@anih3350:

cancer hany
cancer hany
Open In TikTok:
Region: ID
Monday 06 April 2026 01:44:03 GMT
2761
413
21
4

Music

Download

Comments

ariantomadao
Arie Tribal :
IDOLAKU 😎🥰
2026-04-22 18:45:07
0
asepsubrata969
𝙨𝙖𝙣𝙙𝙧𝙚𝙖s :
assalamualaikum
2026-06-19 11:58:45
0
datok.maringgi95
Ahmad 1922 :
para pejuang Langsing ya bun semangat 💪
2026-04-15 14:19:07
1
jhonito65
jhonito :
kerreeeen 👍👍👍😊😊😊😁
2026-04-14 06:06:43
1
psigit3
psigitcahyo :
DM dong non
2026-04-14 13:38:04
1
goohd123
herman123 :
2026-04-08 01:52:53
1
danangkeren96
danang keren :
hay 💖
2026-04-06 15:50:57
1
apepapep70
apep fals :
ikutan bun🤭
2026-04-07 01:17:59
1
rafael.edition
Rafael Edition :
gemoy
2026-04-06 01:52:13
1
saropaso26
@rawon_26 :
cek dm ka
2026-04-06 02:10:22
1
revano888s.tr.pel
⚓ᖇєναηo ᑕнαηιαgσ SуαιƖєηɗяα⚓ :
😳😳😳
2026-04-07 16:40:17
1
akun_tidak_ditemukan351
Akun Tidak Ditemukan :
🥰🥰🥰
2026-04-09 15:51:58
1
kamaruddin.72
kamaruddin 72 :
🥰🥰🥰
2026-04-06 15:14:46
1
raiderblack82
,@Raider black :
🥰🥰
2026-04-08 01:21:50
1
akuary6
akuary :
😘😘😘
2026-04-09 13:35:15
1
jomblo6969
ramones19693 :
🥰🥰🥰
2026-04-06 01:53:37
1
fiman.sah.sah
Firman :
🥰🥰🥰
2026-04-27 06:45:32
0
hengki.firmansyah78
room cell :
🥰🥰🥰
2026-04-21 07:53:05
0
riskimaulan094
🍃 Hamba Allah :
🥰🥰🥰
2026-04-25 01:34:45
0
sellah7615
Abdul Kadir :
👍👍👍
2026-06-21 13:52:25
0
manutd_53
zian_M∆nutd53 :
assalamualaikum
2026-04-08 21:38:55
1
To see more videos from user @anih3350, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi
Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi "Prabowo sumbang 1.098 sapi kurban pakai APBN" muncul, banyak dari kita yang langsung terpancing amarah, seolah-olah terjadi penyalahgunaan uang rakyat untuk ibadah personal. Mari kita ambil langkah mundur sejenak, turunkan tensi, dan gunakan kacamata yang lebih objektif dan diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan dua kapasitas yang melekat pada seorang pemimpin. Ada Prabowo sebagai seorang pribadi, dan ada Prabowo sebagai Kepala Negara. Sebagai individu, beliau tentu menunaikan kewajiban personalnya. Namun, dalam konteks 1.098 sapi ini, yang sedang berjalan adalah program resmi Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen negara yang didanai APBN, yang memang diamanatkan untuk didistribusikan ke daerah-daerah, pesantren, ormas, dan masyarakat luas. Tujuannya sangat jelas: memastikan pemerataan perhatian negara, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi menyentuh lapisan akar rumput di berbagai pelosok. Bantuan ini bukan untuk keluarga Istana, dan bukan pula untuk pesta pejabat. Sebagai warga negara di negara demokrasi, bersikap kritis itu sangat dianjurkan. Bahkan, kita wajib mengawasi jalannya pemerintahan. Namun, sasaran kritiknya harus bergeser pada hal yang substantif. Alih-alih termakan framing yang memelintir niat baik negara, mari kita tanyakan hal yang esensial: Apakah penyaluran sapi Banmas ini transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran sampai ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan? Itulah bentuk pengawasan yang sehat dan mencerdaskan. Kita sangat boleh berbeda pandangan politik atau tidak sepakat dengan tokoh tertentu. Itu sah. Tetapi, jangan sampai sentimen dan kebencian membutakan logika kita, hingga kita ikut menolak atau menarasikan buruk sebuah program yang manfaatnya justru kembali secara nyata kepada masyarakat. Jadilah publik yang kritis, objektif, dan berakal sehat. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikObjektif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #StopFraming #IndonesiaMaju
Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi
Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi "Prabowo sumbang 1.098 sapi kurban pakai APBN" muncul, banyak dari kita yang langsung terpancing amarah, seolah-olah terjadi penyalahgunaan uang rakyat untuk ibadah personal. Mari kita ambil langkah mundur sejenak, turunkan tensi, dan gunakan kacamata yang lebih objektif dan diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan dua kapasitas yang melekat pada seorang pemimpin. Ada Prabowo sebagai seorang pribadi, dan ada Prabowo sebagai Kepala Negara. Sebagai individu, beliau tentu menunaikan kewajiban personalnya. Namun, dalam konteks 1.098 sapi ini, yang sedang berjalan adalah program resmi Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen negara yang didanai APBN, yang memang diamanatkan untuk didistribusikan ke daerah-daerah, pesantren, ormas, dan masyarakat luas. Tujuannya sangat jelas: memastikan pemerataan perhatian negara, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi menyentuh lapisan akar rumput di berbagai pelosok. Bantuan ini bukan untuk keluarga Istana, dan bukan pula untuk pesta pejabat. Sebagai warga negara di negara demokrasi, bersikap kritis itu sangat dianjurkan. Bahkan, kita wajib mengawasi jalannya pemerintahan. Namun, sasaran kritiknya harus bergeser pada hal yang substantif. Alih-alih termakan framing yang memelintir niat baik negara, mari kita tanyakan hal yang esensial: Apakah penyaluran sapi Banmas ini transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran sampai ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan? Itulah bentuk pengawasan yang sehat dan mencerdaskan. Kita sangat boleh berbeda pandangan politik atau tidak sepakat dengan tokoh tertentu. Itu sah. Tetapi, jangan sampai sentimen dan kebencian membutakan logika kita, hingga kita ikut menolak atau menarasikan buruk sebuah program yang manfaatnya justru kembali secara nyata kepada masyarakat. Jadilah publik yang kritis, objektif, dan berakal sehat. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikObjektif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #StopFraming #IndonesiaMaju

About