@vivianapoliver: Quer cílios impactantes sem precisar de extensões? O Rimel Super Volume da Bella Femme é o segredo para um olhar poderoso! Sua fórmula exclusiva foi desenvolvida para encorpar cada fio, proporcionando um volume intenso desde a primeira aplicação. ​Você vai amar: ​Volume Máximo: Define e preenche os cílios sem deixar grumos. ​Pigmentação Extra Black: Deixa os fios super pretinhos e destacados. ​Aplicador Anatômico: Alcança até os menores fios nos cantos dos olhos. ​Longa Duração: Mantém o olhar impecável o dia todo. ​Garanta o seu aqui no carrinho laranja e transforme sua maquiagem básica em um look de estrela! 💄📸 #rimel #makeup #mascaradecilios #tiktokbrasil #achadinhos

Vivian Oliveira
Vivian Oliveira
Open In TikTok:
Region: BR
Wednesday 01 April 2026 03:28:01 GMT
746
30
10
2

Music

Download

Comments

user6074610701353
tiago :
Parabéns
2026-04-04 02:05:09
2
thaisessence_
thaisessence_ :
Eu amo já vou comprar
2026-04-04 10:58:12
1
alessandra.fgc
alessandra.fgc :
muito bom
2026-04-07 15:00:34
0
fupw2
Edileude :
bom dia amiga sucesso 🥰🥰🥰
2026-04-05 12:26:17
1
neusa.melo77
Neusa Melo :
TOP DEMAIS AMIGA 👏👏👏
2026-04-14 00:37:01
1
alinedelfino308
Aline Delfino :
😍😍
2026-04-14 00:55:07
1
lanecassialuz
Seja Luz ! 🌻✨️💫 :
🥰🥰🥰
2026-04-01 16:47:41
1
To see more videos from user @vivianapoliver, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

🚨 BALI KEMBALI DIGEMPARKAN KASUS NARKOBA! Dua warga negara India berinisial AR, 28 tahun, dan PC, 31 tahun, diamankan petugas di Terminal Kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Keduanya diduga membawa lebih dari 10 kilogram ganja! Penangkapan terjadi pada Senin, 3 Agustus 2026, sekitar pukul 11.30 WITA. Yang bikin geger, narkotika tersebut diduga disamarkan seperti oleh-oleh makanan. Total ada sekitar 100 paket ganja yang dimasukkan ke dalam sejumlah kardus, kemudian diselipkan di dalam dua koper agar terlihat seperti barang bawaan biasa. Dari koper AR, petugas menemukan 62 paket dengan berat netto sekitar 6,2 kilogram. Sementara koper PC berisi 38 paket dengan berat netto sekitar 3,8 kilogram. Totalnya mencapai 10.110 gram atau sekitar 10,1 kilogram ganja. Pengungkapan bermula setelah petugas Bea Cukai melakukan analisis X-Ray terhadap barang bawaan penumpang dari penerbangan rute Koh Samui–Singapura–Denpasar. Kecurigaan petugas akhirnya berujung pada pemeriksaan lebih mendalam. Hasil laboratorium memastikan barang tersebut positif mengandung narkotika golongan I jenis Delta-9 Tetrahydrocannabinol atau THC. Kepada petugas, keduanya mengaku memperoleh barang tersebut saat berada di Thailand. Mereka juga diduga hanya berperan sebagai kurir, dengan imbalan masing-masing sekitar 150 dolar AS, atau lebih dari Rp2,6 juta. Namun, kasus ini belum berhenti. Petugas masih mendalami siapa pemasoknya, siapa penerimanya, dan apakah ada jaringan narkotika yang menunggu di Bali. Bahkan, tim gabungan melakukan langkah penyidikan termasuk controlled delivery untuk mengungkap jaringan di balik pengiriman narkotika tersebut. Barang bukti ini ditaksir bernilai sekitar Rp1,5 miliar. Sementara itu, pengungkapan kasus ini disebut berhasil menyelamatkan sekitar 2.076 jiwa dari dampak buruk penyalahgunaan narkotika dan mencegah potensi kerugian negara sekitar Rp3,3 miliar. Kini kedua WNA tersebut harus menghadapi proses hukum di Indonesia. Bali bukan tempat aman bagi jaringan narkotika. Jalur internasional terus diawasi! ⚠️ Jangan pernah tergiur menjadi kurir narkoba hanya karena imbalan jutaan rupiah. Risikonya bisa kehilangan kebebasan seumur hidup. #Bali #Denpasar #Badung #NgurahRai #BandaraNgurahRai                       @Little Simba ♥️🐱 @balireporter @balihotnews @Bali News Id @AndoraNews @BALITOPIK.COM
🚨 BALI KEMBALI DIGEMPARKAN KASUS NARKOBA! Dua warga negara India berinisial AR, 28 tahun, dan PC, 31 tahun, diamankan petugas di Terminal Kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Keduanya diduga membawa lebih dari 10 kilogram ganja! Penangkapan terjadi pada Senin, 3 Agustus 2026, sekitar pukul 11.30 WITA. Yang bikin geger, narkotika tersebut diduga disamarkan seperti oleh-oleh makanan. Total ada sekitar 100 paket ganja yang dimasukkan ke dalam sejumlah kardus, kemudian diselipkan di dalam dua koper agar terlihat seperti barang bawaan biasa. Dari koper AR, petugas menemukan 62 paket dengan berat netto sekitar 6,2 kilogram. Sementara koper PC berisi 38 paket dengan berat netto sekitar 3,8 kilogram. Totalnya mencapai 10.110 gram atau sekitar 10,1 kilogram ganja. Pengungkapan bermula setelah petugas Bea Cukai melakukan analisis X-Ray terhadap barang bawaan penumpang dari penerbangan rute Koh Samui–Singapura–Denpasar. Kecurigaan petugas akhirnya berujung pada pemeriksaan lebih mendalam. Hasil laboratorium memastikan barang tersebut positif mengandung narkotika golongan I jenis Delta-9 Tetrahydrocannabinol atau THC. Kepada petugas, keduanya mengaku memperoleh barang tersebut saat berada di Thailand. Mereka juga diduga hanya berperan sebagai kurir, dengan imbalan masing-masing sekitar 150 dolar AS, atau lebih dari Rp2,6 juta. Namun, kasus ini belum berhenti. Petugas masih mendalami siapa pemasoknya, siapa penerimanya, dan apakah ada jaringan narkotika yang menunggu di Bali. Bahkan, tim gabungan melakukan langkah penyidikan termasuk controlled delivery untuk mengungkap jaringan di balik pengiriman narkotika tersebut. Barang bukti ini ditaksir bernilai sekitar Rp1,5 miliar. Sementara itu, pengungkapan kasus ini disebut berhasil menyelamatkan sekitar 2.076 jiwa dari dampak buruk penyalahgunaan narkotika dan mencegah potensi kerugian negara sekitar Rp3,3 miliar. Kini kedua WNA tersebut harus menghadapi proses hukum di Indonesia. Bali bukan tempat aman bagi jaringan narkotika. Jalur internasional terus diawasi! ⚠️ Jangan pernah tergiur menjadi kurir narkoba hanya karena imbalan jutaan rupiah. Risikonya bisa kehilangan kebebasan seumur hidup. #Bali #Denpasar #Badung #NgurahRai #BandaraNgurahRai @Little Simba ♥️🐱 @balireporter @balihotnews @Bali News Id @AndoraNews @BALITOPIK.COM

About