Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@agencematrimonialboncoin: #amoureux #relationamoureuse #livecelibataire #Love
AGENCE MATRIMONIALE LE BONCOIN
Open In TikTok:
Region: CM
Sunday 05 April 2026 09:57:51 GMT
150
7
3
1
Music
Download
No Watermark .mp4 (
1.54MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
1.54MB
)
Watermark .mp4 (
3.8MB
)
Music .mp3
Comments
Debora :
salut
2026-06-06 08:56:37
0
Christelle tchawoua :
waouh ♥️
2026-04-06 11:48:33
0
Dingaoyambe Marin :
God is wonderful 🙏❤️
2026-04-10 20:10:15
0
To see more videos from user @agencematrimonialboncoin, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
#spiritembassygoodnewsworld #uebertangel #viral
I tried to practice sceneries but a dinosaur photobombs ooga booga srry for the inactivity Im just too lazy to draw byler at the moment( you won't see me again for the next few weeks💔) #byler #therizinosaurus #whatelseamisuposedtoput
This is your sign it's so expensive best the thing that happened to me #dysonairwrap #dyson #hair #blowout #fyp @Dyson USA
I´m a bit late to the party | song: It be okay - zardy | ib: @reealitychec #selfcontrol #youcandothis #motivacion #lapeace
Sebuah video berdurasi 3 menit 41 detik yang diunggah di platform TikTok viral dan beredar luas di media sosial, Sabtu (12/9/2026). Video tersebut memicu sorotan tajam karena pengunggahnya diduga seorang eks Polisi yang sudah di PTDH dengan pangkat terakhir Brigadir Polisi Kepala (Bripka) bernama Andul Tamba. Video itu diunggah melalui akun TikTok bernama Abdul Tamba Latam (@abdul_tamba_latam). Dalam video itu, Andul Tamba menyampaikan dugaan adanya setoran uang dari terduga bandar n4r_ko_b4 bernama 'Aseng' kepada oknum polisi yang disebut bertugas di Satuan N4r_kob*4 Polres Langkat. Nama yang disebut dalam video adalah berinisial Brigadir Ega alias Olvi alias Yolanda. Andul Tamba mengklaim informasi itu diperolehnya dari hasil wawancara langsung dengan seorang tahanan. Diduga video itu direkam kurang lebih tiga bulan lalu ketika ia masih aktif berdinas. Dalam keterangannya, tahanan itu mengaku mengetahui adanya pemberian uang kepada oknum polisi setiap 10 hari dari seseorang bernama Aseng, disebut terduga bandar s'a_b*u di kawasan Batang Serangan. Bahkan, dalam video itu disebutkan bahwa permintaan uang diduga dilakukan sebelum jatuh tempo 10 hari. “Betapa sadisnyalah dibuat masyarakat ini,” ujar Abdul Tamba mengawali videonya. “Sudah diminta setoran per 10 hari dari bandar s'4_bu-s4b_u dan diberikan bandar s4*b_u tersebut,” lanjutnya. Ia kemudian menyebut bahwa meski diduga memberikan setoran, orang yang disebut sebagai pemberi uang itu tetap diproses dan dipenjarakan. Dalam percakapan yang ditampilkan dalam video, Abdul Tamba mempertanyakan dugaan keterlibatan seorang oknum polisi bernama Ega. “Si Ega yang nerima dari si Aseng,” demikian salah satu pernyataan dalam percakapan yang ditampilkan. Dalam percakapan berikutnya, kembali disebut bahwa oknum polisi diduga meminta setoran sebelum 10 hari berlalu. “Berarti orang n'_4rko*b4 Polres ini atas nama si Ega menerima setoran dari bandar s4_b*u yang bernama si Aseng di Batang Serangan ini kan?” demikian pertanyaan dalam video tersebut. Tahanan yang diwawancarai kemudian menjawab, “Iya.” Abdul Tamba selanjutnya menyatakan bahwa dugaan tersebut perlu diungkap ke publik. “Ok, kita naikkan ke permukaan,” katanya. Dalam video tersebut Abdul Tamba juga meminta pimpinan Polri mengambil tindakan tegas apabila dugaan tersebut terbukti benar. Ia bahkan menyerukan agar Presiden RI Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan perhatian terhadap persoalan itu. Menurutnya, oknum polisi yang terbukti menerima setoran dari jaringan n'4rko_b4 harus diberikan sanksi tegas hingga pemberhentian. “Kalau memang terbukti, segera ditindak dan dipecat untuk kebaikan institusi Polri,” demikian substansi tuntutannya dalam video. Pernyataan itu sekaligus membuka pertanyaan serius, benarkah ada oknum personel yang menerima setoran dari jaringan n'4rko_b4, ataukah tudingan tersebut harus dibuktikan melalui pemeriksaan resmi? Sorotan publik mengarah kepada Polres Langkat dan Bidang Propam Polda Sumatera Utara untuk memastikan kebenaran informasi tersebut melalui proses pemeriksaan yang objektif. Jika tudingan tersebut terbukti, persoalannya bukan sekadar pelanggaran disiplin, melainkan menyangkut seriusnya dugaan keterlibatan oknum aparat dengan jaringan peredaran n'4rk_ot!_k4. Sebaliknya, jika tudingan tersebut tidak terbukti, pihak yang disebut namanya juga berhak mendapatkan klarifikasi dan pemulihan nama baik sesuai mekanisme hukum. Hingga berita ini disusun, tudingan dalam video tersebut masih memerlukan verifikasi dan pemeriksaan resmi dari pihak berwenang, khususnya Bid Propam Polri dan Polda Sumatera Utara. (*) Note: Video ini di upload sudah seizin pemilik video. #viral
মাকে সন্মান করুন মাকে ভালোবাসুন 🫀😍❤️🩹 #missyoumaa #মেনশন_করুন_আপনার_প্রিয়_মানুষকে❣️😊 #foryou #support #viralranamolla
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy