@vlixo_1e: عدت نشرت #كيدراما #واجب_بعد_المدرسة #kadrama #كيدراما_كوريه #

ᴹᵃʳᵃᵐ
ᴹᵃʳᵃᵐ
Open In TikTok:
Region: IQ
Wednesday 01 April 2026 14:33:45 GMT
11526
738
15
117

Music

Download

Comments

queenbcgs
JENNIE/جيني🥹🤍 :
مستحيل اتخطى💔💔😔
2026-06-15 13:35:11
1
user559467007
♥S♥ :
اريد موسم ثالث ويكون حلم 😭😭😭
2026-04-16 16:46:33
4
its_horea_
its_horea :
هستوني خلصته النهايه تقهرر والله
2026-04-07 19:38:13
0
i8uarl
🪽 :
ليه تذكرينيييييييييييي😭😭😭😭😭
2026-04-01 19:23:35
1
ll_99o7
ﺳـﻳـﻣـﻭ||𝘚𝘌𝘔𝘖 :
اخخ مابتخطى بالمسلسل💔.
2026-04-01 16:52:42
0
ro_6345
"Come " :
ج
2026-04-07 15:19:08
0
m17o89
ℳ :
يمهه ببكي ذكريات😭
2026-04-01 15:18:10
0
m17o89
ℳ :
ابدعتي حلوتيي😔🌷
2026-04-01 15:18:19
0
dream_2ii7
dream. :
💔.
2026-04-01 15:03:04
0
ll_99o7
ﺳـﻳـﻣـﻭ||𝘚𝘌𝘔𝘖 :
😔💔.
2026-04-01 16:52:30
0
To see more videos from user @vlixo_1e, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Malam di Adhirajasa terasa semakin mencekam saat Arkana dan Arsen kembali ke keraton. Halaman utama istana dipenuhi prajurit yang berlarian membawa korban luka. Suara bentrokan senjata terdengar dari berbagai sisi. Teriakan rakyat bercampur suara hujan memenuhi udara malam. Keraton tidak lagi terasa seperti pusat kekuasaan. Melainkan medan perang  Kuda Arkana berhenti tepat di pelataran utama. Belum sempat ia turun, seorang prajurit langsung datang tergesa-gesa dengan wajah pucat. “Paduka Sultan!” Ia jatuh berlutut di depan Arkana. “Sebagian pasukan kerajaan mulai berpihak pada Patih Wirabumi!” Wajah Arkana langsung berubah dingin. Sedangkan Arsen mengernyit tajam. Karena itu berarti, ini bukan lagi sekadar kerusuhan. Kerajaan mulai pecah dari dalam. “Gerbang utara berhasil direbut kembali,” lanjut prajurit itu cepat. “Namun rakyat mulai panik karena tersebar kabar bahwa keluarga kerajaan menyembunyikan sesuatu.” Arkana langsung menyadari. Patih mulai memainkan opini rakyat. Dan itu jauh lebih berbahaya dibanding perang biasa. Arkana turun dari kudanya perlahan. Tatapannya menyapu halaman keraton yang kacau. Para prajurit saling curiga. Rakyat mulai kehilangan kepercayaan. Dan malam ini, Arkana merasa Adhirajasa benar-benar berada di ambang kehancuran. “Evakuasi rakyat ke area dalam,” perintahnya cepat. “Siapa pun yang terluka harus segera ditangani.” Prajurit itu langsung membungkuk patuh. Namun sebelum ia pergi, Arkana kembali bicara. “Dan tangkap siapa pun yang menyebarkan fitnah.” “Tanpa menyakiti rakyat.” Arsen langsung menoleh pelan ke arah kakaknya. Karena di tengah kekacauan sebesar ini… Arkana masih memikirkan rakyatnya lebih dulu. “Arsen.” Suara Arkana akhirnya memecah suasana. Arsen menatapnya. Tatapan mereka terasa berbeda. Bukan sebagai Sultan dan bayangannya. Bukan juga sebagai dua lelaki yang mencintai perempuan yang sama. Melainkan sebagai saudara  “Aku butuh kau memimpin pasukan timur.” Arsen langsung membeku sesaat. Karena bertahun-tahun… Arkana tidak pernah benar-benar memberinya kepercayaan sebesar itu. Namun malam ini berbeda. Tidak ada lagi ruang untuk kebencian di antara mereka. Karena Adhirajasa sedang runtuh. Arsen akhirnya mengangguk pelan. “Dan kau?” Arkana menatap lorong utama keraton yang gelap. Tatapannya berubah tajam. “Aku akan mencari Patih Wirabumi sendiri.” Arsen langsung mengernyit. “Itu terlalu berbahaya.” Namun Arkana justru tersenyum tipis. Senyum lelah. “Sejak awal… target sebenarnya memang aku.” Dan kalimat itu membuat Arsen terdiam. Karena ia tahu Arkana benar. Patih tidak sedang menyerang tahta. Ia sedang menghancurkan keluarga kerajaan sedikit demi sedikit. Di sisi lain Adhirajasa Nayandira berjalan sendirian menembus hujan. Tanpa tujuan. Pikirannya masih dipenuhi kata-kata Patih. Tentang keluarganya. Tentang perang. Tentang Adhirajasa. Ia berhenti di sebuah jembatan batu kecil dekat sungai kerajaan. Air sungai meluap karena hujan deras. Sedangkan Nayandira hanya berdiri diam memandang pantulan dirinya sendiri di air. “Aku ini sebenarnya siapa…?” bisiknya lirih. Air matanya jatuh lagi. Ia merasa tidak memiliki tempat untuk pulang. #haechan #jaemin #fakesub #nctdream #pov
Malam di Adhirajasa terasa semakin mencekam saat Arkana dan Arsen kembali ke keraton. Halaman utama istana dipenuhi prajurit yang berlarian membawa korban luka. Suara bentrokan senjata terdengar dari berbagai sisi. Teriakan rakyat bercampur suara hujan memenuhi udara malam. Keraton tidak lagi terasa seperti pusat kekuasaan. Melainkan medan perang Kuda Arkana berhenti tepat di pelataran utama. Belum sempat ia turun, seorang prajurit langsung datang tergesa-gesa dengan wajah pucat. “Paduka Sultan!” Ia jatuh berlutut di depan Arkana. “Sebagian pasukan kerajaan mulai berpihak pada Patih Wirabumi!” Wajah Arkana langsung berubah dingin. Sedangkan Arsen mengernyit tajam. Karena itu berarti, ini bukan lagi sekadar kerusuhan. Kerajaan mulai pecah dari dalam. “Gerbang utara berhasil direbut kembali,” lanjut prajurit itu cepat. “Namun rakyat mulai panik karena tersebar kabar bahwa keluarga kerajaan menyembunyikan sesuatu.” Arkana langsung menyadari. Patih mulai memainkan opini rakyat. Dan itu jauh lebih berbahaya dibanding perang biasa. Arkana turun dari kudanya perlahan. Tatapannya menyapu halaman keraton yang kacau. Para prajurit saling curiga. Rakyat mulai kehilangan kepercayaan. Dan malam ini, Arkana merasa Adhirajasa benar-benar berada di ambang kehancuran. “Evakuasi rakyat ke area dalam,” perintahnya cepat. “Siapa pun yang terluka harus segera ditangani.” Prajurit itu langsung membungkuk patuh. Namun sebelum ia pergi, Arkana kembali bicara. “Dan tangkap siapa pun yang menyebarkan fitnah.” “Tanpa menyakiti rakyat.” Arsen langsung menoleh pelan ke arah kakaknya. Karena di tengah kekacauan sebesar ini… Arkana masih memikirkan rakyatnya lebih dulu. “Arsen.” Suara Arkana akhirnya memecah suasana. Arsen menatapnya. Tatapan mereka terasa berbeda. Bukan sebagai Sultan dan bayangannya. Bukan juga sebagai dua lelaki yang mencintai perempuan yang sama. Melainkan sebagai saudara “Aku butuh kau memimpin pasukan timur.” Arsen langsung membeku sesaat. Karena bertahun-tahun… Arkana tidak pernah benar-benar memberinya kepercayaan sebesar itu. Namun malam ini berbeda. Tidak ada lagi ruang untuk kebencian di antara mereka. Karena Adhirajasa sedang runtuh. Arsen akhirnya mengangguk pelan. “Dan kau?” Arkana menatap lorong utama keraton yang gelap. Tatapannya berubah tajam. “Aku akan mencari Patih Wirabumi sendiri.” Arsen langsung mengernyit. “Itu terlalu berbahaya.” Namun Arkana justru tersenyum tipis. Senyum lelah. “Sejak awal… target sebenarnya memang aku.” Dan kalimat itu membuat Arsen terdiam. Karena ia tahu Arkana benar. Patih tidak sedang menyerang tahta. Ia sedang menghancurkan keluarga kerajaan sedikit demi sedikit. Di sisi lain Adhirajasa Nayandira berjalan sendirian menembus hujan. Tanpa tujuan. Pikirannya masih dipenuhi kata-kata Patih. Tentang keluarganya. Tentang perang. Tentang Adhirajasa. Ia berhenti di sebuah jembatan batu kecil dekat sungai kerajaan. Air sungai meluap karena hujan deras. Sedangkan Nayandira hanya berdiri diam memandang pantulan dirinya sendiri di air. “Aku ini sebenarnya siapa…?” bisiknya lirih. Air matanya jatuh lagi. Ia merasa tidak memiliki tempat untuk pulang. #haechan #jaemin #fakesub #nctdream #pov

About