@lewanii_falsapi1: riaz tasneem sb #unfreezemyacount #viral_video #foryoupage❤️❤️

💔 لېونې فلسفې 💥
💔 لېونې فلسفې 💥
Open In TikTok:
Region: PK
Monday 30 March 2026 02:52:41 GMT
21449
942
29
37

Music

Download

Comments

da.tolo.ya
Natural videos :
support me 🍁
2026-04-27 15:55:20
1
bookishworld7777
𝘽𝙤𝙤𝙠𝙞𝙨𝙝 𝙒𝙤𝙧𝙡𝙙 📚 :
Book Available
2026-05-12 15:33:37
1
q.khan044
Qasid Ur Rehman :
Tasneem Seh waye zeh khu poh matlab ma pohigum...plz explain to me.
2026-03-30 19:46:41
1
dark.galaxy87
Dark galaxy :
😳😮
2026-05-23 12:47:22
1
kaleem.ullah.khan800
Kaleem Ullah Khan :
❤️❤️❤️
2026-04-08 02:37:26
1
kaleem.ullah.khan800
Kaleem Ullah Khan :
💕💕💕
2026-04-08 02:37:28
1
kaleem.ullah.khan800
Kaleem Ullah Khan :
🌹🌹🌹
2026-04-08 02:37:26
1
user862011628
باغی غنی✌️✌️ :
💔💔💔
2026-04-05 15:53:30
1
phosphenes47
Aamir khan :
🥰🥰🥰
2026-04-02 16:48:07
1
tryalone3
AHMAD :
❤️❤️❤️
2026-04-28 07:02:42
1
mian.naveed.alaman
Mian Naveed Alam ANP :
😁😁😁
2026-04-04 08:33:25
1
user5709254881154
user5709254881154 :
🥰🥰🥰🥰🥰
2026-04-02 05:52:07
1
user9795650486557
naser mandaila :
🥰🥰🥰
2026-04-13 17:47:10
1
khog.alak87
Khog Alak :
🥰🥰🥰
2026-04-11 10:20:43
1
khalid_mahmood804
Khalid Mahmood :
♥️♥️♥️
2026-04-17 09:44:46
1
tryalone3
AHMAD :
🥰🥰🥰
2026-04-28 07:02:45
1
nuradkhan1122
Hayat khan 804 :
🥰🥰🥰
2026-03-30 11:19:52
1
khurshidali4731
khurshidali :
❤️❤️❤️
2026-03-30 17:26:17
1
hasnainkha166
HÃSÑÃiÑ,KHÅÑ, :
❤️❤️❤️
2026-03-30 14:03:20
1
m.arshad7721
M ARSHAD :
🥰🥰🥰
2026-03-30 10:44:30
1
mahibhamdard75
M Z bj :
✌✌✌
2026-03-30 12:44:38
1
ad_khan4455
🇫 🇴 🇺 🇯 🇮 ہو Yᗩᖇ :
❤️❤️❤️
2026-04-01 02:52:41
1
ladlakhan805
🧡LADLA KHAN💝 :
💐💐💐
2026-03-30 03:04:21
1
haiderali_bacha
🇭 🇦 🇮 🇩 🇪 🇷 🇦 🇱 🇮💲 :
❤️❤️❤️
2026-03-31 03:45:51
1
nihadali51
نھاد عای۔ یوسفزئ :
🥰🥰🥰
2026-03-30 03:05:08
1
To see more videos from user @lewanii_falsapi1, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV | Awalnya kamu pikir perjodohan itu cuma candaan. Apalagi saat suatu malam kedua orang tuamu berkata, “Sayang, kamu mau dijodohkan.” Kamu sempat tertawa kecil, mengira itu cuma guyonan. Tapi semua tawa berhenti saat nama yang disebut… adalah Sunghoon. Sunghoon—cowok populer yang bahkan sering kamu lihat di kampus. Orang yang selama ini tampak sempurna, terlalu jauh untuk kamu sentuh. Orang yang kamu kira, tidak akan pernah menyangkut di hidupmu. Tapi kenyataannya, perjodohan itu nyata. Dan bukan hanya kamu yang kaget, Sunghooon juga jelas-jelas keberatan. Kamu bisa melihat dari tatapan dinginnya, dari senyum hambar yang ia paksakan, waktu keluarganya resmi memperkenalkan kamu sebagai calon istrinya. Sampai akhirnya… kamu menikah. ••• Hari demi hari terasa aneh. Dia tak pernah menyapamu lebih dulu. Kalaupun kamu mencoba mengajaknya bicara, yang kamu dapat hanya jawaban singkat, atau sekedar anggukan tanpa arah. Kamu tahu… kamu bukan orang yang dia mau.  ••• Malam itu, kamu baru saja bersiap menuju kamar tamu. Namun, langkahmu terhenti saat Mama Sunghoon datang tergesa. “Kamu tidur di kamar Hoon aja. Kalian kan sudah resmi, masa masih pisah kamar?” Kamu hanya bisa tersenyum kikuk, jantungmu langsung berpacu. Sunghoon yang tengah duduk di sofa, spontan mendongak, jelas tidak setuju. “Mah? Ngapain, sih? Dia bisa tidur di kamar—” “Terserah kamu, Hoon. Pokoknya Mama mau y/n tidur di kamar kamu. Titik.” Dan akhirnya… dengan langkah ragu, kamu masuk ke kamarnya. Suasananya sunyi. Hanya ada detak jam dinding dan detak jantungmu sendiri yang terasa makin keras. Sunghoon duduk di ujung ranjang, wajahnya tetap datar, fokus ke ponselnya. Tidak ada kata sapaan, tidak ada lirikan sekilas. Keberadaanmu seolah tidak berarti apa-apa. Kamu duduk di sisi ranjang, memeluk bantal erat-erat. Beberapa menit hening. Lalu perlahan, dengan hati-hati, kamu geser bantal itu ke sisi tempat tidurnya. “Aku… tidur di sini nggak apa-apa?” Tak ada jawaban. Dia bahkan tidak menoleh. Kamu hanya tersenyum, mencoba tenang walau dadamu seperti ditikam. ••• Waktu terus berjalan. Sampai dimana ada kabar yang datang tiba-tiba, saat makan malam bersama keluarga Sunghooon. Suasana awalnya tenang, cuma terdengar suara sendok garpu yang sesekali beradu di piring. Sampai akhirnya, Mama Sunghoon nyeletuk santai seolah itu hal sepele. “Oh iya, minggu depan kalian berangkat honeymoon, ya. Mama sama Papa udah booking tiket pesawat dan hotel. Kalian nggak usah pusing-pusing.” Kamu hampir tersedak, buru-buru mengambil tisu. “H-honeymoon?” tanyamu gugup, menoleh cepat ke arah Sunghoon. Sunghoon langsung membeku. Sendoknya berhenti di udara, ekspresinya datar tapi jelas kaget. “Mah, serius? Itu nggak perlu—” katanya ketus, nada suaranya pelan tapi tegas. “Perlu dong. Kalian pasangan baru. Masa nggak ada quality time. Itung-itung sekalian pdkt, biar terbiasa.” Papanya menyela dengan senyum lebar. Ruangan langsung hening. Kamu cuma bisa menunduk, pura-pura sibuk mengaduk nasi di piring. Sementara Sunghoon masih diam, matanya menatap kosong ke arah meja. Seakan… ia tak setuju. ••• Hari keberangkatan pun tiba. Di bandara, kamu berjalan di belakangnya, menarik koper sendirian. Sunghoon sibuk dengan ponselnya, wajahnya datar seolah kamu tak ada di sana. Tapi sesekali, matanya menoleh sekilas. Hanya untuk memastikan kamu tidak ketinggalan. “Keburu boarding. Cepetan.” Suaranya datar.  Kamu mempercepat langkah, tapi kopermu tersendat di lantai. Sunghoon yang melihatmu sedikit kesusahan akhirnya menghampiri. Ia menarik lengannya dari saku, lalu meraih tanganmu dengan satu tarikan. “Ngerepotin banget, sih lo. Bawa koper aja nggak becus.” Kamu terdiam, tapi bisa merasakan genggamannya yang erat, kuat, dan tak lepas sampai kalian melewati gate keberangkatan. (+komen ) #pov #sunghoon #sunghoonpov #sunghoonedit #fypage
POV | Awalnya kamu pikir perjodohan itu cuma candaan. Apalagi saat suatu malam kedua orang tuamu berkata, “Sayang, kamu mau dijodohkan.” Kamu sempat tertawa kecil, mengira itu cuma guyonan. Tapi semua tawa berhenti saat nama yang disebut… adalah Sunghoon. Sunghoon—cowok populer yang bahkan sering kamu lihat di kampus. Orang yang selama ini tampak sempurna, terlalu jauh untuk kamu sentuh. Orang yang kamu kira, tidak akan pernah menyangkut di hidupmu. Tapi kenyataannya, perjodohan itu nyata. Dan bukan hanya kamu yang kaget, Sunghooon juga jelas-jelas keberatan. Kamu bisa melihat dari tatapan dinginnya, dari senyum hambar yang ia paksakan, waktu keluarganya resmi memperkenalkan kamu sebagai calon istrinya. Sampai akhirnya… kamu menikah. ••• Hari demi hari terasa aneh. Dia tak pernah menyapamu lebih dulu. Kalaupun kamu mencoba mengajaknya bicara, yang kamu dapat hanya jawaban singkat, atau sekedar anggukan tanpa arah. Kamu tahu… kamu bukan orang yang dia mau. ••• Malam itu, kamu baru saja bersiap menuju kamar tamu. Namun, langkahmu terhenti saat Mama Sunghoon datang tergesa. “Kamu tidur di kamar Hoon aja. Kalian kan sudah resmi, masa masih pisah kamar?” Kamu hanya bisa tersenyum kikuk, jantungmu langsung berpacu. Sunghoon yang tengah duduk di sofa, spontan mendongak, jelas tidak setuju. “Mah? Ngapain, sih? Dia bisa tidur di kamar—” “Terserah kamu, Hoon. Pokoknya Mama mau y/n tidur di kamar kamu. Titik.” Dan akhirnya… dengan langkah ragu, kamu masuk ke kamarnya. Suasananya sunyi. Hanya ada detak jam dinding dan detak jantungmu sendiri yang terasa makin keras. Sunghoon duduk di ujung ranjang, wajahnya tetap datar, fokus ke ponselnya. Tidak ada kata sapaan, tidak ada lirikan sekilas. Keberadaanmu seolah tidak berarti apa-apa. Kamu duduk di sisi ranjang, memeluk bantal erat-erat. Beberapa menit hening. Lalu perlahan, dengan hati-hati, kamu geser bantal itu ke sisi tempat tidurnya. “Aku… tidur di sini nggak apa-apa?” Tak ada jawaban. Dia bahkan tidak menoleh. Kamu hanya tersenyum, mencoba tenang walau dadamu seperti ditikam. ••• Waktu terus berjalan. Sampai dimana ada kabar yang datang tiba-tiba, saat makan malam bersama keluarga Sunghooon. Suasana awalnya tenang, cuma terdengar suara sendok garpu yang sesekali beradu di piring. Sampai akhirnya, Mama Sunghoon nyeletuk santai seolah itu hal sepele. “Oh iya, minggu depan kalian berangkat honeymoon, ya. Mama sama Papa udah booking tiket pesawat dan hotel. Kalian nggak usah pusing-pusing.” Kamu hampir tersedak, buru-buru mengambil tisu. “H-honeymoon?” tanyamu gugup, menoleh cepat ke arah Sunghoon. Sunghoon langsung membeku. Sendoknya berhenti di udara, ekspresinya datar tapi jelas kaget. “Mah, serius? Itu nggak perlu—” katanya ketus, nada suaranya pelan tapi tegas. “Perlu dong. Kalian pasangan baru. Masa nggak ada quality time. Itung-itung sekalian pdkt, biar terbiasa.” Papanya menyela dengan senyum lebar. Ruangan langsung hening. Kamu cuma bisa menunduk, pura-pura sibuk mengaduk nasi di piring. Sementara Sunghoon masih diam, matanya menatap kosong ke arah meja. Seakan… ia tak setuju. ••• Hari keberangkatan pun tiba. Di bandara, kamu berjalan di belakangnya, menarik koper sendirian. Sunghoon sibuk dengan ponselnya, wajahnya datar seolah kamu tak ada di sana. Tapi sesekali, matanya menoleh sekilas. Hanya untuk memastikan kamu tidak ketinggalan. “Keburu boarding. Cepetan.” Suaranya datar. Kamu mempercepat langkah, tapi kopermu tersendat di lantai. Sunghoon yang melihatmu sedikit kesusahan akhirnya menghampiri. Ia menarik lengannya dari saku, lalu meraih tanganmu dengan satu tarikan. “Ngerepotin banget, sih lo. Bawa koper aja nggak becus.” Kamu terdiam, tapi bisa merasakan genggamannya yang erat, kuat, dan tak lepas sampai kalian melewati gate keberangkatan. (+komen ) #pov #sunghoon #sunghoonpov #sunghoonedit #fypage

About