@julia.burch: Shhh 🤫

Jules
Jules
Open In TikTok:
Region: US
Monday 23 March 2026 19:42:21 GMT
15679
1491
17
13

Music

Download

Comments

badapple1888
badapple1888 :
dream girls are real ❤️🫶
2026-03-25 16:24:37
0
paul06573
Paul :
Hello Beautiful 🌹🌹🌹🌹
2026-03-24 23:57:44
0
maskdancer79
automatic :
you 💯 % got me
2026-04-10 12:22:29
0
hamza_diablo
Diablo_Hamza :
hey how are u Julie ☺️
2026-03-23 19:43:56
1
renqest
renqest :
so gorgeous🥰
2026-03-23 20:05:11
0
hubertendorcop
Hubert Jarosławski :
This is amazing ❤️❤️❤️💕💕💕
2026-03-23 19:54:04
1
jonoguildford
Jono Guildford :
Yes you got me now.... What happens next
2026-03-24 11:33:05
0
shejbimoto
shejbimoto 🇨🇿 :
❤️❤️🥰🥰❤️
2026-03-25 19:59:02
0
jpkrusa1696
張昱卓覺 :
😎
2026-03-24 16:56:53
0
jpkrusa1696
張昱卓覺 :
😻😻😎
2026-03-24 16:56:52
0
filibertomoran697
filibertomoran697 :
😘🌹😘🌹😘🌹
2026-04-02 01:24:54
0
dumm_dumm._
dumm_dumm :
😁❤️🤗
2026-03-24 09:56:11
0
alexandier71
alexandier :
😍😍😍
2026-03-24 04:52:01
0
dan925610
dan🏴󠁧󠁢󠁷󠁬󠁳󠁿 :
🥰🥰🥰😍😍😍
2026-03-24 00:03:42
0
romek2700
Romek :
😘😘😘
2026-03-23 20:34:04
0
nathanv74
Nathan :
😍😍😍
2026-03-23 19:46:18
0
gianfrancolombardi1986
gianfrancolombardi1986 :
😍😍😍
2026-04-28 13:30:19
0
To see more videos from user @julia.burch, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Terjadi Demo Besar-besaran 'No Kings', Protes Gaya Otoriter Trump di Berbagai Kota AS Ribuan demonstran berkumpul di seluruh Amerika Serikat (AS) untuk menentang Presiden Donald Trump. Mereka melampiaskan kemarahan atas gaya pemerintahan Trump yang dinilai otoriter, kebijakan imigrasi garis kerasnya, dan perang dengan Iran Dilansir AFP, Aksi demonstrasi berlangsung Sabtu (29/3/2026) waktu setempat. Penyelenggara mengatakan setidaknya 8 juta orang berkumpul di lebih dari 3.300 acara di seluruh 50 negara bagian dari kota-kota besar hingga kota-kota kecil. Ini adalah kali ketiga dalam kurang dari setahun warga Amerika turun ke jalan sebagai bagian dari gerakan akar rumput yang disebut 'No Kings', saluran oposisi yang paling vokal dan visual terhadap Trump sejak ia memulai masa jabatan keduanya pada Januari 2025.  Di New York, kota terpadat di Amerika, puluhan ribu demonstran berkumpul, termasuk aktor peraih Oscar Robert De Niro, seorang kritikus Trump yang sering menyebut presiden Trump ancaman eksistensial bagi kebebasan dan keamanan kita. Aksi protes berlangsung dari Atlanta hingga San Diego. Mereka merasa konstitusi terancam.
Terjadi Demo Besar-besaran 'No Kings', Protes Gaya Otoriter Trump di Berbagai Kota AS Ribuan demonstran berkumpul di seluruh Amerika Serikat (AS) untuk menentang Presiden Donald Trump. Mereka melampiaskan kemarahan atas gaya pemerintahan Trump yang dinilai otoriter, kebijakan imigrasi garis kerasnya, dan perang dengan Iran Dilansir AFP, Aksi demonstrasi berlangsung Sabtu (29/3/2026) waktu setempat. Penyelenggara mengatakan setidaknya 8 juta orang berkumpul di lebih dari 3.300 acara di seluruh 50 negara bagian dari kota-kota besar hingga kota-kota kecil. Ini adalah kali ketiga dalam kurang dari setahun warga Amerika turun ke jalan sebagai bagian dari gerakan akar rumput yang disebut 'No Kings', saluran oposisi yang paling vokal dan visual terhadap Trump sejak ia memulai masa jabatan keduanya pada Januari 2025. Di New York, kota terpadat di Amerika, puluhan ribu demonstran berkumpul, termasuk aktor peraih Oscar Robert De Niro, seorang kritikus Trump yang sering menyebut presiden Trump ancaman eksistensial bagi kebebasan dan keamanan kita. Aksi protes berlangsung dari Atlanta hingga San Diego. Mereka merasa konstitusi terancam. "Tidak ada negara yang dapat memerintah tanpa persetujuan rakyat," kata veteran militer berusia 36 tahun, Marc McCaughey, kepada AFP di Atlanta, tempat ribuan orang turun ke jalan. "Kami di sini karena kami merasa Konstitusi terancam dalam berbagai cara. Keadaan tidak normal. Keadaan tidak baik," ucapnya. Di kota West Bloomfield, Michigan, dekat Detroit, orang-orang menantang suhu di bawah titik beku untuk berdemonstrasi. Dan di ibu kota AS, Washington, ribuan demonstran beberapa membawa spanduk bertuliskan "Trump Harus Mundur Sekarang!" dan "Lawan Fasisme" berbondong-bondong ke National Mall. "Dia terus berbohong dan berbohong dan berbohong dan berbohong, dan tidak ada yang mengatakan apa pun. Jadi ini situasi yang mengerikan yang kita alami," kata seorang pensiunan berusia 67 tahun, Robert Pavosevich kepada AFP.

About