@prophte.edah: se purifier et enlever toute malédiction #videoviral #pourtoiii #togolais228🇹🇬❤️ #

Prophète EDAH
Prophète EDAH
Open In TikTok:
Region: TG
Sunday 22 March 2026 12:32:05 GMT
68374
4112
0
1843

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @prophte.edah, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

▶️ JANGAN BALAS KEBODOHAN DENGAN KEBODOHAN Pernahkah kita dihina, diperlakukan kasar, atau diajak bertengkar? Biasanya ego kita ingin membalas dengan cara yang sama. Padahal, membalas keburukan dengan keburukan hanya akan membuat masalah semakin besar. Allah memuji hamba-hamba-Nya yang beriman: وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَرْضِ هَوْنًا وَّاِذَا خَاطَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَالُوْا سَلٰمًا   “Hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, ‘Salam’.” (QS Al-Furqān [25]: 63). Rasulullah ﷺ bersabda:   أَكْمَل الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهمْ خُلُقًا، وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ   “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan sebaik-sebaik kamu adalah orang yang paling baik kepada istrinya” (HR. Tirmidzi: 1162) Maka, saat ada orang berbicara kasar atau berbuat buruk kepada kita, tidak perlu ikut terbawa emosi. Menahan diri, memaafkan, dan memilih diam terkadang jauh lebih mulia daripada membalas.  Kualitas diri dan kematangan iman seseorang sering kali terlihat dari caranya menghadapi kebodohan orang lain. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang memiliki akhlak mulia dan mampu membalas keburukan dengan kebaikan. Amin. Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb. __ ♻️ Silahkan disebarluaskan 🚫 Dilarang menambah dan mengurangi isi poster/video ini tanpa izin #khalidbasalamah #khalidbasalamahofficial #ustadzkhalid #ustadzkhalidbasalamah
▶️ JANGAN BALAS KEBODOHAN DENGAN KEBODOHAN Pernahkah kita dihina, diperlakukan kasar, atau diajak bertengkar? Biasanya ego kita ingin membalas dengan cara yang sama. Padahal, membalas keburukan dengan keburukan hanya akan membuat masalah semakin besar. Allah memuji hamba-hamba-Nya yang beriman: وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَرْضِ هَوْنًا وَّاِذَا خَاطَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَالُوْا سَلٰمًا “Hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, ‘Salam’.” (QS Al-Furqān [25]: 63). Rasulullah ﷺ bersabda: أَكْمَل الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهمْ خُلُقًا، وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan sebaik-sebaik kamu adalah orang yang paling baik kepada istrinya” (HR. Tirmidzi: 1162) Maka, saat ada orang berbicara kasar atau berbuat buruk kepada kita, tidak perlu ikut terbawa emosi. Menahan diri, memaafkan, dan memilih diam terkadang jauh lebih mulia daripada membalas. Kualitas diri dan kematangan iman seseorang sering kali terlihat dari caranya menghadapi kebodohan orang lain. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang memiliki akhlak mulia dan mampu membalas keburukan dengan kebaikan. Amin. Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb. __ ♻️ Silahkan disebarluaskan 🚫 Dilarang menambah dan mengurangi isi poster/video ini tanpa izin #khalidbasalamah #khalidbasalamahofficial #ustadzkhalid #ustadzkhalidbasalamah

About