Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@__woodya__: Where has this been all my life?? #need #pethair #pethairremoval #petlover #worksgreat
Tessa
Open In TikTok:
Region: US
Saturday 21 March 2026 00:33:01 GMT
195927
770
4
31
Music
Download
No Watermark .mp4 (
5.16MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
4.57MB
)
Watermark .mp4 (
4.72MB
)
Music .mp3
Comments
abstract.alex07 :
i don't need this but girl you are EXCELLENT at marketing that first clip was wild
2026-04-29 20:19:38
10
Dylan :
this isnt like a brush tho right? I feel like it'd hurt my cats
2026-06-28 12:58:37
0
To see more videos from user @__woodya__, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
it's true 🫠🥀💯 #fyp #fypviralシ #foryoupage #urdupoetry #onemillionauditio
obsessed with this song >> #aurora #runaway #lyrics #musicvibes #foryou
Забирай 53 раунд вже зараз #rust #evoshop #skin #twitchdrops #твічдропс
Trả lời @ANH HUỆ lưới che nắng, lưới chắn nắng tiện lợi #dungcutienich #giadungthongminh #luoichenang #luoichannang #xuhuong
SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, akhirnya menjawab tuntutan demonstran terkait insiden dugaan tindakan fisik yang dilakukan ajudannya terhadap kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Samarinda. Di hadapan ribuan mahasiswa yang menggeruduk Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (21/10/2026), Rudy berjanji memberhentikan ajudan tersebut dari tugasnya dan mengembalikannya ke Polda Kaltim. Pernyataan itu disampaikan saat mahasiswa menggelar demonstrasi dengan tajuk utama “2 Tahun Prabowo-Gibran: Kaltim Jadi Anak Tiri, Kaltim Jadi Abu di Tanah Sendiri”. Berdasarkan pantauan Media Kaltim, Rudy menjawab tuntutan tersebut dengan nada tegas. Mimik wajahnya tampak menahan emosi, disertai gestur menunjuk dengan jari dan menyilangkan tangan di bagian leher ketika menegaskan sikapnya terhadap polemik sang ajudan. “Bukan formatif (jawabannya atas polemik ajudan), kita pecat! Setuju kita pecat. Kami kembalikan,” tegas Rudy di hadapan massa aksi. Pernyataan itu menjadi respons langsung atas tuntutan mahasiswa yang menyoroti tindakan ajudan gubernur, Asky Rizal Toding, terhadap kader GMNI Samarinda dalam insiden di lingkungan Kantor Gubernur Kaltim, Senin (19/10/2026) petang. Sebelumnya, tindakan Asky menjadi sorotan publik setelah video insiden tersebut beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, terlihat kontak fisik antara ajudan dan mahasiswi GMNI, Rossa Tri Rahmawati, yang sedang merekam kedatangan Rudy Mas’ud di Masjid Nurul Mu’minin, kompleks Kantor Gubernur Kaltim. Telepon genggam Rossa juga terlihat terjatuh saat ketegangan terjadi. Insiden berlangsung setelah mahasiswa GMNI menggelar demonstrasi yang salah satunya menyoroti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kaltim. Seusai aksi, mahasiswa mempertanyakan alasan Rudy tidak menemui mereka ketika demonstrasi berlangsung. “Bapak tadi kenapa tidak mau menemui kami?” tanya seorang mahasiswa dalam rekaman video yang sebelumnya diberitakan Media Kaltim. “Maaf ya, tadi ada acara PGRI,” jawab Rudy. Ketegangan kemudian terjadi ketika Asky bergerak ke arah mahasiswa yang sedang merekam. Setelah insiden itu viral dan menuai kritik, Asky menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui rekaman video. Ia mengakui bersikap arogan dan berlebihan serta menyatakan tindakannya dilakukan secara spontan tanpa instruksi dari siapa pun. “Saya secara tulus menyampaikan permohonan maaf kepada rekan-rekan mahasiswa dan warga masyarakat atas sikap arogansi saya yang terjadi pada hari Senin, tanggal 19 Oktober 2026, sekira pukul 18.00 Wita, di halaman Masjid Nurul Mu’minin, Pemprov Kaltim,” ujarnya. Asky juga mengakui perbuatannya telah menimbulkan ketidaknyamanan dan tidak memiliki pembenaran. “Saya menyadari bahwa tindakan saya tersebut adalah sebuah kesalahan dan telah menimbulkan ketidaknyamanan, serta tidak ada pembenaran atas perbuatan saya,” katanya. Ia menegaskan tidak ada pihak yang memerintahkannya melakukan tindakan tersebut terhadap mahasiswa. “Saya melakukan tindakan tersebut secara spontan dan tanpa ada instruksi dari siapa pun,” tegasnya. Asky kembali meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya. “Sekali lagi, saya memohon maaf sebesar-besarnya atas semua tindakan saya yang terlalu berlebihan dan berjanji tidak akan mengulangi kembali,” ucapnya. Meski permohonan maaf telah disampaikan, polemik tersebut kembali mengemuka dalam demonstrasi pada Rabu. Kali ini, Rudy secara terbuka menyatakan akan memecat ajudannya dari tugas dan mengembalikannya ke Polda Kaltim. Penulis: Hadi Winata
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy