@luck114253:

Audit zone shorts
Audit zone shorts
Open In TikTok:
Region: US
Wednesday 25 March 2026 03:07:14 GMT
7072
82
9
0

Music

Download

Comments

chadcampbell4954
chadcampbell4954 :
part 2?
2026-03-25 21:31:55
0
quincylara550
quincylara550 :
C
2026-04-12 06:52:59
0
tennesseetransparency
expose the corrupt :
waste of taxpayers money..... this state for sure needs to end qualified immunity
2026-03-25 14:04:24
5
brians_60
Brian Fisher :
1st,4th amendment violation by police officer and lawsuit coming against this police
2026-03-25 20:43:44
1
walter36385
Walter :
cops never saw an altercation and can't prove one even happened. And it didn't take place in their presence like they always say when they don't want to do anything about it.
2026-03-25 20:16:41
4
analog__kid
Marty Miguel :
“It’s standard protocol to violate citizens’ 4th amendment” 🙄🙄🙄
2026-03-25 16:04:14
2
cowboyslament205
cowboyslament205 :
well this is mississippi so best practices cant be expected from policy enforcers of the executive branch.
2026-03-25 20:51:26
1
myboys9128
LYT :
💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏
2026-03-25 20:40:40
0
To see more videos from user @luck114253, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

DI BAWA ENJOY SAJA😹 Wali Kota Palembang, Sumatera Selatan, Ratu Dewa akhirnya minta maaf usai melontarkan kalimat
DI BAWA ENJOY SAJA😹 Wali Kota Palembang, Sumatera Selatan, Ratu Dewa akhirnya minta maaf usai melontarkan kalimat "enjoy" saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ucapan itu sebelumnya dianggap menyinggung perasaan masyarakat yang terkena dampak karhutla. Dengan kerendahan hati, saya meminta maaf dengan warga yang terdampak Karhutlah baik yang ada di dalam Kota Palembang maupun dampak dari luar yang menyebabkan asap terus menerus," tulis Dewa dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, @ratudewa, Rabu (7/10/2026). la memastikan, pemerintah terus bekerja secara maksimal untuk menangani karhutla yang memicu kabut asap di Palembang. Dewa pun mengakui salah memilih kata "enjoy", sehingga melukai hati warganya karena dianggap tidak peduli. "Tapi saya akui, mungkin pilihan kata saya kurang tepat. Untuk itu saya mohon maaf," ujarnya. Yang jelas, saya tetap peduli dan kami di Pemerintah Kota Palembang akan terus bekerja untuk menangani persoalan ini dan melindungi masyarakat," tambahnya. Menurutnya, kata itu dimaksudkan untuk menggambarkan sikap seorang pemimpin yang harus tetap tenang dalam semua kondisi. Hal itu penting dimiliki agar bisa mengambil kebijakan yang tepat. "Saya paham kondisi sekarang tidak mudah. Kabut asap ini berdampak ke masyarakat, terutama kesehatan anak-anak dan warga kita. Jadi tidak ada maksud saya untuk mengatakan bahwa saya senang atau menikmati kondisi seperti ini. Sama sekali tidak," jelas dia. "Yang saya maksud, dalam menghadapi situasi seperti ini, seorang pemimpin harus tetap tenang, jangan ikut panik, supaya bisa berpikir dan mengambil keputusan dengan baik," sambungnya. #fyp #karhutla

About