@yesi37665: #yoooooooooooooooo😍😍😍😍😍😍😍😍

Yesi 🪐🤍
Yesi 🪐🤍
Open In TikTok:
Region: MX
Thursday 02 April 2026 04:39:29 GMT
1462
175
2
1

Music

Download

Comments

moraleshernandezjose64
joęl Morales,ヾ(@^▽^@)ノ :
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2026-04-03 02:54:39
0
jerry.damian4
Jerry Damian :
🥰🥰🥰
2026-04-05 12:00:16
0
To see more videos from user @yesi37665, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Mindset itu seperti kacamata yang kita pakai. 1. Growth Mindset (Pola Pikir Berkembang) Tanpa ini, kegagalan akan terasa seperti akhir dari segalanya. Dengan pola pikir ini, kegagalan hanyalah umpan balik (feedback) dan batu loncatan untuk menjadi lebih baik. Jangan takut salah atau kelihatan bodoh. Kalau kamu belum bisa melakukan sesuatu sekarang, bukan berarti kamu bodoh selamanya. Kamu cuma butuh waktu untuk latihan. 2. Abundance Mindset (Pola Pikir Kelimpahan) Kebalikan dari scarcity mindset (pola pikir kekurangan) yang menganggap sukses orang lain adalah ancaman.  Ini menjauhkan dari rasa iri, dengki, dan kompetisi yang tidak sehat. Jangan iri kalau lihat teman sukses di media sosial. Rezeki dan porsi kebahagiaan di dunia ini sangat banyak, gak bakal habis. Suksesnya dia tidak akan mengurangi jatah suksesmu. 3. Stoic Mindset (Dikotomi Kendali) Ini adalah obat paling ampuh untuk kecemasan dan stres berlebih. Berhenti membuang energi untuk mengomeli hal-hal yang tidak bisa kita ubah. Kamu tidak bisa mengatur macetnya jalanan, cuaca, atau omongan julid orang lain. Jadi, jangan buang energimu buat stres mikirin itu. Fokus saja pada apa yang bisa kamu lakukan: sikapmu dan reaksimu. 4. Solution-Oriented Mindset (Fokus pada Solusi) Saat ada masalah, wajar kalau kaget atau sedih. Mengeluh itu manusiawi, tapi tidak menyelesaikan masalah. Jadi jangan kelamaan menyalahkan keadaan atau sibuk cari siapa yang salah.  Pola pikir ini membuatmu menjadi orang yang tangguh, praktis, dan diandalkan di situasi kritis. 5. Self-Compassion Mindset (Welas Asih pada Diri Sendiri) Kita sering kali menjadi kritikus paling kejam bagi diri sendiri. Kritik diri yang berlebihan justru mematikan motivasi. Self-compassion memberi ruang aman untuk pulih dan bangkit lagi. Coba bayangkan kalau temanmu lagi sedih, kamu pasti menyemangati dia, kan? Nah, lakukan hal yang sama ke dirimu sendiri. Kamu juga manusia yang bisa capek dan salah. Catatan Kecil: Mengubah pola pikir itu mirip seperti melatih otot alias tidak bisa instan dan butuh latihan setiap hari. Dari kelima mindset di atas, mana yang menurutmu paling menantang atau paling ingin kamu latih saat ini?
Mindset itu seperti kacamata yang kita pakai. 1. Growth Mindset (Pola Pikir Berkembang) Tanpa ini, kegagalan akan terasa seperti akhir dari segalanya. Dengan pola pikir ini, kegagalan hanyalah umpan balik (feedback) dan batu loncatan untuk menjadi lebih baik. Jangan takut salah atau kelihatan bodoh. Kalau kamu belum bisa melakukan sesuatu sekarang, bukan berarti kamu bodoh selamanya. Kamu cuma butuh waktu untuk latihan. 2. Abundance Mindset (Pola Pikir Kelimpahan) Kebalikan dari scarcity mindset (pola pikir kekurangan) yang menganggap sukses orang lain adalah ancaman. Ini menjauhkan dari rasa iri, dengki, dan kompetisi yang tidak sehat. Jangan iri kalau lihat teman sukses di media sosial. Rezeki dan porsi kebahagiaan di dunia ini sangat banyak, gak bakal habis. Suksesnya dia tidak akan mengurangi jatah suksesmu. 3. Stoic Mindset (Dikotomi Kendali) Ini adalah obat paling ampuh untuk kecemasan dan stres berlebih. Berhenti membuang energi untuk mengomeli hal-hal yang tidak bisa kita ubah. Kamu tidak bisa mengatur macetnya jalanan, cuaca, atau omongan julid orang lain. Jadi, jangan buang energimu buat stres mikirin itu. Fokus saja pada apa yang bisa kamu lakukan: sikapmu dan reaksimu. 4. Solution-Oriented Mindset (Fokus pada Solusi) Saat ada masalah, wajar kalau kaget atau sedih. Mengeluh itu manusiawi, tapi tidak menyelesaikan masalah. Jadi jangan kelamaan menyalahkan keadaan atau sibuk cari siapa yang salah. Pola pikir ini membuatmu menjadi orang yang tangguh, praktis, dan diandalkan di situasi kritis. 5. Self-Compassion Mindset (Welas Asih pada Diri Sendiri) Kita sering kali menjadi kritikus paling kejam bagi diri sendiri. Kritik diri yang berlebihan justru mematikan motivasi. Self-compassion memberi ruang aman untuk pulih dan bangkit lagi. Coba bayangkan kalau temanmu lagi sedih, kamu pasti menyemangati dia, kan? Nah, lakukan hal yang sama ke dirimu sendiri. Kamu juga manusia yang bisa capek dan salah. Catatan Kecil: Mengubah pola pikir itu mirip seperti melatih otot alias tidak bisa instan dan butuh latihan setiap hari. Dari kelima mindset di atas, mana yang menurutmu paling menantang atau paling ingin kamu latih saat ini?

About