya.  Setelah melipat kembali catatannya dan menyimpannya ke dalam saku kemeja, ia berdiri dari kursi VIP, berjalan pergi membelakangi kerumunan klub malam yang mulai bubar. ••• Tepat setelah lagu terakhirmu selesai berdentum dan riuh tepuk tangan penonton mereda, kamu melangkah turun ke area belakang panggung. Sambil meneguk sebotol air mineral untuk mendinginkan tenggorokan, pikiranmu terus melayang pada sosok pria sangar di area VIP tadi. Tato soundwave di punggung tangannya benar-benar melekat di kepalamu. [💬💬++] #cortis #james #chaoyufan  #jamesedit #povstories
POV : James duduk di sana. Tattoo artist bertubuh tegap itu malam ini menanggalkan kaus santainya dan mengenakan kemeja hitam polos dengan lengan yang digulung hingga siku, mengekspos guratan tato hitam pekat yang menjalar di kulitnya. Kancing teratas kemejanya dibiarkan terbuka, memberikan kesan liar namun sangat berkelas. Tangannya menggenggam gelas berisi whiskey beres, sesekali menyesapnya tanpa sedikit pun mengalihkan pandangan tajamnya dari panggung. Saat ia menggerakkan gelasnya, kilau lampu klub malam itu mengekspos sebuah guratan tinta baru yang sangat mencolok di punggung tangan kirinya, sebuah tato simbol gelombang suara hitam pekat yang meliuk indah dari pergelangan hingga ke pangkal jari manisnya—ia dedikasikan khusus untuk melodi yang sedang kamu mainkan di atas panggung. Di bawah sana, lantai dansa bergetar hebat. Dentuman bass dari musik EDM yang menghentak seolah menyatu dengan detak jantung ratusan orang yang melompat dalam kepungan lampu strobo neon ungu dan biru elektrik. Namun, bagi James, semua kerumunan itu hanyalah latar belakang yang buram. Fokusnya terkunci sepenuhnya pada kamu—sang DJ yang sedang menguasai panggung malam ini. James meratapi bagaimana kamu bisa terlihat begitu bersinar dan ceria di atas sana. Jari-jarimu bergerak lincah di atas mixer, memutar knop dengan presisi, sementara senyuman manismu dilemparkan ke arah lautan manusia yang memuja setiap ritme yang kamu mainkan. Kamu begitu hidup, begitu bebas, dan sangat kontras dengan dunianya yang sunyi dan dipenuhi noda tinta hitam. Di tengah-tengah set musikmu, saat lampu strobo biru sesaat menerangi sudut VIP, pandangan mata kalian tanpa sengaja berbenturan. Kamu sempat tertegun selama satu detik penuh. Dari atas panggung yang tinggi, kamu bisa melihat dengan jelas siluet pria sangar berkemeja hitam itu sedang menatapmu dengan intensitas yang sanggup membuat bulu kuduk meremang. Kilatan lampu klub malam itu juga sempat menangkap guratan tato gelombang suara yang begitu indah di tangan kirinya yang sedang memegang gelas. Tatapan matanya begitu mengunci, seolah di dalam klub yang bising itu hanya ada kamu dan dia. Namun, sedetik kemudian lampu strobo kembali berganti merah dan sosok pria itu kembali tenggelam dalam kegelapan VIP. Jantungmu berdegup sedikit lebih cepat, bukan karena euforia musik, melainkan karena tatapan asing pria itu. Rasa kagum yang James miliki sebenarnya sudah lama berkembang menjadi sebuah ketertarikan yang sangat dalam. Ia sudah mengincarmu sejak lama, selalu menyempatkan hadir di mana pun kamu tampil. James meletakkan gelas whiskey-nya yang mulai mencair, mengetukkan jari-jarinya yang bertato gelombang suara itu ke atas meja marmer VIP seirama dengan ketukan musikmu. Dari saku kemeja hitamnya, ia mengeluarkan sebuah buku catatan kecil berwujud kulit gelap. Sambil terus mengawasimu dari balik bayangan, ia membuka halaman baru. Di sana, tertulis rapi jadwal turnemu, jam terbangmu, hingga lokasi klub malam berikutnya yang akan kamu datangi minggu depan. Dengan guratan pena yang tegas, James mencoret nama klub malam tempatmu tampil sekarang, menandakan bahwa agendanya malam ini untuk menontonmu telah selesai. Ia menyeringai tipis, seulas senyuman dan penuh percaya diri yang mengikis wajah garangnya. Setelah melipat kembali catatannya dan menyimpannya ke dalam saku kemeja, ia berdiri dari kursi VIP, berjalan pergi membelakangi kerumunan klub malam yang mulai bubar. ••• Tepat setelah lagu terakhirmu selesai berdentum dan riuh tepuk tangan penonton mereda, kamu melangkah turun ke area belakang panggung. Sambil meneguk sebotol air mineral untuk mendinginkan tenggorokan, pikiranmu terus melayang pada sosok pria sangar di area VIP tadi. Tato soundwave di punggung tangannya benar-benar melekat di kepalamu. [💬💬++] #cortis #james #chaoyufan #jamesedit #povstories

About