@caio_083: #cristianoronaldo #edit #andressaurach #cristiano

Caio
Caio
Open In TikTok:
Region: BR
Wednesday 01 April 2026 13:23:30 GMT
34778
1386
13
171

Music

Download

Comments

rnloko00
Rn_ :
manchando a reputação do cr7 😞
2026-04-01 15:12:14
50
eogbzin777
🅸 🅰🅼 🅶🅱🆉🅸🅽 🥷 :
Andresa
2026-07-30 02:46:35
9
raiissq
raiissq :
Todo da georgina
2026-09-05 01:47:16
6
1andressaaraujo_
Andressa :
“Ele é o melhor do mundo”
2026-09-21 20:16:26
2
username_01unic
. :
o melhor até nisso pai
2026-04-01 14:02:27
13
bryan._2018
🔫 :
2026-09-17 20:39:23
0
matheus._9
𝐌𝐚𝐭𝐡𝐞𝐮𝐬 𝐃𝐨𝐮𝐠𝐥𝐚𝐬 :
@João Carlos
2026-07-30 12:03:04
0
To see more videos from user @caio_083, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#pov Sunghoon | Oneshoot—
#pov Sunghoon | Oneshoot—"Merry Christmas, I Miss You" Aroma kayu manis dan pengap yang khas langsung menyambut indra penciumanmu begitu pintu kayu itu terbuka. Jakarta sore ini sedang diguyur hujan rintik-rintik, membawa hawa dingin yang entah kenapa terasa sangat akrab di kulitmu. Lima tahun di New York ternyata tidak berhasil menghapus memori tubuhmu tentang bagaimana rasanya pulang ke rumah ini. Kamu menghela napas panjang, menurunkan koper besar beroda dua milikmu di dekat sofa ruang tamu yang masih ditutupi kain putih anti-debu. "Masih sama seperti dulu." gumammu pelan. Kamu mendudukkan diri di lengan sofa, merogoh saku mantel untuk mengambil ponsel yang layarnya terus berkedip sejak kamu turun dari taksi bandara. Bukan pesan teks yang kamu buka, melainkan deretan nomor internasional yang langsung kamu tekan tanpa ragu. Kamu menghela nafas pelan. "Lagi sibuk gak ya? Ah udah deh coba aja." Kamu menempelkan benda pipih itu ke telinga, mendengarkan nada sambung yang hanya berbunyi dua kali sebelum suara berat dan tenang di seberang sana menyahut dengan helaan napas lega yang samar. "Aku udah sampai di rumah nih," ucapmu lirih, menyadarkan kepalamu pada pilar rumah yang dingin. "Syukurlah," balas suara di seberang telepon, terdengar bising dengan suara gemerisik kertas lembar kerja khas ruang kantor, namun intonasinya tetap melembut khusus untukmu. "Kamu kedengaran capek banget. Yaudah, kamu langsung istirahat ya. Urusan barang-barang yang lain biar aku yang urus besok." Kamu mengulas senyum tipis, merasa hangat oleh perhatian kecil yang selalu dia berikan tanpa jeda selama tiga tahun terakhir. "Iya, ini juga mau langsung bersih-bersih kok. Kamu jangan lembur terus, ya." Sambungan telepon itu mati setelah dia menggumamkan kata iya yang pelan. Kamu menatap layar ponselmu beberapa saat, dan tersenyum pelan. Akhirnya kamu berdiri, melangkah naik menuju lantai dua rumah ini. Kamu mendorong pintu kamar tidurmu yang bernuansa earth tone. Semuanya masih sama, tata letak mejanya, gorden yang sedikit berdebu, hingga keheningan yang seolah mengkristal di sudut ruangan. "Uhuk uhuk." Kamu terbatuk begitu pintu kamar itu terbuka. Langkahmu terhenti di depan meja rias. Di sudut cermin, sebuah bingkai foto kayu berukuran kecil menarik perhatianmu. Kamu mendekat, mengambil bingkai itu, lalu membersihkan debu tipis di atas kacanya dengan ibu jarimu. "Aku pikir foto ini sudah dibuang," Di dalam foto itu, ada kamu dan Park Sunghoon. Itu adalah foto first date kalian beberapa tahun yang lalu di sebuah pasar malam kecil pinggiran kota. Di foto itu, Sunghoon memakai jaket denim kebesaran, tersenyum kikuk dengan pipi yang memerah karena dingin, sementara kamu tertawa lebar sambil memegang kembang gula. Kamu hanya menatapnya lama, lalu mengulas senyum tipis. "Sunghoon.. apa kabar ya dia?" Kamu meletakkan kembali bingkai foto itu dengan posisi tertelungkup di atas meja, memutuskan bahwa beberapa kenangan memang sebaiknya dibiarkan mati di tempatnya. (komen/sl) aku bawain pakde eh mas sunghoon kali ini 🫶🏻 met istirahat loff✨💕 #sunghoon #sunghoonenhypen #enhypen

About