@7larissaofcc: #uniformenovo #ameiii #uniforme #uniformeescolar #cuiaba

₊ ᵎᵎ🖤 𝓛𝕒𝚑!⋅🌀 ˚✮
₊ ᵎᵎ🖤 𝓛𝕒𝚑!⋅🌀 ˚✮
Open In TikTok:
Region: BR
Tuesday 07 April 2026 19:15:23 GMT
2904
64
7
5

Music

Download

Comments

lolomaybank
¿ 𝓛 𝙤𝙧𝙮 ?! 📸 :
amg, vc parece MUITO com a Hendyorara, a mãe do Dante, sabe? ah, eu acho seus dentinhos da frente tão fofos! 🩷
2026-04-07 19:52:55
3
_andressammendes
.⋆˚꩜𝓐𝓷𝓭𝓻𝓮𝓼𝓼𝓪.⋆.˚㋖ :
hj eu ganhei a calça e o casaco 🕊💔
2026-05-27 03:44:12
2
anagabrielazwx
￴ ￴￴ ￴ ￴￴ ￴￴ ￴￴ ￴￴ ￴￴￴ ￴￴ :
eu consegui estilizar a calça veyyy
2026-08-03 20:57:50
0
livtapajos
{LiLi} ama a★ lolo e manu★ :
eu também moro em Cuiabá
2026-04-19 00:12:53
1
hagatha571
hagatha eloá amorim :
😁😁😁
2026-05-18 14:47:50
1
To see more videos from user @7larissaofcc, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Park Sunghoon. Dia adalah definisi pria sempurna. Namun, di balik semua itu, dia juga dikenal sebagai seseorang yang tidak mudah tersentuh.  Dan hari ini… kamu resmi menjadi istrinya. Bukan karena cinta. Bukan karena takdir yang indah. Kazuha. Nama yang sejak tadi tak berhenti terlintas di kepalamu.  Perempuan yang seharusnya mengenakan gaun putih ini. Gaun yang kini melingkari tubuhmu, terasa begitu berat, seolah menghimpit dadamu hingga sulit bernapas. Semua mata tertuju padamu, tapi tak satu pun tatapan mengandung kebahagiaan. Bahkan tatapan laki-laki yang kini duduk di sampingmu, laki-laki yang baru saja mengikatkan cincin di jarimu. Tatapannya kosong. Dingin. Begitu menusuk. Pernikahan ini seharusnya menjadi momen paling bahagia dalam hidupmu. Beberapa minggu lalu, dunia Sunghoon runtuh ketika Kazuha meninggal dalam sebuah kecelakaan. Maut datang merenggut kebahagiaan mereka. Dan kini, semua yang disiapkan untuk Kazuha—gaun ini, perhiasan ini, bahkan pelaminan ini—harus kamu pakai. Kamu menggantikan Kazuha. Kamu… pengganti. Dan kamu membencinya. Lebih dari apa pun. Ibumu bilang, ini demi keluarga. Demi nama baik.  Padahal, kamu sudah punya seseorang. Park Jongseong. Tapi semua itu hancur. Hancur ketika keluargamu mengancam Jay, memaksanya menjauh darimu. Jay… dia terlalu baik untuk melawan. Hari ini, kamu bukan lagi miliknya. Hari ini, kamu resmi menjadi istri Park Sunghoon. Dan itu kali pertamanya kamu melihatnya dari dekat. Sunghoon tidak mengatakan sepatah kata pun sepanjang resepsi. Yang ada hanya tatapan dingin yang membuatmu merasa kecil. Seolah kamu adalah noda yang menodai hidupnya. Sampai akhirnya, pernikahan selesai. Dan kamu berada di ruang ganti, hanya berdua dengannya. Kamu menelan ludah, mencoba menenangkan diri.
Park Sunghoon. Dia adalah definisi pria sempurna. Namun, di balik semua itu, dia juga dikenal sebagai seseorang yang tidak mudah tersentuh. Dan hari ini… kamu resmi menjadi istrinya. Bukan karena cinta. Bukan karena takdir yang indah. Kazuha. Nama yang sejak tadi tak berhenti terlintas di kepalamu. Perempuan yang seharusnya mengenakan gaun putih ini. Gaun yang kini melingkari tubuhmu, terasa begitu berat, seolah menghimpit dadamu hingga sulit bernapas. Semua mata tertuju padamu, tapi tak satu pun tatapan mengandung kebahagiaan. Bahkan tatapan laki-laki yang kini duduk di sampingmu, laki-laki yang baru saja mengikatkan cincin di jarimu. Tatapannya kosong. Dingin. Begitu menusuk. Pernikahan ini seharusnya menjadi momen paling bahagia dalam hidupmu. Beberapa minggu lalu, dunia Sunghoon runtuh ketika Kazuha meninggal dalam sebuah kecelakaan. Maut datang merenggut kebahagiaan mereka. Dan kini, semua yang disiapkan untuk Kazuha—gaun ini, perhiasan ini, bahkan pelaminan ini—harus kamu pakai. Kamu menggantikan Kazuha. Kamu… pengganti. Dan kamu membencinya. Lebih dari apa pun. Ibumu bilang, ini demi keluarga. Demi nama baik. Padahal, kamu sudah punya seseorang. Park Jongseong. Tapi semua itu hancur. Hancur ketika keluargamu mengancam Jay, memaksanya menjauh darimu. Jay… dia terlalu baik untuk melawan. Hari ini, kamu bukan lagi miliknya. Hari ini, kamu resmi menjadi istri Park Sunghoon. Dan itu kali pertamanya kamu melihatnya dari dekat. Sunghoon tidak mengatakan sepatah kata pun sepanjang resepsi. Yang ada hanya tatapan dingin yang membuatmu merasa kecil. Seolah kamu adalah noda yang menodai hidupnya. Sampai akhirnya, pernikahan selesai. Dan kamu berada di ruang ganti, hanya berdua dengannya. Kamu menelan ludah, mencoba menenangkan diri. "Lepaskan." Suara itu datar, dingin. Kamu menoleh, bingung. "Apa?" Dia mendekat, matanya menatapmu seolah kamu makhluk menjijikkan. "Gaun itu. Perhiasan itu. Lepaskan sekarang juga." Tanganmu gemetar. "K-kenapa…?" Rahangnya mengeras. "Karena itu bukan milikmu. Semua ini—" dia menunjuk gaun yang kamu pakai, bahkan seluruh perhiasan yang kamu pakai. "—hanya pantas untuk Kazuha. Bukan kamu." Seakan ada sesuatu yang pecah di dadamu. Rasanya sakit. "Aku… tidak minta semua ini." "Kalau begitu seharusnya kamu menolak dari awal." Tatapannya menusukmu sampai kamu ingin lenyap dari dunia ini. "Tapi sekarang kamu ada di sini. Di posisinya. Jadi jangan pernah berpikir kamu bisa menggantikannya." Air mata mulai menggenang di matamu. Semua ini bukan pilihanmu. Tapi dia tidak peduli. -- Malam itu, kalian pulang ke rumah. Rumah yang terasa seperti istana. Sunghoon tidak bicara sepanjang perjalanan. Dan ketika sampai di rumah, dia memberikan satu peringatan. "Jangan pernah masuk kamarku." Dan sejak hari itu, kalian hidup seperti orang asing. Tidak ada percakapan. Tidak ada tatapan. Tidak ada sentuhan. Bahkan, kalian tidur di kamar yang berbeda. Sampai suatu hari… kamu menemukan gudang itu. Kamu hanya ingin mencari sesuatu. Tapi begitu pintu itu terbuka, kamu tertegun. Di dalamnya ada banyak kotak, rapi, tertata. Dan ketika kamu buka satu kotak, ternyata berisi foto-foto… semuanya milik Kazuha. Kamu menemukan foto. Foto Sunghoon dan Kazuha, terlihat begitu bahagia. Sunghoon tersenyum di sana—senyuman yang tidak pernah kamu lihat. Kamu menggenggam foto itu. Ada rasa aneh di dadamu. Bukan cemburu. Tapi hancur. Karena kamu sadar, kamu tidak pernah bisa membuatnya tersenyum seperti itu. "Apa yang kamu lakukan di sini?!" Suaranya membuatmu terlonjak. Kamu menoleh, melihat Sunghoon berdiri di ambang pintu dengan mata yang penuh amarah. "K-aku—" "Siapa yang mengizinkan kamu menyentuh ini?!" dia berteriak, suaranya menggema di gudang kecil itu. Kamu mundur, tubuhmu gemetar. ".. aku nggak sengaja—" "Nggak sengaja?!" dia meraih foto itu dari tanganmu, hampir menyobeknya. Tatapannya penuh dnegan kebencian. "Jangan harap kamu jadi dia, kamu nggak akan pernah jadi dia. Kamu hanya pengganti murahan yang di seret ibumu." "Keluar!" selanya, menyentak. #sunghoon #enhypen #pov

About