@rias25_: it's for the hitbox 🙏 #bro#edit#videogames#anime#animefyp

Rias
Rias
Open In TikTok:
Region: ES
Saturday 21 March 2026 13:43:58 GMT
1040
35
2
12

Music

Download

Comments

arcurogames
Arc :
I really have to see Haruhi suzumiya
2026-03-21 19:50:24
0
To see more videos from user @rias25_, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Aku kangen kita yang dulu. Kita yang hampir setiap detik punya cerita untuk dibagikan. Setiap menit ada saja yang ingin diceritakan. Setiap jam selalu ada pesan yang masuk, seolah sehari terasa terlalu panjang jika tanpa kabar darimu. Dulu, tiada hari tanpa chat. Bangun tidur, mencarimu. Sebelum tidur, mencarimu lagi. Sesederhana bertanya, “Sudah makan?” atau sekadar mengirim pesan tanpa alasan, hanya karena ingin memastikan kita masih saling ada. Aku bahkan pernah mengira, mungkin kebiasaan itu akan bertahan selamanya. Ternyata aku salah. Entah sejak kapan semuanya berubah. Percakapan yang dulu panjang, perlahan menjadi singkat. Pesan yang dulu datang tanpa diminta, kini harus kutunggu. Yang dulu begitu mudah menemukan alasan untuk berbicara, sekarang seakan selalu punya alasan untuk diam. Aku sering bertanya dalam hati… Apa yang sebenarnya berubah? Apakah aku? Apakah kamu? Atau memang perasaan kita yang perlahan menemukan jalan untuk menjauh? Yang paling menyakitkan bukan ketika kamu pergi. Tapi ketika kamu masih ada, namun rasanya sudah tidak lagi menjadi kamu yang dulu. Namamu masih ada di daftar chat. Nomormu masih tersimpan. Foto dan percakapan lama mungkin masih ada. Tapi kehangatan yang dulu membuatku merasa begitu dekat denganmu, entah mengapa sekarang terasa begitu jauh. Kadang aku membuka kembali percakapan kita yang dulu. Membaca pesan-pesan lama sambil tersenyum kecil, lalu tiba-tiba hati terasa sesak. Bukan karena percakapan itu menyakitkan. Justru karena percakapan itu pernah begitu berarti. Aku rindu cara kita saling mencari. Rindu bagaimana kamu bercerita tentang harimu. Rindu pesan-pesan kecil yang dulu terasa biasa, tetapi sekarang menjadi sesuatu yang paling ingin kuulang. Lucunya, dulu aku tidak pernah menyadari bahwa semua itu adalah kebahagiaan. Aku menganggapnya biasa. Sampai semuanya berhenti. Dan sekarang aku baru mengerti… Ternyata kehilangan seseorang tidak selalu berarti kehilangan kehadirannya. Kadang seseorang masih ada, masih bisa kita lihat, masih bisa kita hubungi… tetapi hubungan yang dulu kita kenal sudah tidak ada lagi. Aku tidak tahu apa yang membuat kita berubah. Dan mungkin, aku tidak akan pernah mendapatkan jawabannya. Aku hanya tahu satu hal… Aku masih kangen kita yang dulu. Bukan karena aku tidak bisa menerima perubahan, tetapi karena ada bagian dari diriku yang masih tertinggal di masa ketika kita begitu dekat, begitu sering berbicara, dan begitu yakin bahwa tidak akan ada jarak di antara kita. Kalau suatu hari kamu mengingatku, mungkin kamu juga akan tersenyum mengingat betapa seringnya kita berbicara dulu. Dan jika saat itu kamu bertanya-tanya ke mana perginya semua percakapan kita… Jawabannya sederhana. Tidak ada yang benar-benar pergi. Sebagian masih tinggal di dalam kenangan. Hanya saja, sekarang kita sudah tidak lagi menjadi dua orang yang saling mencari setiap waktu. Kita hanya menjadi dua orang yang pernah begitu dekat… lalu perlahan menjadi asing, tanpa pernah benar-benar tahu kapan semuanya dimulai.
Aku kangen kita yang dulu. Kita yang hampir setiap detik punya cerita untuk dibagikan. Setiap menit ada saja yang ingin diceritakan. Setiap jam selalu ada pesan yang masuk, seolah sehari terasa terlalu panjang jika tanpa kabar darimu. Dulu, tiada hari tanpa chat. Bangun tidur, mencarimu. Sebelum tidur, mencarimu lagi. Sesederhana bertanya, “Sudah makan?” atau sekadar mengirim pesan tanpa alasan, hanya karena ingin memastikan kita masih saling ada. Aku bahkan pernah mengira, mungkin kebiasaan itu akan bertahan selamanya. Ternyata aku salah. Entah sejak kapan semuanya berubah. Percakapan yang dulu panjang, perlahan menjadi singkat. Pesan yang dulu datang tanpa diminta, kini harus kutunggu. Yang dulu begitu mudah menemukan alasan untuk berbicara, sekarang seakan selalu punya alasan untuk diam. Aku sering bertanya dalam hati… Apa yang sebenarnya berubah? Apakah aku? Apakah kamu? Atau memang perasaan kita yang perlahan menemukan jalan untuk menjauh? Yang paling menyakitkan bukan ketika kamu pergi. Tapi ketika kamu masih ada, namun rasanya sudah tidak lagi menjadi kamu yang dulu. Namamu masih ada di daftar chat. Nomormu masih tersimpan. Foto dan percakapan lama mungkin masih ada. Tapi kehangatan yang dulu membuatku merasa begitu dekat denganmu, entah mengapa sekarang terasa begitu jauh. Kadang aku membuka kembali percakapan kita yang dulu. Membaca pesan-pesan lama sambil tersenyum kecil, lalu tiba-tiba hati terasa sesak. Bukan karena percakapan itu menyakitkan. Justru karena percakapan itu pernah begitu berarti. Aku rindu cara kita saling mencari. Rindu bagaimana kamu bercerita tentang harimu. Rindu pesan-pesan kecil yang dulu terasa biasa, tetapi sekarang menjadi sesuatu yang paling ingin kuulang. Lucunya, dulu aku tidak pernah menyadari bahwa semua itu adalah kebahagiaan. Aku menganggapnya biasa. Sampai semuanya berhenti. Dan sekarang aku baru mengerti… Ternyata kehilangan seseorang tidak selalu berarti kehilangan kehadirannya. Kadang seseorang masih ada, masih bisa kita lihat, masih bisa kita hubungi… tetapi hubungan yang dulu kita kenal sudah tidak ada lagi. Aku tidak tahu apa yang membuat kita berubah. Dan mungkin, aku tidak akan pernah mendapatkan jawabannya. Aku hanya tahu satu hal… Aku masih kangen kita yang dulu. Bukan karena aku tidak bisa menerima perubahan, tetapi karena ada bagian dari diriku yang masih tertinggal di masa ketika kita begitu dekat, begitu sering berbicara, dan begitu yakin bahwa tidak akan ada jarak di antara kita. Kalau suatu hari kamu mengingatku, mungkin kamu juga akan tersenyum mengingat betapa seringnya kita berbicara dulu. Dan jika saat itu kamu bertanya-tanya ke mana perginya semua percakapan kita… Jawabannya sederhana. Tidak ada yang benar-benar pergi. Sebagian masih tinggal di dalam kenangan. Hanya saja, sekarang kita sudah tidak lagi menjadi dua orang yang saling mencari setiap waktu. Kita hanya menjadi dua orang yang pernah begitu dekat… lalu perlahan menjadi asing, tanpa pernah benar-benar tahu kapan semuanya dimulai.

About