@lyly.land69: kẹp tóc có ở shop "Lyly.Land"👉 sàn 🍊#phukienxinh #cachcottocxinh#vairal #kẹptoc #cottoc

Lyly.Land
Lyly.Land
Open In TikTok:
Region: VN
Wednesday 01 April 2026 10:19:09 GMT
16640
175
2
27

Music

Download

Comments

ngochannnnn03
Ngocc Hann :
a ơi r muốn mua thì đặc ở đâu ạaa
2026-04-02 06:01:40
3
yoyo81128
Yoyo :
2026-06-03 13:30:42
1
.01thg2
=))) :
2026-04-07 23:57:21
1
To see more videos from user @lyly.land69, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV: Kamu berlari kencang di pusat kota. Tas selempang kecil dengan manik-manik berwarna memantul seiring dengan langkahmu yang tergesa. Slogan kain bergambarkan idola favoritmu berayun di genggaman. Arloji yang melingkari pergelangan tangan kanan menunjukkan jam rawan. “Ah, sial! Jangan sampai ketinggalan, please!” Bibirmu tak henti meluncurkan umpatan dalam bahasa ibu tiap jengkal lari. Hari ini adalah perayaan hubungan bilateral antara UEA dengan Korea Selatan di bidang budaya.  Idolamu menjadi bintang utama. “Taksi!” teriakmu di tepi trotoar melambaikan tangan. Kendaraan roda empat itu menepi bermaksud membawamu sebagai penumpangnya.  Saat kamu membuka pintu penumpang bagian belakang, satu tarikan kasar menggagalkanmu masuk. Badanmu terhuyung mundur kala dua pria berseragam hitam mencuri posisi. “Hei! Itu taksiku!” teriakmu tak terima dalam bahasa Inggris.  “Nona, maaf. Untuk saat ini kami mengalami masalah lalu lintas,” ujar salah satu dari mereka. Amarahmu terpicu. Mau petinggi negara atau artis papan atas yang mereka kawal, di matamu semua manusia sama.  “Tidak, tidak. Aku tidak mau mengalah. Aku juga buru-buru, Tuan,” balasmu kukuh mencoba masuk kembali, tetapi langsung dihadang. Bibirmu hampir mengeluarkan umpatan mendadak urung saat mendapati suara rendah dalam bahasa tanah air. “Keributan apa ini?” Kamu menoleh. Seorang pria dengan bahu lebar berjalan santai mendekati adu mulutmu dengan penjaganya. Matanya tajam, tubuhnya tinggi, dan wangi citrusnya menusuk hidung. “Ah… kalian mau merebut taksinya?” tanyanya santai, tetapi cukup mengintimidasi. Alismu bertaut kesal. Sikapnya sedikit tidak sopan. “Syukurlah kalau kamu tahu taksiku direbut. Tinggal panggil taksi yang lain apa susahnya, sih?” cecarmu tanpa takut. Dua pengawal tadi hendak mengeluarkan senjata dari sakunya langsung ditahan. Ia membiarkanmu masuk. Tak lama kemudian, pria itu ikut duduk di sampingmu. “Tolong langsung ke Abu Dhabi.” Matamu melotot. “Pak—“ “Sekarang. Kuberi harga tiga kali lipat.” Mendengar tawaran fantastis, pengemudi tersebut melajukan kendaraannya tanpa basa-basi. Kamu terkejut bukan main karena terjebak di kendaraan yang membawamu semakin jauh dari venue konser. Entah kemasukan iblis atau setan dari mana, kamu memukul lengan pria itu berulang. Hatimu berkecamuk kesal. Kesempatan bertemu dengan idola gugur seketika. “Tenangkan dirimu,” ujarnya menahan kedua tanganmu dalam genggamannya.  “Aku Yang Jungwon,” lanjutnya memperkenalkan diri. Kamu menarik tangan kasar darinya. Mau namanya Yang Jungwon atau Yang Maha Pengasih kamu tidak peduli. “Turunkan aku,” perintahmu pelan. Jungwon menaikkan sebelah alisnya penuh karisma.  “Di sini? Sepanjang jalan tol ini?” Kamu menarik napas dalam. Kepalamu berdenyut kencang, ini benar-benar kejadian yang tidak terduga. Mau tak mau kamu memilih diam. Kamu kalah. “Kenapa diam?”  “Bukan urusanmu,” ketusmu. “Itu urusanku, Nona.” Kamu menoleh, hendak membuka suara tapi sontak memundurkan badan saat Jungwon mencondongkan tubuhnya. Dagumu diraih manja oleh jemarinya. “Kamu buat aku terpikat,” bisiknya rendah. Tiba-tiba desir halus menjalari badan. Kamu mendorong kuat dadanya sampai tubuh pria itu menjauh. Orang gila. Jungwon tersenyum penuh arti dalam diamnya. Ia memperhatikan bagaimana kamu meremas rok gundah dan mengalihkan pandangan ke luar jendela.  Suara benda jatuh menarik perhatianmu. Di bawah kakimu, tergeletak sebuah kunci. Sepertinya milik Jungwon. “Biar aku saja,” ucapnya menahan bahumu yang sempat membungkuk. Jungwon merendahkan tubuh, tetapi tanpa sepengetahuanmu, tangannya merambat halus pada rokmu. Kunci berhasil digenggam tangan kanannya, bersamaan tangan kirinya memulas pahamu bagian luar. Tubuhmu tersentak, napasmu tersendat. Ada pergerakan halus yang mencoba berputar di permukaan kulit bagian paha. Tanganmu menahan kencang tindakan sembrononya. “Hentikan, aku bukan perempuan yang mudah untuk digoda,” desismu menahan suara. Kamu tidak ingin mencari keributan sekarang.  (+(1-5)) #pov #jungwon #enhypen #edit #foryoupage
POV: Kamu berlari kencang di pusat kota. Tas selempang kecil dengan manik-manik berwarna memantul seiring dengan langkahmu yang tergesa. Slogan kain bergambarkan idola favoritmu berayun di genggaman. Arloji yang melingkari pergelangan tangan kanan menunjukkan jam rawan. “Ah, sial! Jangan sampai ketinggalan, please!” Bibirmu tak henti meluncurkan umpatan dalam bahasa ibu tiap jengkal lari. Hari ini adalah perayaan hubungan bilateral antara UEA dengan Korea Selatan di bidang budaya. Idolamu menjadi bintang utama. “Taksi!” teriakmu di tepi trotoar melambaikan tangan. Kendaraan roda empat itu menepi bermaksud membawamu sebagai penumpangnya. Saat kamu membuka pintu penumpang bagian belakang, satu tarikan kasar menggagalkanmu masuk. Badanmu terhuyung mundur kala dua pria berseragam hitam mencuri posisi. “Hei! Itu taksiku!” teriakmu tak terima dalam bahasa Inggris. “Nona, maaf. Untuk saat ini kami mengalami masalah lalu lintas,” ujar salah satu dari mereka. Amarahmu terpicu. Mau petinggi negara atau artis papan atas yang mereka kawal, di matamu semua manusia sama. “Tidak, tidak. Aku tidak mau mengalah. Aku juga buru-buru, Tuan,” balasmu kukuh mencoba masuk kembali, tetapi langsung dihadang. Bibirmu hampir mengeluarkan umpatan mendadak urung saat mendapati suara rendah dalam bahasa tanah air. “Keributan apa ini?” Kamu menoleh. Seorang pria dengan bahu lebar berjalan santai mendekati adu mulutmu dengan penjaganya. Matanya tajam, tubuhnya tinggi, dan wangi citrusnya menusuk hidung. “Ah… kalian mau merebut taksinya?” tanyanya santai, tetapi cukup mengintimidasi. Alismu bertaut kesal. Sikapnya sedikit tidak sopan. “Syukurlah kalau kamu tahu taksiku direbut. Tinggal panggil taksi yang lain apa susahnya, sih?” cecarmu tanpa takut. Dua pengawal tadi hendak mengeluarkan senjata dari sakunya langsung ditahan. Ia membiarkanmu masuk. Tak lama kemudian, pria itu ikut duduk di sampingmu. “Tolong langsung ke Abu Dhabi.” Matamu melotot. “Pak—“ “Sekarang. Kuberi harga tiga kali lipat.” Mendengar tawaran fantastis, pengemudi tersebut melajukan kendaraannya tanpa basa-basi. Kamu terkejut bukan main karena terjebak di kendaraan yang membawamu semakin jauh dari venue konser. Entah kemasukan iblis atau setan dari mana, kamu memukul lengan pria itu berulang. Hatimu berkecamuk kesal. Kesempatan bertemu dengan idola gugur seketika. “Tenangkan dirimu,” ujarnya menahan kedua tanganmu dalam genggamannya. “Aku Yang Jungwon,” lanjutnya memperkenalkan diri. Kamu menarik tangan kasar darinya. Mau namanya Yang Jungwon atau Yang Maha Pengasih kamu tidak peduli. “Turunkan aku,” perintahmu pelan. Jungwon menaikkan sebelah alisnya penuh karisma. “Di sini? Sepanjang jalan tol ini?” Kamu menarik napas dalam. Kepalamu berdenyut kencang, ini benar-benar kejadian yang tidak terduga. Mau tak mau kamu memilih diam. Kamu kalah. “Kenapa diam?” “Bukan urusanmu,” ketusmu. “Itu urusanku, Nona.” Kamu menoleh, hendak membuka suara tapi sontak memundurkan badan saat Jungwon mencondongkan tubuhnya. Dagumu diraih manja oleh jemarinya. “Kamu buat aku terpikat,” bisiknya rendah. Tiba-tiba desir halus menjalari badan. Kamu mendorong kuat dadanya sampai tubuh pria itu menjauh. Orang gila. Jungwon tersenyum penuh arti dalam diamnya. Ia memperhatikan bagaimana kamu meremas rok gundah dan mengalihkan pandangan ke luar jendela. Suara benda jatuh menarik perhatianmu. Di bawah kakimu, tergeletak sebuah kunci. Sepertinya milik Jungwon. “Biar aku saja,” ucapnya menahan bahumu yang sempat membungkuk. Jungwon merendahkan tubuh, tetapi tanpa sepengetahuanmu, tangannya merambat halus pada rokmu. Kunci berhasil digenggam tangan kanannya, bersamaan tangan kirinya memulas pahamu bagian luar. Tubuhmu tersentak, napasmu tersendat. Ada pergerakan halus yang mencoba berputar di permukaan kulit bagian paha. Tanganmu menahan kencang tindakan sembrononya. “Hentikan, aku bukan perempuan yang mudah untuk digoda,” desismu menahan suara. Kamu tidak ingin mencari keributan sekarang. (+(1-5)) #pov #jungwon #enhypen #edit #foryoupage

About