Kardila ila ♓ :
Bila kelak kau menyadari bahwa rindu pun bisa datang terlambat, aku ingin ia datang kepadamu tanpa penawar. Datang sebagai ingatan yang tiba-tiba hidup, sebagai wajah yang muncul di antara keramaian, sebagai nama yang tak sengaja terucap lalu membuat dadamu hening sesaat. Aku ingin kau menyadari bahwa ada bagian dari hidupmu yang pernah disentuh oleh ketulusan, lalu kau lepaskan begitu saja tanpa berpikir apakah ia akan menemukan jalan pulang. Aku tidak berharap kau kembali atau meminta apa pun darimu. Aku hanya ingin keseimbangan yang sederhana: Aku pernah merindukanmu dengan sungguh-sungguh, maka kelak biarlah kau merasakan hal yang sama, meski hanya sebentar, meski hanya sekali. Bukan sebagai balasan, melainkan sebagai pelajaran yang membuatmu diam lebih lama dari biasanya, bertanya tentang apa yang pernah kau abaikan. Aku ingin rindu itu datang ketika kau sedang sendiri, ketika tak ada siapa pun yang bisa kau salahkan atau ajak berbagi. Ia hadir sebagai perasaan, sampai kau paham bahwa ada hati yang dulu bertahan lebih lama daripada yang seharusnya. Aku ingin kau mengingatku tanpa wajah yang jelas, tanpa suara yang utuh, hanya sebagai perasaan ganjil yang singgah sebentar lalu menetap. Sebuah kehadiran yang tak bisa kau usir karena ia tidak benar-benar datang, namun juga tak bisa kau abaikan karena ia pernah begitu nyata. Dan bila suatu hari kau bergumam mengapa rindu itu datang sekarang, biarlah pertanyaan itu menggantung tanpa jawaban. Aku tidak ingin kau menyesal, aku hanya ingin kau mengerti. Setelah itu, biarlah segalanya tetap berjalan seperti biasa. Aku ingin rindu itu menorehkan satu kesadaran kecil di dadamu: Bahwa pernah ada seseorang yang begitu mencintaimu, dan kau baru merasakannya ketika semuanya sudah terlambat.
😔😔😔
2026-04-07 11:03:46