@umarpubggame1: My unfreez account please @جہانگیر اعوان #unfrezzmyaccount

🥀ع م ر☠️
🥀ع م ر☠️
Open In TikTok:
Region: PK
Friday 03 April 2026 05:25:25 GMT
163
44
9
16

Music

Download

Comments

itxmemalik74
ᴍᴀʟɪᴋ_ᴀʜᴀᴅ🫠 :
❤️❤️❤️
2026-04-03 14:08:39
0
murshad.59.11
اعوان⚜️ :
❤️❤️❤️
2026-04-03 11:15:58
0
malikaliking874
(_:*KING_*:OF_*KAROL:*)- :
🥰🥰🥰
2026-04-03 10:32:22
0
alimalik8122
Ali Malik 8122 :
❤️❤️❤️
2026-04-03 08:01:28
0
malik1212_2
MALIK :
🥰🥰🥰
2026-04-03 07:34:36
0
umer_rajput.8
UMER RAJPUT 🚩 :
❣️🥰
2026-04-03 06:32:05
0
aseel.shook.malik.d
Malik awan :
🥰🥰🥰
2026-04-03 06:13:32
0
aseel.shook.malik.d
Malik awan :
💖💖💖
2026-04-03 06:13:29
0
malik.raheem957
Malik Raheem :
🥰🥰🥰
2026-04-04 05:26:46
0
To see more videos from user @umarpubggame1, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV | Park Sunghoon, siswa kelas 3 jurusan musik klasik. Bakat utamanya ice skating—ia sedang berjuang melawan trauma masa lalu yang membuatnya terpaksa harus berhenti dari profesi ini—dan biola. Sunghoon terkenal dengan dingin dan diamnya yang membuat ia dijauhi orang-orang, terkecuali beberapa temannya.  Saat bermain biola, Sunghoon mampu membuat satu ruangan diam terpaku dan turut merasakan apa yang sedang dicurahkan Sunghoon melalui permainannya. Namun sayangnya, Sunghoon jarang menunjukkan itu kepada semua orang. Hari itu hujan lebat diiringi petir seakan menggambarkan perasaan seseorang yang sangat terluka. Sampai pada pukul 5 sore hujan mulai reda, namun kamu masih belum ada niat untuk pulang.  “Satu puisi lagi deh, tanggung,” ucapmu yang saat ini masih berada di perpustakaan. Kamu selalu merekam suaramu agar bisa kamu tulis ulang dan kebetulan hari itu kamu mengunggahnya di media sosial.  Namun keesokan harinya kamu dibuat terkejut dengan notifikasi yang ramai dengan isi komentar ‘Dari mana kamu mendapat backsound itu? Aku baru mendengarnya’ , ‘Indah sekali alunannya’ , ‘Siapa yang bermain biola itu, Y/N?’ dan banyak komentar lainnya. Kamu baru menyadari itu setelah membaca komentar orang-orang. Saat kamu dengar lebih saksama, “Wah… apa ini? Mereka benar, ini alunan terindah yang pernah kudengar.”  Unggahanmu semakin tersebar luas, kamu merasa tidak enak hati karena memakai musiknya tanpa izin. Akhirnya kamu memutuskan mencari sang pemilik musik. Park Sunghoon—berada dihadapanmu saat ini. Kamu tergugup, sebab Sunghoon melihatmu dengan tatapan tajam dan marah. “Hapus. Aku tidak suka suara musikku didengar tanpa izin.” Belum sempat kamu membuka mulut, Sunghoon meninggalkanmu begitu saja. Kamu hanya menatap punggung Sunghoon yang kian menjauh. Langkahnya cepat, panjang, seolah tidak memberi kamu kesempatan untuk menjelaskan.  —————— Tiga hari berlalu—kamu tetap datang ke pojok favoritmu. Kursi kayu. Tumpukan buku. Perekam suaramu tetap menyala, seperti biasa. Tapi hari ini tak ada suara. Kamu hanya duduk. Menunggu. Dan berharap. Sampai langkah itu terdengar lagi. Tidak tergesa, tapi cukup jelas. Kamu tak menoleh, tapi kamu tahu. Dia. Sunghoon berada di seberang rak, berpura-pura membaca buku seadanya. Kamu dapat melihatnya dari sudut matamu, dia sedang memperhatikanmu. Akhirnya kamu memberanikan diri. “Aku sudah hapus videonya.” Sunyi. Tak ada balasan. “Dan kalau kamu mau, aku bisa bilang ke orang-orang bahwa musik itu bukan untuk dibagikan. Aku cuma—aku cuma nggak tahu itu kamu, Sunghoon.” Dia menoleh. Tatapannya tak sedingin kemarin. Tapi tetap dingin. Namun hati-hati. “Tapi tetap kamu simpan?” Pertanyaan itu menusuk. Bukan karena intinya. Tapi karena itu pertama kalinya ia benar-benar bicara padamu. Dengan nada rendah. Dengan mata bertanya, tidak ada amarah di dalamnya.  “Iya, untuk pribadi. Karena itu suara paling jujur yang pernah kudengar.” Sunghoon mengerjap. Sejenak. “Itu seperti… kamu memainkan luka yang belum pernah kamu katakan… entah kenapa aku bisa merasakannya,” kamu menatap mata Sunghoon dengan hangat. Sunghoon menutup bukunya pelan. Tangannya gemetar tipis, tapi dia tidak lari kali ini. “Aku berhenti main skating karena kecelakaan,” katanya tiba-tiba.  “Cukup parah. aku mengalami luka dalam saat latihan, dua puluh menit sebelum mulai lomba. Hari itu… semua orang menaruh harapan besar. Tapi aku mengecewakan mereka karena aku tidak bisa melanjutkan perlombaan.” Ia tertawa tipis. Pahit. Hening lagi. Kamu memilah kalimat yang akan keluar dari mulutmu. “Aku boleh tahu cidera apa yang kamu alami saat itu?” tanyamu hati-hati. “Saat latihan aku bertabrakan dengan lawanku. Pisau sepatunya menyayat betisku, cukup dalam. Harus dibawa ke rumah sakit. Dokter bilang ototku rusak parah. Masa pemulihan bisa dibilang lama, satu tahun dan harus tetap mengikuti fisioterapi.”  (+comsec) —————————— #sunghoon #enhypen #pov #au #figureskating #fyp #foryoupage #foryourpage #fypシ
POV | Park Sunghoon, siswa kelas 3 jurusan musik klasik. Bakat utamanya ice skating—ia sedang berjuang melawan trauma masa lalu yang membuatnya terpaksa harus berhenti dari profesi ini—dan biola. Sunghoon terkenal dengan dingin dan diamnya yang membuat ia dijauhi orang-orang, terkecuali beberapa temannya. Saat bermain biola, Sunghoon mampu membuat satu ruangan diam terpaku dan turut merasakan apa yang sedang dicurahkan Sunghoon melalui permainannya. Namun sayangnya, Sunghoon jarang menunjukkan itu kepada semua orang. Hari itu hujan lebat diiringi petir seakan menggambarkan perasaan seseorang yang sangat terluka. Sampai pada pukul 5 sore hujan mulai reda, namun kamu masih belum ada niat untuk pulang. “Satu puisi lagi deh, tanggung,” ucapmu yang saat ini masih berada di perpustakaan. Kamu selalu merekam suaramu agar bisa kamu tulis ulang dan kebetulan hari itu kamu mengunggahnya di media sosial. Namun keesokan harinya kamu dibuat terkejut dengan notifikasi yang ramai dengan isi komentar ‘Dari mana kamu mendapat backsound itu? Aku baru mendengarnya’ , ‘Indah sekali alunannya’ , ‘Siapa yang bermain biola itu, Y/N?’ dan banyak komentar lainnya. Kamu baru menyadari itu setelah membaca komentar orang-orang. Saat kamu dengar lebih saksama, “Wah… apa ini? Mereka benar, ini alunan terindah yang pernah kudengar.” Unggahanmu semakin tersebar luas, kamu merasa tidak enak hati karena memakai musiknya tanpa izin. Akhirnya kamu memutuskan mencari sang pemilik musik. Park Sunghoon—berada dihadapanmu saat ini. Kamu tergugup, sebab Sunghoon melihatmu dengan tatapan tajam dan marah. “Hapus. Aku tidak suka suara musikku didengar tanpa izin.” Belum sempat kamu membuka mulut, Sunghoon meninggalkanmu begitu saja. Kamu hanya menatap punggung Sunghoon yang kian menjauh. Langkahnya cepat, panjang, seolah tidak memberi kamu kesempatan untuk menjelaskan. —————— Tiga hari berlalu—kamu tetap datang ke pojok favoritmu. Kursi kayu. Tumpukan buku. Perekam suaramu tetap menyala, seperti biasa. Tapi hari ini tak ada suara. Kamu hanya duduk. Menunggu. Dan berharap. Sampai langkah itu terdengar lagi. Tidak tergesa, tapi cukup jelas. Kamu tak menoleh, tapi kamu tahu. Dia. Sunghoon berada di seberang rak, berpura-pura membaca buku seadanya. Kamu dapat melihatnya dari sudut matamu, dia sedang memperhatikanmu. Akhirnya kamu memberanikan diri. “Aku sudah hapus videonya.” Sunyi. Tak ada balasan. “Dan kalau kamu mau, aku bisa bilang ke orang-orang bahwa musik itu bukan untuk dibagikan. Aku cuma—aku cuma nggak tahu itu kamu, Sunghoon.” Dia menoleh. Tatapannya tak sedingin kemarin. Tapi tetap dingin. Namun hati-hati. “Tapi tetap kamu simpan?” Pertanyaan itu menusuk. Bukan karena intinya. Tapi karena itu pertama kalinya ia benar-benar bicara padamu. Dengan nada rendah. Dengan mata bertanya, tidak ada amarah di dalamnya. “Iya, untuk pribadi. Karena itu suara paling jujur yang pernah kudengar.” Sunghoon mengerjap. Sejenak. “Itu seperti… kamu memainkan luka yang belum pernah kamu katakan… entah kenapa aku bisa merasakannya,” kamu menatap mata Sunghoon dengan hangat. Sunghoon menutup bukunya pelan. Tangannya gemetar tipis, tapi dia tidak lari kali ini. “Aku berhenti main skating karena kecelakaan,” katanya tiba-tiba. “Cukup parah. aku mengalami luka dalam saat latihan, dua puluh menit sebelum mulai lomba. Hari itu… semua orang menaruh harapan besar. Tapi aku mengecewakan mereka karena aku tidak bisa melanjutkan perlombaan.” Ia tertawa tipis. Pahit. Hening lagi. Kamu memilah kalimat yang akan keluar dari mulutmu. “Aku boleh tahu cidera apa yang kamu alami saat itu?” tanyamu hati-hati. “Saat latihan aku bertabrakan dengan lawanku. Pisau sepatunya menyayat betisku, cukup dalam. Harus dibawa ke rumah sakit. Dokter bilang ototku rusak parah. Masa pemulihan bisa dibilang lama, satu tahun dan harus tetap mengikuti fisioterapi.” (+comsec) —————————— #sunghoon #enhypen #pov #au #figureskating #fyp #foryoupage #foryourpage #fypシ
💦🌿 شلال موكوكوا | Mokokowa Waterfall 🇮🇩✨ يُعد شلال موكوكوا (Mokokowa Waterfall) أحد أجمل الكنوز الطبيعية المخفية في منطقة لووك (Luwuk) التابعة لمنطقة بانغاي في إقليم سولاويسي الوسطى (Central Sulawesi) بإندونيسيا. ويتميز هذا الشلال بطابعه البكر الساحر الذي ما زال محتفظاً بجماله الطبيعي بعيداً عن الازدحام، مما يمنح الزائر تجربة فريدة وسط أحضان الطبيعة الاستوائية. 🌿💧 ما إن تصل إلى الشلال حتى تستقبلك أصوات المياه المتدفقة بين الصخور والخضرة الكثيفة التي تحيط بالمكان من كل اتجاه، لتشعر وكأنك دخلت عالماً آخر من الهدوء والجمال. وأكثر ما يميز شلال موكوكوا أن المياه لا تنحدر بشكل مباشر فقط، بل تتدفق عبر مدرجات صخرية صغيرة ومتعددة، مشكلةً بركاً طبيعية ومشاهد ساحرة تمنح المكان طابعاً فريداً يختلف عن كثير من الشلالات الأخرى. 💦🏞️ ✨  يتميز شلال موكوكوا: 🌿 بطبيعة بكر وغابات استوائية كثيفة. 💦 مياه صافية وعذبة تتدفق عبر مدرجات صخرية جميلة. 📸 زوايا تصوير مذهلة لمحبي التصوير وصناعة المحتوى. 🏞️ أجواء هادئة بعيداً عن الزحام. 🌳 رحلة ممتعة وسط الخضرة والطبيعة قبل الوصول للشلال. ✨ مشهد يجمع بين الشلال والغابة والصخور في لوحة طبيعية ساحرة. 📍 الموقع: يقع الشلال بالقرب من مدينة لووك (Luwuk) التابعة لمنطقة بانغاي في إقليم سولاويسي الوسطى بإندونيسيا. ✈️ طريقة الوصول من جاكرتا: 🛫 مطار جاكرتا الدولي Soekarno-Hatta International Airport (CGK) 🛫 الترانزيت المعتاد عبر مدينة ماكاسار Sultan Hasanuddin International Airport (UPG) 🛫 ثم إلى مدينة لووك Syukuran Aminuddin Amir Airport (LUW) ⏱️ مدة الرحلة الإجمالية من جاكرتا إلى لووك غالباً تتراوح بين 4.5 إلى 7 ساعات تقريباً حسب مدة الترانزيت وجدول الرحلات. 🚗 بعد الوصول إلى لووك يتم التوجه براً إلى المنطقة التي يقع فيها الشلال ثم إكمال الطريق المحلي وسط الطبيعة والغابات الخضراء حتى نقطة الوصول. ☀️ أفضل وقت للزيارة: من يونيو إلى سبتمبر، حيث تقل الأمطار وتكون الأجواء أكثر استقراراً، مما يجعل التنقل أسهل والاستمتاع بالطبيعة أكثر راحة. 💡 نصيحة مهمة: الطريق إلى الشلال جزء من متعة المغامرة والطبيعة، وقد يصبح أكثر وعورة أو زلقاً بعد هطول الأمطار، لذلك يُنصح بارتداء أحذية مناسبة للمشي ومتابعة حالة الطقس قبل الانطلاق. ومع الأجواء المناسبة ستكون الرحلة ممتعة للغاية وتستحق كل خطوة للوصول إلى هذا المكان الساحر. 🌿😊 ✨ إذا كنت تبحث عن مكان يجمع بين خرير المياه وصفاء الطبيعة وروعة الغابات الاستوائية بعيداً عن الضجيج، فإن شلال موكوكوا في لووك بسولاويسي الوسطى يعد من الوجهات التي تستحق أن تكون ضمن قائمة أجمل الأماكن التي تزورها في إندونيسيا. 🇮🇩💦🌿 وجهة مثالية لعشاق الطبيعة والتصوير والمغامرات الهادئة. #indonesia #jakarta #bali #بونشاك#بالي
💦🌿 شلال موكوكوا | Mokokowa Waterfall 🇮🇩✨ يُعد شلال موكوكوا (Mokokowa Waterfall) أحد أجمل الكنوز الطبيعية المخفية في منطقة لووك (Luwuk) التابعة لمنطقة بانغاي في إقليم سولاويسي الوسطى (Central Sulawesi) بإندونيسيا. ويتميز هذا الشلال بطابعه البكر الساحر الذي ما زال محتفظاً بجماله الطبيعي بعيداً عن الازدحام، مما يمنح الزائر تجربة فريدة وسط أحضان الطبيعة الاستوائية. 🌿💧 ما إن تصل إلى الشلال حتى تستقبلك أصوات المياه المتدفقة بين الصخور والخضرة الكثيفة التي تحيط بالمكان من كل اتجاه، لتشعر وكأنك دخلت عالماً آخر من الهدوء والجمال. وأكثر ما يميز شلال موكوكوا أن المياه لا تنحدر بشكل مباشر فقط، بل تتدفق عبر مدرجات صخرية صغيرة ومتعددة، مشكلةً بركاً طبيعية ومشاهد ساحرة تمنح المكان طابعاً فريداً يختلف عن كثير من الشلالات الأخرى. 💦🏞️ ✨ يتميز شلال موكوكوا: 🌿 بطبيعة بكر وغابات استوائية كثيفة. 💦 مياه صافية وعذبة تتدفق عبر مدرجات صخرية جميلة. 📸 زوايا تصوير مذهلة لمحبي التصوير وصناعة المحتوى. 🏞️ أجواء هادئة بعيداً عن الزحام. 🌳 رحلة ممتعة وسط الخضرة والطبيعة قبل الوصول للشلال. ✨ مشهد يجمع بين الشلال والغابة والصخور في لوحة طبيعية ساحرة. 📍 الموقع: يقع الشلال بالقرب من مدينة لووك (Luwuk) التابعة لمنطقة بانغاي في إقليم سولاويسي الوسطى بإندونيسيا. ✈️ طريقة الوصول من جاكرتا: 🛫 مطار جاكرتا الدولي Soekarno-Hatta International Airport (CGK) 🛫 الترانزيت المعتاد عبر مدينة ماكاسار Sultan Hasanuddin International Airport (UPG) 🛫 ثم إلى مدينة لووك Syukuran Aminuddin Amir Airport (LUW) ⏱️ مدة الرحلة الإجمالية من جاكرتا إلى لووك غالباً تتراوح بين 4.5 إلى 7 ساعات تقريباً حسب مدة الترانزيت وجدول الرحلات. 🚗 بعد الوصول إلى لووك يتم التوجه براً إلى المنطقة التي يقع فيها الشلال ثم إكمال الطريق المحلي وسط الطبيعة والغابات الخضراء حتى نقطة الوصول. ☀️ أفضل وقت للزيارة: من يونيو إلى سبتمبر، حيث تقل الأمطار وتكون الأجواء أكثر استقراراً، مما يجعل التنقل أسهل والاستمتاع بالطبيعة أكثر راحة. 💡 نصيحة مهمة: الطريق إلى الشلال جزء من متعة المغامرة والطبيعة، وقد يصبح أكثر وعورة أو زلقاً بعد هطول الأمطار، لذلك يُنصح بارتداء أحذية مناسبة للمشي ومتابعة حالة الطقس قبل الانطلاق. ومع الأجواء المناسبة ستكون الرحلة ممتعة للغاية وتستحق كل خطوة للوصول إلى هذا المكان الساحر. 🌿😊 ✨ إذا كنت تبحث عن مكان يجمع بين خرير المياه وصفاء الطبيعة وروعة الغابات الاستوائية بعيداً عن الضجيج، فإن شلال موكوكوا في لووك بسولاويسي الوسطى يعد من الوجهات التي تستحق أن تكون ضمن قائمة أجمل الأماكن التي تزورها في إندونيسيا. 🇮🇩💦🌿 وجهة مثالية لعشاق الطبيعة والتصوير والمغامرات الهادئة. #indonesia #jakarta #bali #بونشاك#بالي

About