@mauryshop25: El perfume ideal para aquellos caballeros, que no quieran pasar desapercibido ideal para el uso diario✨🤭😎 #allblack #perfumescyzone #cyzonevenezuela #perfumesdehombres #paratiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

Maury Shop
Maury Shop
Open In TikTok:
Region: CO
Wednesday 25 March 2026 01:12:39 GMT
40631
497
8
345

Music

Download

Comments

michi__girl__
✨🖤🌹🌹🖤✨ :
huel super bien
2026-05-28 13:31:31
2
jose.dias9883
Jose Dias :
que precio tiene
2026-10-16 00:47:22
1
yusnery69
yusnery :
Precio
2026-06-19 21:15:26
0
To see more videos from user @mauryshop25, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

🌹MIZUKI TAKARAYA🌹 Selama Lima Tahun Mereka Menyimpan Masakan Terakhir Sang Ibu di Freezer. Bukan Karena Lupa, Tetapi Karena Belum Siap Mengucapkan Selamat Tinggal. Ada makanan yang mengenyangkan perut. Ada pula makanan yang menyimpan kenangan. Bagi Mizuki Takaraya, semangkuk kakuni bukan sekadar masakan rumahan. Itu adalah kenangan terakhir dari ibunya. Pada tahun 2013, Mizuki meminta sang ibu memasakkan makanan favoritnya. Seperti biasa, ibunya menyiapkan kakuni dengan penuh kasih. Namun, sebelum keluarga itu sempat duduk bersama untuk menyantapnya, tragedi datang tanpa peringatan. Sang ibu mendadak mengalami perdarahan subaraknoid (subarachnoid hemorrhage) dan meninggal dunia. Dalam hitungan jam, rumah yang sebelumnya dipenuhi aroma masakan berubah menjadi rumah yang dipenuhi duka. Di dalam dapur, hidangan terakhir buatan sang ibu masih tersimpan. Mizuki dan ayahnya tidak sanggup memakannya. Tetapi mereka juga tidak sanggup membuangnya. Mereka membungkus makanan itu dengan hati-hati, lalu menyimpannya di bagian terdalam freezer rumah. Hari berganti minggu. Minggu berganti tahun. Namun kakuni itu tetap berada di tempat yang sama. Selama lima tahun, makanan tersebut menjadi simbol kerinduan yang belum selesai. Pada tahun 2018, Mizuki akhirnya memberanikan diri menghubungi acara televisi Jepang Tantei! Night Scoop (Knight Scoop). Permintaannya sederhana, tetapi sangat menyentuh. Ia ingin mengetahui apakah hidangan terakhir buatan ibunya masih dapat dikonsumsi dengan aman, agar ia dan ayahnya dapat mengenang sang ibu melalui rasa masakannya untuk terakhir kali. Tim acara kemudian membawa sampel makanan itu kepada seorang ahli mikrobiologi dari Tokyo University of Agriculture untuk diperiksa. Menurut hasil pemeriksaan yang ditampilkan dalam program tersebut, makanan dinilai masih layak diproses lebih lanjut karena selama lima tahun terus berada dalam kondisi beku yang stabil. Selanjutnya, seorang koki profesional memanaskan kembali hidangan tersebut dengan teknik yang sesuai sebelum disajikan kepada Mizuki dan ayahnya. Saat suapan pertama masuk ke mulut mereka... Air mata pun jatuh. Mizuki mengatakan rasa masakan itu sama seperti yang selalu dibuat ibunya. Ayahnya pun mengangguk pelan. Bagi orang lain, mungkin itu hanyalah semangkuk kakuni. Namun bagi mereka, itu adalah kesempatan terakhir untuk kembali merasakan kasih sayang seorang ibu yang telah tiada. Kisah keluarga Takaraya menyentuh hati banyak orang di Jepang dan berbagai negara. Bukan karena makanan itu bertahan lima tahun. Melainkan karena cinta seorang ibu ternyata mampu hidup jauh lebih lama daripada waktu. Kadang, kenangan paling kuat tidak tersimpan dalam foto atau benda berharga. Kadang... kenangan itu hidup dalam aroma masakan yang pernah memenuhi rumah.
🌹MIZUKI TAKARAYA🌹 Selama Lima Tahun Mereka Menyimpan Masakan Terakhir Sang Ibu di Freezer. Bukan Karena Lupa, Tetapi Karena Belum Siap Mengucapkan Selamat Tinggal. Ada makanan yang mengenyangkan perut. Ada pula makanan yang menyimpan kenangan. Bagi Mizuki Takaraya, semangkuk kakuni bukan sekadar masakan rumahan. Itu adalah kenangan terakhir dari ibunya. Pada tahun 2013, Mizuki meminta sang ibu memasakkan makanan favoritnya. Seperti biasa, ibunya menyiapkan kakuni dengan penuh kasih. Namun, sebelum keluarga itu sempat duduk bersama untuk menyantapnya, tragedi datang tanpa peringatan. Sang ibu mendadak mengalami perdarahan subaraknoid (subarachnoid hemorrhage) dan meninggal dunia. Dalam hitungan jam, rumah yang sebelumnya dipenuhi aroma masakan berubah menjadi rumah yang dipenuhi duka. Di dalam dapur, hidangan terakhir buatan sang ibu masih tersimpan. Mizuki dan ayahnya tidak sanggup memakannya. Tetapi mereka juga tidak sanggup membuangnya. Mereka membungkus makanan itu dengan hati-hati, lalu menyimpannya di bagian terdalam freezer rumah. Hari berganti minggu. Minggu berganti tahun. Namun kakuni itu tetap berada di tempat yang sama. Selama lima tahun, makanan tersebut menjadi simbol kerinduan yang belum selesai. Pada tahun 2018, Mizuki akhirnya memberanikan diri menghubungi acara televisi Jepang Tantei! Night Scoop (Knight Scoop). Permintaannya sederhana, tetapi sangat menyentuh. Ia ingin mengetahui apakah hidangan terakhir buatan ibunya masih dapat dikonsumsi dengan aman, agar ia dan ayahnya dapat mengenang sang ibu melalui rasa masakannya untuk terakhir kali. Tim acara kemudian membawa sampel makanan itu kepada seorang ahli mikrobiologi dari Tokyo University of Agriculture untuk diperiksa. Menurut hasil pemeriksaan yang ditampilkan dalam program tersebut, makanan dinilai masih layak diproses lebih lanjut karena selama lima tahun terus berada dalam kondisi beku yang stabil. Selanjutnya, seorang koki profesional memanaskan kembali hidangan tersebut dengan teknik yang sesuai sebelum disajikan kepada Mizuki dan ayahnya. Saat suapan pertama masuk ke mulut mereka... Air mata pun jatuh. Mizuki mengatakan rasa masakan itu sama seperti yang selalu dibuat ibunya. Ayahnya pun mengangguk pelan. Bagi orang lain, mungkin itu hanyalah semangkuk kakuni. Namun bagi mereka, itu adalah kesempatan terakhir untuk kembali merasakan kasih sayang seorang ibu yang telah tiada. Kisah keluarga Takaraya menyentuh hati banyak orang di Jepang dan berbagai negara. Bukan karena makanan itu bertahan lima tahun. Melainkan karena cinta seorang ibu ternyata mampu hidup jauh lebih lama daripada waktu. Kadang, kenangan paling kuat tidak tersimpan dalam foto atau benda berharga. Kadang... kenangan itu hidup dalam aroma masakan yang pernah memenuhi rumah.

About