@victoria.intheuniverse: this one hurt #pov #avoidant #anxious ib: @Micah Kohn

victoria.intheuniverse
victoria.intheuniverse
Open In TikTok:
Region: US
Friday 27 March 2026 03:49:24 GMT
1119927
207398
1230
14272

Music

Download

Comments

.vixsq
jayden ⚢ :
“do you miss me” NO!!!!! i literally don’t miss ANYONE!!!!!!! i DO like you, i just forget everyone exists until they’re brought up or i see them!!!!!!!!
2026-03-29 19:50:59
18341
liv.camille
liv :
Im so the problem but idc
2026-03-28 21:51:23
23687
bumbled_.bee
MARTIN BLACKWOOD'S #1 FAN :
"It only takes a minute to reply!" okay but when does 'needing to reply' become an all day thing I NEED SPACE
2026-03-29 06:32:42
4439
sophsuee
sophie 🌷 :
I don’t even think this is just my avoidant attachment i think this is just annoying asf no matter WHAT
2026-03-28 15:27:41
6513
moms.spaghetti06
🌶️ulia :
this makes me sick. like actually.
2026-03-29 16:08:11
981
n1ght_dreamer
ok :
ok but…isn’t it a nightmare for most people?😭 i’m genuinely asking
2026-03-30 16:09:21
2324
z.mbl3
️ :
NO LEAVE ME ALONE
2026-03-28 17:23:48
7758
madalynnkayy
Madalynn 🦭 :
i’m a mix between anxious attachment & avoidant and idk if i’m scared or not
2026-03-29 00:32:50
1445
dianaretrograde
🔮 Diana in Retrograde 🪐 :
"did you miss me?" I would if you'd let me...
2026-04-03 21:52:49
1464
meeglemore
meeglemore :
It’s just a skit, it’s just a skit, it’s just a skit
2026-03-30 14:06:16
3464
ilovefirstaidkit
grace 🌚 :
hanging up then immediately getting an “i already miss u” text
2026-03-29 14:52:53
1654
913cartier
🫗 :
Ts so annoying
2026-03-29 14:15:31
2435
lumy.lemon
Lumy :
Get me OUT of here
2026-03-31 00:29:38
572
sophiphilicious
sophiphilicious :
this would be my own personal hell
2026-03-30 08:35:49
462
soooooheyon
Diana :
Oh so I’m ACTUALLY the problem, cause this both annoyed me and icked me out
2026-03-30 04:03:11
383
sashaliciouus
sasha ଘ(੭ˊᵕˋ)੭* ̥°⋰˚ :
this triggered something in me
2026-03-27 18:11:12
1203
alazne.gm
alazne ⚭🍓 :
literally exhausting
2026-06-04 03:05:14
10
theefashunjunkie
theefashunjunkie :
this triggered tf outta me LMAO
2026-03-29 15:47:28
370
_vod.ka
Annika 💫 :
I'm starting to think it's the audacity
2026-03-27 14:51:06
494
grav3yardnymph
mars :
i think people don't realize that a LOTTT of avoidants used to be anxious 😭
2026-04-15 22:49:38
131
justartinhere
Sarah :
And always with this 🥺 emoji
2026-03-29 22:04:09
81
To see more videos from user @victoria.intheuniverse, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Tempest telah berubah menjadi reruntuhan. Api masih membakar sisa-sisa bangunan. Tanah dipenuhi darah dan pecahan batu. Di tengah kehancuran itu, Milim berdiri membeku di hadapan tubuh Rimuru. “...Rimuru?” Tidak ada jawaban. Milim berlutut dan menyentuh wajahnya. Dingin. “Tidak...” Ia mengguncang tubuh Rimuru. “Bangun.” Tidak ada reaksi. “Rimuru, bangun!” Milim mengguncangnya semakin keras. “BANGUN!” Tetap diam. “Jangan bercanda seperti ini...!” Suaranya mulai pecah. “Oi, Rimuru! Kau dengar aku, kan?!” Air mata mengalir deras. “Jawab aku!” “Bilang aku berisik!” “Bilang aku bodoh!” “Apa saja!” Milim memeluk tubuh Rimuru erat-erat. “JANGAN DIAM SAJA!” Jeritannya menggema di antara reruntuhan. “KAU BILANG KITA AKAN TERUS BERSAMA!” “KAU BILANG AKU TIDAK AKAN SENDIRIAN!” “JADI KENAPA KAU PERGI?!” Tidak ada jawaban. Hanya kesunyian. Milim perlahan mengangkat wajahnya. Matanya merah dan penuh air mata. Kemudian ia melihat sekeliling. Dunia masih ada. Langit masih berdiri. Tanah masih utuh. Angin masih bertiup. Seolah-olah kematian Rimuru tidak berarti apa-apa bagi dunia. “...Kenapa?” Suaranya berubah menjadi bisikan. Lalu tangannya mengepal. “KENAPA DUNIA INI MASIH ADA?!” Aura mengerikan meledak dari tubuhnya. Tanah retak. Reruntuhan terangkat. Langit bergemuruh. “RIMURU SUDAH MATI!” “LALU UNTUK APA SEMUANYA MASIH BERDIRI?!” Milim menatap langit dengan amarah yang bercampur tangis. “UNTUK APA DUNIA INI MASIH ADA?!” “UNTUK SIAPA?!” “APA GUNANYA SEMUA INI KALAU DIA SUDAH TIDAK ADA?!” Kekuatannya semakin besar. Namun air matanya tidak berhenti. “Dulu aku pikir aku mencintai dunia ini...” Milim menatap Rimuru. “...ternyata aku hanya mencintai dunia yang memiliki dirimu.” Ia menggenggam tangan Rimuru yang telah dingin. “Karena kaulah yang membuat semuanya terasa berarti.” Suaranya kembali pecah. “Kalau kau tidak ada...” “...aku tidak menginginkan apa pun.” Milim berdiri dan menatap dunia dengan kebencian yang lahir dari kesedihan. “Kalau dunia ini tidak mampu mengembalikan Rimuru kepadaku...” Energi kehancuran memenuhi langit. “...maka AKU SENDIRI YANG AKAN MENGHANCURKANNYA!” Milim berteriak sekuat tenaga. “DUNIA TANPA RIMURU...” Air mata mengalir di wajahnya. “...TIDAK ADA ARTINYA BAGIKU!” Dan di tengah Tempest yang telah hancur... Milim Nava memilih untuk menghancurkan dunia yang masih berdiri, karena ia tidak sanggup menerima kenyataan bahwa dunia bisa terus ada ketika Rimuru sudah tidak ada. #rimurutempest #milimnava #tenseishitaraslimedattaken #thattimeigotreincarnatedasaslime #slimeareaclan
Tempest telah berubah menjadi reruntuhan. Api masih membakar sisa-sisa bangunan. Tanah dipenuhi darah dan pecahan batu. Di tengah kehancuran itu, Milim berdiri membeku di hadapan tubuh Rimuru. “...Rimuru?” Tidak ada jawaban. Milim berlutut dan menyentuh wajahnya. Dingin. “Tidak...” Ia mengguncang tubuh Rimuru. “Bangun.” Tidak ada reaksi. “Rimuru, bangun!” Milim mengguncangnya semakin keras. “BANGUN!” Tetap diam. “Jangan bercanda seperti ini...!” Suaranya mulai pecah. “Oi, Rimuru! Kau dengar aku, kan?!” Air mata mengalir deras. “Jawab aku!” “Bilang aku berisik!” “Bilang aku bodoh!” “Apa saja!” Milim memeluk tubuh Rimuru erat-erat. “JANGAN DIAM SAJA!” Jeritannya menggema di antara reruntuhan. “KAU BILANG KITA AKAN TERUS BERSAMA!” “KAU BILANG AKU TIDAK AKAN SENDIRIAN!” “JADI KENAPA KAU PERGI?!” Tidak ada jawaban. Hanya kesunyian. Milim perlahan mengangkat wajahnya. Matanya merah dan penuh air mata. Kemudian ia melihat sekeliling. Dunia masih ada. Langit masih berdiri. Tanah masih utuh. Angin masih bertiup. Seolah-olah kematian Rimuru tidak berarti apa-apa bagi dunia. “...Kenapa?” Suaranya berubah menjadi bisikan. Lalu tangannya mengepal. “KENAPA DUNIA INI MASIH ADA?!” Aura mengerikan meledak dari tubuhnya. Tanah retak. Reruntuhan terangkat. Langit bergemuruh. “RIMURU SUDAH MATI!” “LALU UNTUK APA SEMUANYA MASIH BERDIRI?!” Milim menatap langit dengan amarah yang bercampur tangis. “UNTUK APA DUNIA INI MASIH ADA?!” “UNTUK SIAPA?!” “APA GUNANYA SEMUA INI KALAU DIA SUDAH TIDAK ADA?!” Kekuatannya semakin besar. Namun air matanya tidak berhenti. “Dulu aku pikir aku mencintai dunia ini...” Milim menatap Rimuru. “...ternyata aku hanya mencintai dunia yang memiliki dirimu.” Ia menggenggam tangan Rimuru yang telah dingin. “Karena kaulah yang membuat semuanya terasa berarti.” Suaranya kembali pecah. “Kalau kau tidak ada...” “...aku tidak menginginkan apa pun.” Milim berdiri dan menatap dunia dengan kebencian yang lahir dari kesedihan. “Kalau dunia ini tidak mampu mengembalikan Rimuru kepadaku...” Energi kehancuran memenuhi langit. “...maka AKU SENDIRI YANG AKAN MENGHANCURKANNYA!” Milim berteriak sekuat tenaga. “DUNIA TANPA RIMURU...” Air mata mengalir di wajahnya. “...TIDAK ADA ARTINYA BAGIKU!” Dan di tengah Tempest yang telah hancur... Milim Nava memilih untuk menghancurkan dunia yang masih berdiri, karena ia tidak sanggup menerima kenyataan bahwa dunia bisa terus ada ketika Rimuru sudah tidak ada. #rimurutempest #milimnava #tenseishitaraslimedattaken #thattimeigotreincarnatedasaslime #slimeareaclan

About