@eliezercomercial: Juego de habitación completo moderno✅️🤩 Costo:RD$28,990 Incluye: Colchón Ortopédico✅️ Gavetero de 7 Gavetas✅️ 2 mesitas de noche✅️ Pago contra entrega✅️ Para mas info: 829-764-8917

Eliezer Comercial
Eliezer Comercial
Open In TikTok:
Region: DO
Sunday 22 March 2026 20:24:58 GMT
34283
574
16
78

Music

Download

Comments

adonisalexander470
alexander frias morla 470 :
donde están ubicados🥰
2026-06-06 12:17:40
1
lethsjd
Lebron. :
cuanto cuesta el primero
2026-09-13 09:42:14
0
yudelka236
Maldonado 🩷 :
Hola sigue disponible
2026-08-06 15:31:42
0
k2656583
☹☹ :
Buenas noches usted hace envio por seibo
2026-07-07 01:14:59
0
youvikazidor
Youvie♎la souriante❤️🩷 :
cuánto es el envío para bavaro friusa
2026-06-19 17:28:36
0
larubia90hotmail.com
La rubia 90 :
Cuál es el precio de la cama, no quiero ni el gabetero ni la mesita
2026-05-07 11:00:29
0
mariela.mato5
Mariela matos😇 :
Me interesa el número
2026-04-19 23:54:38
0
rosmeryhb01
😍RosmeryHB😍 :
y sin el colchón
2026-04-03 18:05:54
0
nayelifelizalcantara
nayeli alcantara :
y del primero sin el gavetero y la mesita cuánto cuesta
2026-04-04 01:26:37
0
To see more videos from user @eliezercomercial, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Desa Digital Dorong Pelayanan Desa Lebih Cepat dan Mudah KOMPAS.TV - Pemerintah Kabupaten Jepara mencanangkan Desa Digital pada Lokus Pilot Project Tahun 2026 sebagai langkah memperkuat tata kelola pemerintahan desa sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pencanangan berlangsung di Balai Desa Kelet, Kecamatan Keling, Kamis (1/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Jepara mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan pemerintahan desa. Melalui digitalisasi, pelayanan diharapkan semakin mudah, cepat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pencanangan dihadiri Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar yang mewakili Bupati Jepara H. Witiarso Utomo, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Jepara Ali Hidayat, Kepala Dinsospermades Muh Ali, Kepala Diskominfo Budhi Sulistyawan, Forkopimcam, serta para Petinggi se-Kecamatan Keling. Dalam sambutannya, Gus Hajar, sapaan akrab Wakil Bupati Jepara, mengatakan Desa Digital merupakan bagian dari arah pembangunan Jepara MULUS, khususnya dalam mewujudkan “MULUS Birokrasinya”. “Pemanfaatan teknologi diharapkan mampu menciptakan tata kelola pemerintahan desa yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat dan pelaku ekonomi lokal untuk berkembang,” ujarnya. Pada 2026, Penilaian Klasifikasi Digital Pemerintah Desa dilakukan pada 32 lokus pilot project. Sebelumnya, pada 2024 penilaian dilakukan di 11 desa. Desa Tegalsambi dan Desa Kelet berhasil masuk kategori Digital. Klasifikasi tersebut meliputi empat tingkatan, yaitu Inisiasi, Berkembang, Maju, dan Digital, dengan aspek penilaian mencakup infrastruktur digital, pemerintahan digital, ekonomi digital, dan masyarakat digital. Pendampingan dilakukan untuk melihat kondisi masing-masing desa sekaligus menentukan kebutuhan pengembangannya. Desa Kelet menjadi salah satu contoh penerapan digitalisasi pelayanan. Desa ini telah mengembangkan layanan administrasi kependudukan melalui Kumisku, 54 jenis surat melalui Sistem Informasi Desa (SID), surat dinas melalui SRIKANDI, serta terintegrasi dengan Tanda Tangan Elektronik. Gus Hajar berharap 32 desa yang menjadi lokus pilot project dapat memanfaatkan pendampingan tersebut sebagai peta jalan untuk melakukan perbaikan secara bertahap dan konsisten. Masyarakat juga diharapkan ikut terlibat dengan memanfaatkan teknologi secara bijak, aman, dan produktif. Manfaat digitalisasi tersebut turut dirasakan masyarakat. “Digitalisasi harus hadir untuk memudahkan pekerjaan pemerintah desa dan yang paling utama, memudahkan masyarakat,” kata Gus Hajar. #kabupatenjepara #desadigital #jepara #tiktokberita erita
Desa Digital Dorong Pelayanan Desa Lebih Cepat dan Mudah KOMPAS.TV - Pemerintah Kabupaten Jepara mencanangkan Desa Digital pada Lokus Pilot Project Tahun 2026 sebagai langkah memperkuat tata kelola pemerintahan desa sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pencanangan berlangsung di Balai Desa Kelet, Kecamatan Keling, Kamis (1/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Jepara mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan pemerintahan desa. Melalui digitalisasi, pelayanan diharapkan semakin mudah, cepat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pencanangan dihadiri Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar yang mewakili Bupati Jepara H. Witiarso Utomo, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Jepara Ali Hidayat, Kepala Dinsospermades Muh Ali, Kepala Diskominfo Budhi Sulistyawan, Forkopimcam, serta para Petinggi se-Kecamatan Keling. Dalam sambutannya, Gus Hajar, sapaan akrab Wakil Bupati Jepara, mengatakan Desa Digital merupakan bagian dari arah pembangunan Jepara MULUS, khususnya dalam mewujudkan “MULUS Birokrasinya”. “Pemanfaatan teknologi diharapkan mampu menciptakan tata kelola pemerintahan desa yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat dan pelaku ekonomi lokal untuk berkembang,” ujarnya. Pada 2026, Penilaian Klasifikasi Digital Pemerintah Desa dilakukan pada 32 lokus pilot project. Sebelumnya, pada 2024 penilaian dilakukan di 11 desa. Desa Tegalsambi dan Desa Kelet berhasil masuk kategori Digital. Klasifikasi tersebut meliputi empat tingkatan, yaitu Inisiasi, Berkembang, Maju, dan Digital, dengan aspek penilaian mencakup infrastruktur digital, pemerintahan digital, ekonomi digital, dan masyarakat digital. Pendampingan dilakukan untuk melihat kondisi masing-masing desa sekaligus menentukan kebutuhan pengembangannya. Desa Kelet menjadi salah satu contoh penerapan digitalisasi pelayanan. Desa ini telah mengembangkan layanan administrasi kependudukan melalui Kumisku, 54 jenis surat melalui Sistem Informasi Desa (SID), surat dinas melalui SRIKANDI, serta terintegrasi dengan Tanda Tangan Elektronik. Gus Hajar berharap 32 desa yang menjadi lokus pilot project dapat memanfaatkan pendampingan tersebut sebagai peta jalan untuk melakukan perbaikan secara bertahap dan konsisten. Masyarakat juga diharapkan ikut terlibat dengan memanfaatkan teknologi secara bijak, aman, dan produktif. Manfaat digitalisasi tersebut turut dirasakan masyarakat. “Digitalisasi harus hadir untuk memudahkan pekerjaan pemerintah desa dan yang paling utama, memudahkan masyarakat,” kata Gus Hajar. #kabupatenjepara #desadigital #jepara #tiktokberita erita

About