@nikyrputra: Nah ini yang aku cari cari #KINDEZZERTMilky

Niky Putra
Niky Putra
Open In TikTok:
Region: ID
Saturday 28 March 2026 06:46:46 GMT
187468
19939
134
1775

Music

Download

Comments

syitha_art
syithaa_raja iblis 🪐✍ :
bg lu pake script gk sih😭
2026-03-28 07:01:53
2064
neiywubiik
iby🛵🌟 :
"SEHAT BANGET, ALHAMDULILLAH, YEAY" 😭🤲🏻
2026-03-28 06:49:28
1175
panckeuu
yuhaa🍅 :
adik tau furab💜??
2026-03-28 07:10:28
503
z.lyna0_
ღ⋆ natt !! ℒohenlover ੭⊹ :
"EGH", "UGH", "HEK" ,INI YG BUAT LUCU 😭
2026-03-28 07:40:19
622
jih44n_0
jiann aja :
gk nyambung jir😭 tpi tetep seru.. 😭
2026-06-05 15:02:23
2
shkla._
zhuuu🌪 :
"ehh burhan" 😭😭
2026-05-25 02:51:18
1
lomllarch_
c :
bikin versi FURAP dong💜💜💜
2026-03-28 07:57:53
34
apusekokondao_0
girl who can’t be moved :
ngelunjak gitu ya THR nya 😊
2026-03-28 07:55:46
69
nisha_25.7
yawnnn :
" 10 jutaa AJAAA "
2026-03-28 06:57:23
59
dhanifahh
scc.dixz :
tahan dulu ga ngakak nya😭😭😡
2026-03-28 06:52:23
10
ctraayu7
Citra ayu :
FIRST
2026-03-28 06:48:12
7
yawbloo_9
Leyaw🌹 :
nama nya emang ganti ya
2026-03-28 07:52:15
6
syifffaaaavaaaannnnn
🕸️cif🕷️fawzz🕸️ :
knp si KLO pas dia nahan ketawa gw malah ngakak😭
2026-04-04 10:46:08
8
disenchantedf
serafein :
basi adik, buat tahun depan aja video nya
2026-03-29 01:58:40
5
abangkawasan123458
wleee😝😜 :
anjir dikit dikit "uhu" sampe lol gw😹😹
2026-03-30 11:10:00
5
unaaceomuda
ꪆৎ :
akting dulu,baru ketawa
2026-03-28 06:59:03
6
ibukos24jam
azah :
script nya sekelas film Joko anwar
2026-03-28 07:25:38
6
sawit100hektar3
sawit,100hektar :
bang lu pasti sodara gua🗿
2026-04-13 09:31:17
4
srifeli_yank
feliaa_😼🐾💥 :
lailahhh ketawa nya tahan dulu😭😭
2026-04-25 14:58:46
2
silucuw67
᥍𝗶 𝗶ო𝘆𝘂⃔𝘁😜💕 :
lucunya tuh karna ga lucu😭
2026-04-11 00:37:27
2
alfhrieph
R I E N Z :
"rudy" best seller
2026-03-28 16:29:08
2
asyiramikhayla
cyluupp_imoett 🙋🏻‍♀️ 💤 :
"10 JutTta ajJjahHhh"
2026-04-25 13:39:02
1
alichaje1
A𐙚🧸 :
kok bru lewat sihh😭
2026-04-24 06:08:18
1
To see more videos from user @nikyrputra, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Di suatu sore yang sederhana, dua anak kecil berbincang dengan cara yang tak biasa seolah hati mereka sudah belajar banyak tentang hidup. “Bang, lihat … pemandangan ini indah ya. Ciptaan Tuhan. Tuhan baik sama kita, dikasih pemandangan yang bagus, udara yang segar, semuanya bagus,” kata Libo. Temannya di sampingnya menjawab, “Iya… tapi tetap saja banyak orang yang mengeluh.” Libo tersenyum, lalu berkata, “Walaupun manusia sering salah, Tuhan tetap memaafkan…” Obrolan sederhana itu… terdengar seperti nasihat orang dewasa. Tentang syukur, tentang salah dan maaf, tentang menerima hidup apa adanya. Dan abang diam-diam mengerti Libo bukan sekadar bercerita. Libo selalu punya cara menyampaikan sesuatu, lewat cerita-cerita kecil yang hangat. Abang tahu maksud Libo… agar abang tetap ada di samping Libo, agar abang terus melihat pemandangan indah itu… bersama Libo. Iya, abang paham. Tapi waktu punya jalannya sendiri. Sebentar lagi, abang harus pulang dari tanah Papua. Tugas abang menjaga Papua hampir selesai. Ada langkah yang harus dilanjutkan, ada jarak yang tak bisa ditahan. Libo… terima kasih ya. Terima kasih untuk semua cerita-cerita kecil yang ternyata punya makna besar. Terima kasih sudah selalu terlihat kuat di depan abang, padahal abang tahu… di dalam hati Libo, ada rasa yang sama tak kuat untuk berpisah. Mungkin itu sebabnya, akhir-akhir ini Libo ingin lebih banyak waktu… lebih banyak tawa… lebih banyak momen sederhana yang diam-diam ingin diingat selamanya. Kalau nanti abang sudah jauh, ingat ya… pemandangan indah itu masih ada. Langit yang sama, udara yang sama… hanya tempat kita saja yang berbeda. Dan kalau suatu hari Libo melihat langit yang indah lagi, anggap saja abang juga sedang melihat langit yang sama di tempat lain. Terima kasih, Libo. Untuk segalanya… yang sederhana, tapi begitu dalam.
Di suatu sore yang sederhana, dua anak kecil berbincang dengan cara yang tak biasa seolah hati mereka sudah belajar banyak tentang hidup. “Bang, lihat … pemandangan ini indah ya. Ciptaan Tuhan. Tuhan baik sama kita, dikasih pemandangan yang bagus, udara yang segar, semuanya bagus,” kata Libo. Temannya di sampingnya menjawab, “Iya… tapi tetap saja banyak orang yang mengeluh.” Libo tersenyum, lalu berkata, “Walaupun manusia sering salah, Tuhan tetap memaafkan…” Obrolan sederhana itu… terdengar seperti nasihat orang dewasa. Tentang syukur, tentang salah dan maaf, tentang menerima hidup apa adanya. Dan abang diam-diam mengerti Libo bukan sekadar bercerita. Libo selalu punya cara menyampaikan sesuatu, lewat cerita-cerita kecil yang hangat. Abang tahu maksud Libo… agar abang tetap ada di samping Libo, agar abang terus melihat pemandangan indah itu… bersama Libo. Iya, abang paham. Tapi waktu punya jalannya sendiri. Sebentar lagi, abang harus pulang dari tanah Papua. Tugas abang menjaga Papua hampir selesai. Ada langkah yang harus dilanjutkan, ada jarak yang tak bisa ditahan. Libo… terima kasih ya. Terima kasih untuk semua cerita-cerita kecil yang ternyata punya makna besar. Terima kasih sudah selalu terlihat kuat di depan abang, padahal abang tahu… di dalam hati Libo, ada rasa yang sama tak kuat untuk berpisah. Mungkin itu sebabnya, akhir-akhir ini Libo ingin lebih banyak waktu… lebih banyak tawa… lebih banyak momen sederhana yang diam-diam ingin diingat selamanya. Kalau nanti abang sudah jauh, ingat ya… pemandangan indah itu masih ada. Langit yang sama, udara yang sama… hanya tempat kita saja yang berbeda. Dan kalau suatu hari Libo melihat langit yang indah lagi, anggap saja abang juga sedang melihat langit yang sama di tempat lain. Terima kasih, Libo. Untuk segalanya… yang sederhana, tapi begitu dalam.

About