@rini_morbidellipk: Lagi cari motor yang keren, nyaman, dan kualitasnya terasa premium? Saatnya pilih Morbidelli! Desainnya gagah, riding position nyaman, dan build quality-nya solid di kelasnya. Cocok untuk harian maupun perjalanan jauh. Jangan tunggu lama, yuk miliki Morbidelli sekarang juga! 🔥 Minat bisa langsung WA ke no HP 085363368808 atau langsung datang ke Dealer di Jl. HR Soebrantas No.12 Paham Pekanbaru 👍 #morbidelli #Benelli #pekanbaru #fyppppppppppppppppppppppp #fyp

Rini. Morbidelli. Pekanbaru
Rini. Morbidelli. Pekanbaru
Open In TikTok:
Region: ID
Saturday 28 March 2026 05:00:29 GMT
257897
6553
240
631

Music

Download

Comments

halawa5716
Halawa :
DM harga min??
2026-05-01 02:45:26
1
saifullah138
HAMBA ALLAH :
harga om
2026-04-30 09:37:54
1
arlansyah.project93
ARLANSYAH PROJECT :
luar daerah bisa ga ni bos
2026-06-02 13:01:20
1
dian270420
dian :
brpa tuh bang
2026-05-01 04:16:32
1
sayuti0334
sayuti :
bs credit
2026-05-22 04:48:26
1
noviayanti27
NoviaS :
Jawatimur mna ya
2026-05-23 08:58:26
1
shintaputriallano
Shintaputri :
area jogja sudah ada dealernya blm ya
2026-05-26 03:24:05
1
sutris_manies33
Sutrisno Aja.. :
cemas
2026-04-27 13:48:08
0
perm4tahat1
M4T4 H4TI :
Medan sudah ada kah
2026-05-23 00:16:05
1
user77398330431873
hendik :
bingung pilih morbidelli apa napoleon 250
2026-04-18 01:26:10
5
pengkolan.desa94
lestari :
assalamu'alaikum bang mau tanya 🙏 motor kaya gini cepet bobrok alias gak awet bener gak bang?
2026-06-11 05:10:30
1
ra.pps
10 Januari :
minimal dp brpa bang🙏
2026-04-22 18:01:44
0
dedy00404
ony :
harga
2026-04-26 12:30:01
0
whoscareee_0
D :
nunggu jadi 40jt 😭😭
2026-05-13 14:45:25
0
asmono17
asmono17 :
josss
2026-04-27 14:35:23
0
pikkoboyz3
Pikkoboyz :
OTW nanya2 dulu ke dealer boleh ? Brgkali bisa langsung CO 😂
2026-06-02 06:20:16
1
andessr12
AMORA CARWASH SOLOK :
Untuk sparepart aman nggak kak
2026-05-21 05:21:06
0
rizalkipli8
kipli :
speartpart nya gmn bos
2026-04-27 07:52:58
0
betonsarikapalmankomet
Ud beton sari kapal :
Bali ada ya?
2026-05-10 13:59:29
1
ch3ng5678
回忆36 :
harganya
2026-05-09 11:05:27
1
r.ferdyfauzi_official
Raden Ferdy A Fauzi :
basic nya motor apaa min ? cekhar
2026-05-27 13:41:54
0
sopian.pian9819
sofia 🍂🔥 :
kontrak person bang yg bisa sya pesan
2026-04-26 11:16:30
0
denden97627
denden :
modelnya bagus bagus ya
2026-05-09 08:10:14
1
lilismunika0
lilismunika0 :
untuk cwe TB 156 ketinggian nggak kak pakai motor ini??
2026-05-22 04:34:26
1
style_hriez
𝐻𝒶𝓇𝒾𝓈 𝐹𝒾𝓇𝓂𝒶𝓃𝓈𝓎𝒶? :
minat
2026-05-04 06:29:50
1
To see more videos from user @rini_morbidellipk, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

SAKSI KUNCI LITTLE ARESHA BONGKAR PRAKTIK BEDONG PAKSA, MINIM FASILITAS, HINGGA SISA MAKANAN DICAMPUR Persidangan perkara dugaan kekerasan dan penelantaran anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta di Pengadilan Negeri (PN) Kota Yogyakarta mengungkap fakta-fakta mencengangkan. Pada sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Sunaryanto bersama empat hakim anggota, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Yogyakarta menghadirkan saksi kunci berinisial DN, yang merupakan mantan pengasuh di daycare tersebut, bersama enam saksi dari orang tua korban. Dalam persidangan yang digelar pada Senin, 7 September 2026 tersebut, DN membeberkan berbagai praktik menyimpang yang terjadi selama dirinya bekerja di sana dari Januari hingga memilih resign sebelum penggerebekan pada April 2026. Di hadapan majelis hakim, DN mengungkapkan bahwa saat proses interview, ia diwawancara langsung oleh Ketua Yayasan Diyah Kusumastuti dan Kepala Sekolah Anita Palupy Indahsari, serta dikenakan kontrak kerja dua tahun dengan ancaman penalti atau penahanan ijazah jika mengundurkan diri.  Setibanya di kelas bayi DN mendapati instruksi langsung dari Ketua Yayasan untuk membedong seluruh bayi begitu mereka datang agar tidak banyak bergerak atau cedera. Praktik pembedongan ini dilakukan sepanjang hari, bahkan saat jam makan siang dan setelah mandi. Sehingga anak-anak hanya tidur dan jarang mendapat stimulasi pembelajaran sensorik maupun motorik, di mana aktivitas hanya dilakukan sesaat sekadar untuk mengambil foto laporan ke orang tua. Selain praktik bedong paksa dan fasilitas kamar yang sempit tanpa air hangat serta hanya beralaskan playmat tipis, DN juga mengungkap bahwa pihak daycare tidak menyediakan makanan atau snack.  Ironisnya, sisa nasi dan lauk dari bekal bawaan anak-anak justru dicampur menjadi satu untuk diolah kembali sebagai makan siang anak-anak di kelas Baby Besar. (hda/mon) Produser : Ibnu Taufik Juwariyanto Reporter : Miftahul Huda Editor : Mona Kriesdinar Program : Tribun Jogja News Video Editor : Afifudin #Persidangan #kekerasan #saksi
SAKSI KUNCI LITTLE ARESHA BONGKAR PRAKTIK BEDONG PAKSA, MINIM FASILITAS, HINGGA SISA MAKANAN DICAMPUR Persidangan perkara dugaan kekerasan dan penelantaran anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta di Pengadilan Negeri (PN) Kota Yogyakarta mengungkap fakta-fakta mencengangkan. Pada sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Sunaryanto bersama empat hakim anggota, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Yogyakarta menghadirkan saksi kunci berinisial DN, yang merupakan mantan pengasuh di daycare tersebut, bersama enam saksi dari orang tua korban. Dalam persidangan yang digelar pada Senin, 7 September 2026 tersebut, DN membeberkan berbagai praktik menyimpang yang terjadi selama dirinya bekerja di sana dari Januari hingga memilih resign sebelum penggerebekan pada April 2026. Di hadapan majelis hakim, DN mengungkapkan bahwa saat proses interview, ia diwawancara langsung oleh Ketua Yayasan Diyah Kusumastuti dan Kepala Sekolah Anita Palupy Indahsari, serta dikenakan kontrak kerja dua tahun dengan ancaman penalti atau penahanan ijazah jika mengundurkan diri. Setibanya di kelas bayi DN mendapati instruksi langsung dari Ketua Yayasan untuk membedong seluruh bayi begitu mereka datang agar tidak banyak bergerak atau cedera. Praktik pembedongan ini dilakukan sepanjang hari, bahkan saat jam makan siang dan setelah mandi. Sehingga anak-anak hanya tidur dan jarang mendapat stimulasi pembelajaran sensorik maupun motorik, di mana aktivitas hanya dilakukan sesaat sekadar untuk mengambil foto laporan ke orang tua. Selain praktik bedong paksa dan fasilitas kamar yang sempit tanpa air hangat serta hanya beralaskan playmat tipis, DN juga mengungkap bahwa pihak daycare tidak menyediakan makanan atau snack. Ironisnya, sisa nasi dan lauk dari bekal bawaan anak-anak justru dicampur menjadi satu untuk diolah kembali sebagai makan siang anak-anak di kelas Baby Besar. (hda/mon) Produser : Ibnu Taufik Juwariyanto Reporter : Miftahul Huda Editor : Mona Kriesdinar Program : Tribun Jogja News Video Editor : Afifudin #Persidangan #kekerasan #saksi
DIY TAHAN CADANGAN MEDIS UNTUK ANTISIPASI MELUASNYA ABU VULKANIK ANAK KRAKATAU Merespons meluasnya sebaran debu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau hingga ke sejumlah wilayah di Pulau Jawa dan Sumatra pada Senin (7/9/2026), Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memutuskan untuk menahan cadangan medis (buffer) di daerah dan mengeluarkan peringatan dini terkait ancaman kesehatan akibat partikel mikro-silika. Langkah mitigasi ini disiagakan secara penuh meski wilayah DIY saat ini belum terdampak langsung oleh paparan abu vulkanik. Menurut Kepala Dinas Kesehatan DIY, dr. Gregorius Anung Trihadi, M.P.H., Dinkes DIY memilih untuk bersikap waspada dan memprioritaskan ketahanan logistik internal agar tidak terjadi kekosongan cadangan medis jika situasi darurat terjadi di wilayah yurisdiksinya. Sebagai bentuk antisipasi, Anung mengimbau seluruh masyarakat DIY untuk mulai mempersiapkan langkah-langkah perlindungan diri dasar serta menjaga sanitasi lingkungan, terutama sumber air bersih yang sangat rentan tercemar abu vulkanik. Sebagai informasi, berdasarkan analisis citra RGB Himawari-9 dan informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pukul 04.00 WIB pagi ini, sebaran debu vulkanik Gunung Anak Krakatau terdeteksi membentuk dua klaster besar di udara.  Abu vulkanik terpantau bergerak meluas dari permukaan hingga ketinggian 50.000 kaki, menyelimuti sebagian wilayah perairan Samudra Hindia, Jakarta, Banten, Jawa Barat, Bengkulu, hingga Lampung, yang pergerakannya sangat bergantung pada dinamika arah angin harian. (han/mon) Produser : Ibnu Taufik Juwariyanto Reporter : Hanif Suryo Editor : Mona Kriesdinar Program : Tribun Jogja News Video Editor : Afifudin #masker #krakatau #erupsi
DIY TAHAN CADANGAN MEDIS UNTUK ANTISIPASI MELUASNYA ABU VULKANIK ANAK KRAKATAU Merespons meluasnya sebaran debu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau hingga ke sejumlah wilayah di Pulau Jawa dan Sumatra pada Senin (7/9/2026), Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memutuskan untuk menahan cadangan medis (buffer) di daerah dan mengeluarkan peringatan dini terkait ancaman kesehatan akibat partikel mikro-silika. Langkah mitigasi ini disiagakan secara penuh meski wilayah DIY saat ini belum terdampak langsung oleh paparan abu vulkanik. Menurut Kepala Dinas Kesehatan DIY, dr. Gregorius Anung Trihadi, M.P.H., Dinkes DIY memilih untuk bersikap waspada dan memprioritaskan ketahanan logistik internal agar tidak terjadi kekosongan cadangan medis jika situasi darurat terjadi di wilayah yurisdiksinya. Sebagai bentuk antisipasi, Anung mengimbau seluruh masyarakat DIY untuk mulai mempersiapkan langkah-langkah perlindungan diri dasar serta menjaga sanitasi lingkungan, terutama sumber air bersih yang sangat rentan tercemar abu vulkanik. Sebagai informasi, berdasarkan analisis citra RGB Himawari-9 dan informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pukul 04.00 WIB pagi ini, sebaran debu vulkanik Gunung Anak Krakatau terdeteksi membentuk dua klaster besar di udara. Abu vulkanik terpantau bergerak meluas dari permukaan hingga ketinggian 50.000 kaki, menyelimuti sebagian wilayah perairan Samudra Hindia, Jakarta, Banten, Jawa Barat, Bengkulu, hingga Lampung, yang pergerakannya sangat bergantung pada dinamika arah angin harian. (han/mon) Produser : Ibnu Taufik Juwariyanto Reporter : Hanif Suryo Editor : Mona Kriesdinar Program : Tribun Jogja News Video Editor : Afifudin #masker #krakatau #erupsi

About