S.M.B :
Walaupun engkau menghadiahkan seribu luka pada ragaku dan menorehkan duka pada jiwaku, hatiku tetap tidak mampu menumbuhkan kebencian kepadamu. Sebab cinta yang pernah bersemayam terlalu dalam, seperti samudra yang menelan badai tanpa pernah kehilangan luasnya.
Aku mungkin hancur oleh kata-katamu, runtuh oleh sikapmu, dan lelah oleh dinginnya dirimu, namun anehnya, di setiap serpihan sakit itu masih ada doa yang diam-diam menyebut namamu dengan lembut.
Aku mencoba pergi, tetapi kenangan selalu menarikku kembali.
Aku mencoba melupakan, tetapi hatiku justru semakin mengingat.
Dan pada akhirnya aku sadar, tidak semua cinta diciptakan untuk memiliki, ada cinta yang ditakdirkan hanya untuk bertahan dalam luka, hidup dalam rindu, dan diam dalam keikhlasan.
Bila suatu hari dunia bertanya mengapa aku tetap bertahan setelah begitu banyak air mata jatuh, maka jawabannya sederhana “karena hatiku memilih mencintaimu lebih besar daripada kemampuanku untuk membencimu”
2026-05-14 13:24:29