adaapa :
Aku sudah sampai di titik di mana namamu tak lagi ingin kusebut, bukan karena aku membencimu, tapi karena aku akhirnya memilih untuk menghargai diriku sendiri. Dulu, aku begitu mudah kembali hanya karena satu pesan darimu, satu perhatian kecil yang seolah menghapus semua luka. Tapi sekarang tidak lagi. Aku lelah berharap pada seseorang yang bahkan tak pernah benar-benar berjuang untukku.
Aku pernah menginginkanmu dengan sangat, sampai lupa bagaimana caranya berdiri tanpa bayangmu. Namun waktu mengajarkanku bahwa tidak semua yang kita inginkan pantas untuk dipertahankan. Ada yang harus dilepas, meski hati masih berat, meski kenangan masih sering datang tanpa diundang.
Sekarang aku memilih untuk tidak mengenalmu lagi, tidak mencari tahu kabarmu, tidak peduli dengan siapa kamu bersama. Bukan karena aku sudah benar-benar lupa, tapi karena aku sadar, melihatmu hanya akan membuka luka yang susah payah aku sembuhkan.
Aku juga tak lagi menginginkanmu. Keinginan itu sudah hilang, terkikis oleh rasa kecewa yang terus berulang. Dan tentang melihatmu… bahkan sekilas pun aku tak ingin. Bukan karena aku lemah, tapi karena aku ingin menjaga hatiku tetap utuh.
Terima kasih pernah hadir, meski akhirnya hanya mengajarkanku arti kehilangan. Dan sekarang, biarlah aku melangkah tanpa kamu, tanpa cerita lama, dan tanpa harapan yang dulu pernah begitu besar.
2026-03-24 13:56:01