@lerivetti: Eu amei tanto esse vídeo que tive que replicar. Ele explica exatamente como eu acredito que as coisas funcionam. Não adianta apenas pedir, você tem que agir e acreditar como quem merece, e não aceitar menos. E a parte mais difícil de explicar, é que você precisa pedir, e entregar, não forçar para que aconteça. Você concorda com isso? Vídeo original de @andrea.rendl

Le Rivetti
Le Rivetti
Open In TikTok:
Region: BR
Tuesday 31 March 2026 22:10:32 GMT
1583140
251076
3144
27644

Music

Download

Comments

suzana.bandeira4
Suzana Bandeira :
depois q decidir pedir massa, nunca mais comi mais ninguém.
2026-04-01 10:16:30
18952
deiasiqueiraa
deiasiqueiraa :
🙋‍♀️por favor eu escolho 3 milhões de reais
2026-04-01 12:50:48
10080
jaquelinemoura862
Jaque moura :
Nossa moça que vídeo inteligente!
2026-04-01 14:53:33
13623
robs_rodgs
ROBSON RODRIGUES :
É muita burocracia. Não é só relacionamento. Até o universo faz joguinho. 🤣🤣🤣
2026-04-01 10:18:45
2618
_kelalves
Kel Alves :
se vc encher a barriga de batata vc nunca vai ter espaço pra experimentar o macarrão
2026-04-06 05:21:12
212
day_.sub
𓏲 𝓓ɑׁׅу :
Lei da suposição pura
2026-05-10 20:36:08
193
ceciliasixseveen
mari🦝 :
O SINAL FORTÍSSIMO PRA MIM
2026-05-04 20:47:28
48
raquelcardoso09
Raquel Cardoso :
ela precisou de um guia, todos nós precisamos.
2026-05-22 19:17:34
17
ghoultico
Luh Moura :
A novelinha cósmica quântica ☺️✨
2026-05-20 13:32:07
5
anderluaces
AnderLuáces :
muito inteligente mesmo!!! top!!!
2026-05-20 23:41:25
8
siriuspretin
Sirius Black Shop :
esse vídeo me emocionou demais . e não sei pq 🥺
2026-05-22 18:57:39
8
lisioliveira71
Lisi :
Esse vídeo é muito pra mim
2026-05-23 23:11:47
5
maiumysilvarosa
Maiumy :
eu quero te dizer que seu vídeo me abriu a mente, eu sempre achei que tinha que agradecer pelo que ele mandava hoje eu entendi que não, eu tenho que dizer opaaa você mandou errado kirido.. eu achava que isso era ser ingrata mas não isso é mostrar o que eu mereço. Olha que bom que vc trouxe rápido a "batata frita" mas sabe eu não quero, eu quero massa.
2026-05-26 17:59:11
5
brisaa_ba
Brisa♡ :
eu pedindo pro universo uma casa e não aceito só as portas e janelas eu quero uma casa
2026-05-18 21:57:57
34
terapiasalternativas7
Roseli Gregorius :
Boa reflexão não é joguinho o universo nos da o que acreditamos merecer
2026-04-01 12:37:57
519
obsluan
Luan Barbosa :
Melhor comer em casa
2026-04-01 11:27:13
1737
jessycaafitness
Jessycaahair :
Tem uma parte bem interessante de que ela tava com fome quer dizer que a gente não tem paciência de esperar isso é muito interessante a gente tem que focar no resultado não no tempo em si. Quanto tempo vai levar não importa importa o resultado
2026-05-21 11:43:19
5
julianaarcega
Juliana Arcega :
Cara… o universo tá se esforçando msm pra me ajudar kkk a minha dúvida de hj de madrugada sendo respondida aqui novamente kkkkkk
2026-05-03 13:35:53
31
meneiz09
MENEIZ09🚀 :
O garçom
2026-04-02 02:04:56
52
jenipapoamarelo
jenipapoamarelo :
Parabéns por "mastigar" de forma tão didática a lei da atração para nós.
2026-04-01 08:11:06
213
To see more videos from user @lerivetti, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV : Perlahan, nama Keonho itu tidak lagi terdengar sebagai gangguan. Ia yang semula menjadi alasan utamamu untuk kabur sejauh mungkin, kini justru berbalik menjadi poros tunggal yang mengunci pusat semestamu di kota asing ini. Cowok jangkung bermuka badak itu terbukti punya ketegaran luar biasa untuk meruntuhkan setiap batasan dingin yang telah kamu bangun dengan matang. Seiring berjalannya waktu pun, kamu perlahan-lahan mulai terbiasa dan tulus menerima kehadiran Keonho di dalam hari-harimu. Rasa jengkel dan topeng ketus yang biasa kamu agungkan kini mulai terkikis habis, berganti dengan sebuah kenyamanan baru yang anehnya terasa sangat manis.  Kamu tidak bisa berbohong lagi bahwa cowok jangkung bermuka badak itu telah menjadi bagian penting dari rutinitasmu di tanah perantauan.  Diam-diam, kamu mulai merasa excited setiap kali mendengar dehaman baritonnya yang khas menggema di bawah gerbang kosan, dan sekadar melihat sosok tegapnya yang selalu pasrah pasang badan di dekatmu sudah terasa lebih dari cukup untuk mengusir rasa sepi.  Di dalam kamar sempit lantai duamu, kamu akhirnya tersadar bahwa kamu... benar-benar telah melangkah maju dan membuka hatimu yang sempat terkunci rapat untuknya. Namun, baru saja kamu mulai membuka hati untuk merasakan cinta, ketenangan yang baru saja mewarnai hidupmu itu mendadak dihantam keraguan. Rasa bimbang yang teramat dingin itu mulai muncul sejak beberapa hari lalu di area parkiran khusus Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Hari itu, setelah kelas siang selesai, sebuah derap langkah rusuh mengiringi langkah jangkung Keonho yang tiba-tiba sudah menyejajarkan diri di sampingmu. Tanpa permisi, satu lengan kokohnya langsung merangkul pundak kecilmu, menarik tubuhmu merapat tanpa memedulikan tatapan mahasiswa lain.
POV : Perlahan, nama Keonho itu tidak lagi terdengar sebagai gangguan. Ia yang semula menjadi alasan utamamu untuk kabur sejauh mungkin, kini justru berbalik menjadi poros tunggal yang mengunci pusat semestamu di kota asing ini. Cowok jangkung bermuka badak itu terbukti punya ketegaran luar biasa untuk meruntuhkan setiap batasan dingin yang telah kamu bangun dengan matang. Seiring berjalannya waktu pun, kamu perlahan-lahan mulai terbiasa dan tulus menerima kehadiran Keonho di dalam hari-harimu. Rasa jengkel dan topeng ketus yang biasa kamu agungkan kini mulai terkikis habis, berganti dengan sebuah kenyamanan baru yang anehnya terasa sangat manis. Kamu tidak bisa berbohong lagi bahwa cowok jangkung bermuka badak itu telah menjadi bagian penting dari rutinitasmu di tanah perantauan. Diam-diam, kamu mulai merasa excited setiap kali mendengar dehaman baritonnya yang khas menggema di bawah gerbang kosan, dan sekadar melihat sosok tegapnya yang selalu pasrah pasang badan di dekatmu sudah terasa lebih dari cukup untuk mengusir rasa sepi. Di dalam kamar sempit lantai duamu, kamu akhirnya tersadar bahwa kamu... benar-benar telah melangkah maju dan membuka hatimu yang sempat terkunci rapat untuknya. Namun, baru saja kamu mulai membuka hati untuk merasakan cinta, ketenangan yang baru saja mewarnai hidupmu itu mendadak dihantam keraguan. Rasa bimbang yang teramat dingin itu mulai muncul sejak beberapa hari lalu di area parkiran khusus Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Hari itu, setelah kelas siang selesai, sebuah derap langkah rusuh mengiringi langkah jangkung Keonho yang tiba-tiba sudah menyejajarkan diri di sampingmu. Tanpa permisi, satu lengan kokohnya langsung merangkul pundak kecilmu, menarik tubuhmu merapat tanpa memedulikan tatapan mahasiswa lain. "Ntik, temenin gue ke parkiran bentar napa? Ada buku gue yang ketinggalan di bagasi, nih. Berat banget kalau gue kudu jalan sendirian, gak ada penyemangatnya," goda Keonho santai tanpa urat malu, sengaja menundukkan kepala jangkungnya demi mengintip wajah ketusmu. Kamu mendengus malas, mencoba menyikut pinggang kekarnya dengan sisa tenaga yang ada. "Gak usah gelantungan di pundak aku, Keonho. Lepas gak, dilihatin orang tahu!" semprotmu ketus, mencoba memasang wajah masam andalanmu. "Masa bodoh dilihatin, sekalian biar anak-anak Hukum tahu kalau lo udah di-booking penuh sama anak FEB paling ganteng sesemesta Pradipa," kekeh Keonho renyah. Seringai tengilnya bertengger mati di wajah tampannya saat dia terus menuntunmu melangkah memotong jalur pelataran tengah menuju barisan mobil yang terparkir rapi. Begitu tiba di depan sebuah sedan mewah hitam mengilat yang harganya pasti setara dengan biaya kosmu selama puluhan tahun, Keonho menghentikan langkah. Dia menoleh padamu, lalu menaik-turunkan kedua alis tebalnya dengan gaya super pede yang menyebalkan. "Nih, liat. Ganteng, wangi, mobilnya kinclong, kurang apa lagi coba? Cuma di gue doang lo dapet fasilitas antar-jemput VIP GRATIS tanpa dipungut biaya sepeser pun, Cantik. Beruntung banget kan lo?" "Gak nanya. Cepetan ambil bukunya, aku mau balik ke kosan!" titahmu ketus sembari melipat kedua tangan di dada. "Iya-iya, sabar dong ntik. Jangan galak-galak, ntar kaktus Keonho Kecil di meja lo ikutan jantungan," canda Keonho tanpa urat malu. Cowok itu menekan tombol remote kunci di tangannya, membiarkan pintu bagasi belakang sedan mewah itu terbuka otomatis dengan suara desis yang halus. Keonho langsung membungkuk dalam-dalam, memosisikan tubuh seratus sembilan puluh sentinya dengan kikuk saat mulai mengubek-ubek barang bawaannya. "Bentar ya, Ntik... kayaknya keselip di bawah tumpukan barang yang dikirim nyokap gue minggu lalu—" Kalimat cengengesan Keonho mendadak mengabur begitu saja dari pendengaranmu. Saat sepasang mata hitammu ikut bergerak melirik ke dalam bagasi mewahnya yang luas, seluruh pasokan udara di paru-parumu seolah tersedot habis. Langkah kakimu seketika memaku kaku di atas aspal parkiran. [💬💬]+ #KEONHO #CORTIS

About