@tenrin_official: なぎキラコラボ(一旦)最終回#TENRIN #ヒロインズ

TENRIN
TENRIN
Open In TikTok:
Region: JP
Wednesday 01 April 2026 10:59:03 GMT
253335
19463
53
52

Music

Download

Comments

yuri_heroines
宇野 ゆり :
宇野ゆりのTシャツ着てくれてありがとうございます!😻
2026-04-01 12:53:26
3924
nyaaanll5
ちさにゃん♡ :
生誕Tじゃなくてガチ推しTであついWWWWWWWWWW
2026-04-01 13:46:52
1225
negitoro_2x
ねぎとろ :
宇野ゆりのTシャツ着てくれてありがとう
2026-04-01 12:14:25
974
nagixxx_nya
ゅる :
うらなぎいちゃいちゃしてて神
2026-04-01 11:10:28
296
nico_tenrin
ななせにこ🌈💜 :
今日おもろいWWWW
2026-04-02 02:02:25
225
nk_1if
かの :
うのゆりのTシャツ着てくれてありがとう
2026-04-02 00:14:45
265
qlxarl__16
あかり :
最終回つらい💧
2026-04-01 11:04:14
73
butanikudecurry
ぶたyo :
あーくんのグーパン前の目つき好き👊🏻
2026-04-01 11:07:06
29
r4myu__
れいみ :
やっぱりなぎちゃんがだいすき
2026-04-01 11:39:32
12
agehaaaaa9re8
くれは🫨 :
最後のなぎうらさん尊くて、
2026-04-01 14:38:01
27
_rn80
めい :
うらなぎらぶらぶでかわいい
2026-04-01 14:03:34
19
c5_si1x
しく :
今回なぎちゃん撮られてる側で神
2026-04-01 14:32:33
91
user7078731501217
ゆうち :
うのゆりのTシャツありがとう
2026-04-01 14:09:39
15
hinata_amu
ひなた :
どんだけ後転すきなんwwwww
2026-04-01 11:37:52
17
stay51857
지유(じゆ) :
体操教室また来たwwwwwwwwww
2026-04-01 12:46:27
6
mzcwii
𝓞 :
なぎちゃん出演ありがとうございます⊂( ᴖ ̫ᴖ )⊃なぎちゃん後転ありがとうございます⊂( ᴖ ̫ᴖ )⊃うらなぎありがとうございます⊂( ᴖ ̫ᴖ )⊃
2026-04-01 14:59:30
17
nan0_id0
なのごりら :
うのゆりT×ちゃちゃの組み合わせ待ってた笑笑
2026-04-01 11:46:00
9
dah_.o5o4
すあ🐰🎵 :
ちゃちゃ対策のために宇野ゆりTインしてるのかわいい
2026-04-02 11:40:21
8
riko00032
りこ :
TENRlNさん雅なぎに後転させてくれてありがとう
2026-04-01 14:01:12
15
s.hun_4
しゅん :
なぎちゃんがうららちゃんに寝っ転がってるのかわいすぎる💚🩷💚🩷💚🩷💚🩷💚🩷なぎちゃんのおかえりボイス好きすぎる💚💚💚💚
2026-04-01 11:44:58
15
tzslzmsq
︎︎ :
いーやすっぴんがあまりにもかわいすぎる
2026-04-01 11:58:01
5
futhakshowm0re
ドブネズミほたて :
ショートなぎちゃまと宇野ゆりが動画に共存していることが信じられない
2026-04-01 14:00:00
6
ecstasy1984
Mockey🦄 :
キラ様のすっぴんも見たい
2026-04-01 12:17:42
7
my.l6b
みゆ :
なぎ様登場あつい
2026-04-03 05:00:33
5
__meichanman__
めい :
なんでちゃっぴーうのゆりT持ってんのwwwwwwwwwwww
2026-04-02 12:45:41
4
To see more videos from user @tenrin_official, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV : Suara heels milikmu menggema pelan memenuhi rumah marmer yang sudah nyaris gelas itu. Park Sunghoon, suamimu. Seorang CEO Park entertainment yang memang memiliki pengaruh paling besar di penjuru kota dan kalian berdua juga sudah di karuniai seorang anak laki-laki berumur dua tahun. Hubungan diantara kalian akhir-akhir ini memang sedikit merenggang akibat ulahmu sendiri. Bukan karena ekonomi tapi karena sikapmu yang terlalu menyukai hidup bebas dan sebaliknya Sunghoon selalu melarang ini itu dengan mu. “Non muda baru pulang…” ucap sang pengasuh pelan, sedikit canggung melihat atmosfer di ruangan itu. Sunghoon berdiri perlahan. “Tolong bawa Jiwon ke kamar.” Wanita itu langsung mengangguk cepat sebelum buru-buru pergi membawa anak kalian meninggalkan ruang tengah. Tinggal kamu dan Sunghoon. Hening. Kamu menghela napas pelan sambil melepas heels tinggi itu satu per satu. “Kenapa belum tidur?” tanyamu santai seolah tidak ada masalah. Sunghoon justru berjalan mendekat. Pelan. Tatapannya turun dari wajahmu ke dress ketat yang nyaris terbuka di bagian dada… lalu ke bekas lipstick samar di pinggir gelas yang masih kamu pegang. “Kamu dari club lagi?” tanya Sunghoon pelan sambil terus menatap wajahmu tajam. “Iya.” jawabmu. Sunghoon tersenyum tipis. Tapi itu bukan senyum hangat yang biasa kamu lihat dulu. Melainkan senyum dingin yang justru membuat bulu kudukmu meremang. “Iya?” ulangnya pelan. Kamu berjalan melewatinya begitu saja sambil meletakkan tas kecilmu di atas sofa. “Aku capek, Sunghoon. Jangan mulai.” Baru dua langkah—tangan besar pria itu tiba-tiba menahan pergelangan tanganmu. Cengkramannya tidak kasar tapi cukup kuat untuk membuatmu berhenti. “Kamu pikir aku bakal diem terus?” tanyanya rendah. Kamu menoleh pelan menatap wajah suamimu itu. Rahangnya mengeras, matanya tajam penuh emosi yang sejak tadi dia tahan. “Kamu pulang jam dua pagi.” lanjutnya. “Pakai dress seperti ini. Bau alkohol. Dari club.” “Kamu mau marah?” kamu tertawa kecil sinis. “Silakan.” Sunghoon mendekat satu langkah lagi sampai tubuh kalian nyaris menempel. Tangannya terangkat pelan lalu mencengkeram pinggangmu erat sampai tubuhmu otomatis menegang. “Aku gak suka laki-laki lain liatin kamu.” “Terus aku harus apa? Di rumah terus nurut semua ucapan kamu?” “Kalo itu bikin kamu aman, iya.”  Jawaban itu membuatmu mendelik kesal. “Kamu terlalu posesif, Sunghoon.” “Dan kamu terlalu suka cari masalah.” Tatapan Sunghoon turun ke bibirmu sesaat sebelum kembali menatap mata dan sekarang nafas kalian saling bertabrakan. “Aku diem bukan berarti aku suka ngeliat istri aku pulang tiap malem.” Kamu mendorong dadanya pelan. “Tapi kamu juga gak pernah dengerin aku.” ucapmu berusaha tegas. Sunghoon diam beberapa detik. Lalu tiba-tiba tangannya menarik tubuhmu lebih dekat sampai dadamu menabrak dadanya keras. •• Pagi harinya sinar matahari masuk samar dari balik tirai besar kamar utama. Kepalamu masih terasa sedikit berat saat perlahan membuka mata. Hal pertama yang kamu sadari adalah lengan besar milik Sunghoon melingkar erat di pinggangmu. Pria itu masih tertidur di belakangmu dengan wajah tenang seolah semalam bukan dia yang menatapmu penuh emosi sampai membuat jantungmu berdebar tidak karuan. Kamu menelan ludah pelan. Ingatan tentang semalam kembali memenuhi kepala. Cara Sunghoon menahan pinggangmu. Tatapannya. Nada rendah suaranya yang terdengar begitu menekan namun entah kenapa justru membuatmu gugup sendiri. Kamu mencoba melepaskan pelan pelukannya. Namun baru bergerak sedikit— “Bangun jam segini buat kabur lagi?” Suara serak khas bangun tidur itu membuatmu diam. Sunghoon membuka mata perlahan lalu menatapmu tanpa melepas pelukannya sedikitpun. “Aku cuma mau mandi,” jawabmu pelan. Sunghoon tidak langsung menjawab. Tatapannya justru turun ke wajahmu lama seolah sedang memastikan sesuatu. “Kamu masih marah?” tanyamu akhirnya. Pria itu menghela napas pelan sebelum mendekatkan wajahnya ke lehermu sekilas. “Aku capek marah sama kamu.” salin tautan😭🙏🏻 #sunghoon #pov #enhypenpov
POV : Suara heels milikmu menggema pelan memenuhi rumah marmer yang sudah nyaris gelas itu. Park Sunghoon, suamimu. Seorang CEO Park entertainment yang memang memiliki pengaruh paling besar di penjuru kota dan kalian berdua juga sudah di karuniai seorang anak laki-laki berumur dua tahun. Hubungan diantara kalian akhir-akhir ini memang sedikit merenggang akibat ulahmu sendiri. Bukan karena ekonomi tapi karena sikapmu yang terlalu menyukai hidup bebas dan sebaliknya Sunghoon selalu melarang ini itu dengan mu. “Non muda baru pulang…” ucap sang pengasuh pelan, sedikit canggung melihat atmosfer di ruangan itu. Sunghoon berdiri perlahan. “Tolong bawa Jiwon ke kamar.” Wanita itu langsung mengangguk cepat sebelum buru-buru pergi membawa anak kalian meninggalkan ruang tengah. Tinggal kamu dan Sunghoon. Hening. Kamu menghela napas pelan sambil melepas heels tinggi itu satu per satu. “Kenapa belum tidur?” tanyamu santai seolah tidak ada masalah. Sunghoon justru berjalan mendekat. Pelan. Tatapannya turun dari wajahmu ke dress ketat yang nyaris terbuka di bagian dada… lalu ke bekas lipstick samar di pinggir gelas yang masih kamu pegang. “Kamu dari club lagi?” tanya Sunghoon pelan sambil terus menatap wajahmu tajam. “Iya.” jawabmu. Sunghoon tersenyum tipis. Tapi itu bukan senyum hangat yang biasa kamu lihat dulu. Melainkan senyum dingin yang justru membuat bulu kudukmu meremang. “Iya?” ulangnya pelan. Kamu berjalan melewatinya begitu saja sambil meletakkan tas kecilmu di atas sofa. “Aku capek, Sunghoon. Jangan mulai.” Baru dua langkah—tangan besar pria itu tiba-tiba menahan pergelangan tanganmu. Cengkramannya tidak kasar tapi cukup kuat untuk membuatmu berhenti. “Kamu pikir aku bakal diem terus?” tanyanya rendah. Kamu menoleh pelan menatap wajah suamimu itu. Rahangnya mengeras, matanya tajam penuh emosi yang sejak tadi dia tahan. “Kamu pulang jam dua pagi.” lanjutnya. “Pakai dress seperti ini. Bau alkohol. Dari club.” “Kamu mau marah?” kamu tertawa kecil sinis. “Silakan.” Sunghoon mendekat satu langkah lagi sampai tubuh kalian nyaris menempel. Tangannya terangkat pelan lalu mencengkeram pinggangmu erat sampai tubuhmu otomatis menegang. “Aku gak suka laki-laki lain liatin kamu.” “Terus aku harus apa? Di rumah terus nurut semua ucapan kamu?” “Kalo itu bikin kamu aman, iya.” Jawaban itu membuatmu mendelik kesal. “Kamu terlalu posesif, Sunghoon.” “Dan kamu terlalu suka cari masalah.” Tatapan Sunghoon turun ke bibirmu sesaat sebelum kembali menatap mata dan sekarang nafas kalian saling bertabrakan. “Aku diem bukan berarti aku suka ngeliat istri aku pulang tiap malem.” Kamu mendorong dadanya pelan. “Tapi kamu juga gak pernah dengerin aku.” ucapmu berusaha tegas. Sunghoon diam beberapa detik. Lalu tiba-tiba tangannya menarik tubuhmu lebih dekat sampai dadamu menabrak dadanya keras. •• Pagi harinya sinar matahari masuk samar dari balik tirai besar kamar utama. Kepalamu masih terasa sedikit berat saat perlahan membuka mata. Hal pertama yang kamu sadari adalah lengan besar milik Sunghoon melingkar erat di pinggangmu. Pria itu masih tertidur di belakangmu dengan wajah tenang seolah semalam bukan dia yang menatapmu penuh emosi sampai membuat jantungmu berdebar tidak karuan. Kamu menelan ludah pelan. Ingatan tentang semalam kembali memenuhi kepala. Cara Sunghoon menahan pinggangmu. Tatapannya. Nada rendah suaranya yang terdengar begitu menekan namun entah kenapa justru membuatmu gugup sendiri. Kamu mencoba melepaskan pelan pelukannya. Namun baru bergerak sedikit— “Bangun jam segini buat kabur lagi?” Suara serak khas bangun tidur itu membuatmu diam. Sunghoon membuka mata perlahan lalu menatapmu tanpa melepas pelukannya sedikitpun. “Aku cuma mau mandi,” jawabmu pelan. Sunghoon tidak langsung menjawab. Tatapannya justru turun ke wajahmu lama seolah sedang memastikan sesuatu. “Kamu masih marah?” tanyamu akhirnya. Pria itu menghela napas pelan sebelum mendekatkan wajahnya ke lehermu sekilas. “Aku capek marah sama kamu.” salin tautan😭🙏🏻 #sunghoon #pov #enhypenpov

About