@maypodcast: 25 tuổi rồii hehe và đây là những gì tui tự thưởng cho bản thân✨ #BatVibeAwesomeCucNet #AwesomeVibe #GalaxyA57 5G #Samsung

Khánh Mây ☁️
Khánh Mây ☁️
Open In TikTok:
Region: VN
Thursday 09 April 2026 02:49:37 GMT
1420858
8687
27
472

Music

Download

Comments

thuyfvaann
25.11 :
càng yêu bản thân lại càng thấy mọi thứ nhẹ nhàng thật💐💐🌼🌼
2026-04-09 04:15:26
9
ngaphm956
nnggaa :
dung lượng lớn không ạ, có hay bị lag hông chị ha
2026-04-16 09:07:46
3
tm.tm1987
tâm tâm :
cmsn Mây
2026-04-13 09:18:27
1
kiu.trang7069
Kiều Trang :
đt bnhiu á bn
2026-04-13 09:18:10
0
tranthithuthan770
uhmm :
sn vui vẻ nhé ngdep
2026-04-09 12:12:41
0
khnh.vn2736
Khánh Vân :
cổ đổi đt cái rẹc
2026-04-13 09:32:49
1
dinhtronginfo
Đình Trọng :
Giá tiền đó thấy có Iphone 14 chụp cũng đẹp mà nhỉ
2026-04-19 14:30:51
1
kieuluongtep
3 con khùng 😎😒😏😒😤🤬🥵 :
Nhìn tưởng 18t🥰🥰🥰
2026-04-18 15:33:24
1
goccuaxukem
🍀Ángg Mây Xanh🍀 :
A57 hơn hẳn
2026-04-13 10:36:51
1
tieumamthau668
Mỹ Linh :
phần thưởng xứng đáng
2026-04-13 11:08:43
1
tlinhdqovd4
Ngọc Nhi :
ảnh xinh quáa
2026-04-13 10:48:33
1
anhtuyet3046
Anh Tuyet :
Follow chéo nha bạn
2026-04-15 06:38:34
0
choi.chou668
Minh thư :
cx đc he
2026-04-13 13:51:16
1
hoang_tuyen_motor
Hoang Tuyen motor :
quay chụp đêm thì sài dòng samsung note đời cao nhé bạn.👍
2026-04-18 17:13:16
0
ngc.dip.sanho
Ngọc Diệp Sanho :
vibe nét❤️
2026-04-13 11:09:17
1
bi_bicr7
BI Bi :
Mình ăn online rồi, gửi địa chỉ mình gửi quà.hihi
2026-04-15 22:43:37
0
dng617219
Dương Tê ❄️❄️ :
@
2026-04-17 05:54:16
0
hoang_tuyen_motor
Hoang Tuyen motor :
🎉🎉🎉🎉🎉
2026-04-18 17:12:09
0
To see more videos from user @maypodcast, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

nemu arsip lama jirr. oke lerr jadi disini gua akan bahas covid-19. gua cuma mau bahas bagian teori dan patofisiologi nya aja, mungkin pembahasan gua bakal panjang, kalo ga suka baca skip aja ler. begini lerr, COVID-19 itu paling dikenal karena menyerang saluran pernapasan bagian atas (sinus, hidung, dan tenggorokan) dan saluran pernapasan bagian bawah (tenggorokan dan paru-paru). Paru-paru adalah organ yang paling terpengaruh sama COVID-19 karena virus ini mengakses sel inang melalui reseptor untuk enzim angiotensin-converting enzyme 2, yang paling banyak terdapat pada permukaan sel alveolar tipe II paru-paru coyy. 1.saluran pernafasan Setelah virus masuk, COVID-19 itu menginfeksi epitel bersilia nasofaring dan saluran pernapasan atas. Dari hasil CT scan paru-paru yang terinfeksi COVID-19, terlihat bercak putih yang mengandung cairan yang dikenal sebagai ground-glass opacity atau ground glass. Hal ini cenderung berkorelasi dengan cairan jeli bening yang ditemukan pada otopsi paru-paru orang yang tewas/meninggal karena COVID-19.  2.sistem saraf nahh ini salah satu gejala umum dan bikin ngeselin, yaitu kehilangan penciuman, disebabkan oleh infeksi sel pendukung epitel penciuman , dengan kerusakan selanjutnya pada neuron penciuman.Virus ini juga dapat masuk ke aliran darah dari paru-paru dan melewati sawar darah-otak untuk mendapatkan akses ke SSP, mungkin di dalam sel darah putih yang terinfeksi. Penelitian yang dilakukan ketika Alpha merupakan varian dominan menunjukkan bahwa COVID-19 dapat menyebabkan kerusakan otak. nah buat bagian riset itu dari peneliti, kelompok akademis, pemerintah melakukan penelitian tentang si COVID-19. 1.meneliti tentang penyebaran dan pencegahan Penelitian pemodelan telah dilakukan dengan beberapa tujuan, termasuk prediksi dinamika penularan, diagnosis dan prognosis infeksi, estimasi dampak intervensi, atau alokasi sumber daya. Studi pemodelan sebagian besar didasarkan pada model kompartemen dalam epidemiologi, memperkirakan jumlah orang yang terinfeksi dari waktu ke waktu dalam kondisi tertentu. Beberapa jenis model lain telah dikembangkan dan digunakan selama pandemi COVID - 19 termasuk model dinamika fluida komputasional untuk mempelajari fisika aliran COVID - 19, modifikasi model pergerakan kerumunan untuk mempelajari paparan penghuni,  model berbasis data mobilitas untuk menyelidiki penularan, atau penggunaan model makroekonomi untuk menilai dampak ekonomi pandemi. 2.penelitian tentang obat Pada bulan Maret 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memulai menguji coba untuk menilai efek pengobatan dari beberapa obat yang menjanjikan itu, seperti: Obat eksperimental bernama remdesivir, Obat antimalaria klorokuin dan hidroksiklorokuin, Dua obat anti-HIV , lopinavir/ritonavir dan interferon-beta. teruntuk obat antimalaria hidroksiklorokuin dan klorokuin menunjukkan bahwa obat-obatannya paling tidak tidak efektif. Obat yang paling efektif dan terbukti menyelamatkan nyawa pasien COVID-19 dengan gejala berat atau kritis (yang sudah membutuhkan bantuan oksigen atau ventilator) adalah golongan kortikosteroid, yaitu Deksametason (Dexamethasone), yang sering dikombinasikan juga dengan obat antiradang seperti Baricitinib atau Tocilizumab. efektivitas Deksametason untuk kasus berat ini diumumkan secara resmi pada 16 Juni 2020. untuk lu yang penasaran mending baca ae dah dari sumbernya, kalo di jelasin disini puyeng nyusun teksnya. sumber :  wikipedia world health organization UNICEF halodoc Universitas gadjah mada quora #pengetahuan #doksli  #edukasi #foryou #fyp
nemu arsip lama jirr. oke lerr jadi disini gua akan bahas covid-19. gua cuma mau bahas bagian teori dan patofisiologi nya aja, mungkin pembahasan gua bakal panjang, kalo ga suka baca skip aja ler. begini lerr, COVID-19 itu paling dikenal karena menyerang saluran pernapasan bagian atas (sinus, hidung, dan tenggorokan) dan saluran pernapasan bagian bawah (tenggorokan dan paru-paru). Paru-paru adalah organ yang paling terpengaruh sama COVID-19 karena virus ini mengakses sel inang melalui reseptor untuk enzim angiotensin-converting enzyme 2, yang paling banyak terdapat pada permukaan sel alveolar tipe II paru-paru coyy. 1.saluran pernafasan Setelah virus masuk, COVID-19 itu menginfeksi epitel bersilia nasofaring dan saluran pernapasan atas. Dari hasil CT scan paru-paru yang terinfeksi COVID-19, terlihat bercak putih yang mengandung cairan yang dikenal sebagai ground-glass opacity atau ground glass. Hal ini cenderung berkorelasi dengan cairan jeli bening yang ditemukan pada otopsi paru-paru orang yang tewas/meninggal karena COVID-19. 2.sistem saraf nahh ini salah satu gejala umum dan bikin ngeselin, yaitu kehilangan penciuman, disebabkan oleh infeksi sel pendukung epitel penciuman , dengan kerusakan selanjutnya pada neuron penciuman.Virus ini juga dapat masuk ke aliran darah dari paru-paru dan melewati sawar darah-otak untuk mendapatkan akses ke SSP, mungkin di dalam sel darah putih yang terinfeksi. Penelitian yang dilakukan ketika Alpha merupakan varian dominan menunjukkan bahwa COVID-19 dapat menyebabkan kerusakan otak. nah buat bagian riset itu dari peneliti, kelompok akademis, pemerintah melakukan penelitian tentang si COVID-19. 1.meneliti tentang penyebaran dan pencegahan Penelitian pemodelan telah dilakukan dengan beberapa tujuan, termasuk prediksi dinamika penularan, diagnosis dan prognosis infeksi, estimasi dampak intervensi, atau alokasi sumber daya. Studi pemodelan sebagian besar didasarkan pada model kompartemen dalam epidemiologi, memperkirakan jumlah orang yang terinfeksi dari waktu ke waktu dalam kondisi tertentu. Beberapa jenis model lain telah dikembangkan dan digunakan selama pandemi COVID - 19 termasuk model dinamika fluida komputasional untuk mempelajari fisika aliran COVID - 19, modifikasi model pergerakan kerumunan untuk mempelajari paparan penghuni, model berbasis data mobilitas untuk menyelidiki penularan, atau penggunaan model makroekonomi untuk menilai dampak ekonomi pandemi. 2.penelitian tentang obat Pada bulan Maret 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memulai menguji coba untuk menilai efek pengobatan dari beberapa obat yang menjanjikan itu, seperti: Obat eksperimental bernama remdesivir, Obat antimalaria klorokuin dan hidroksiklorokuin, Dua obat anti-HIV , lopinavir/ritonavir dan interferon-beta. teruntuk obat antimalaria hidroksiklorokuin dan klorokuin menunjukkan bahwa obat-obatannya paling tidak tidak efektif. Obat yang paling efektif dan terbukti menyelamatkan nyawa pasien COVID-19 dengan gejala berat atau kritis (yang sudah membutuhkan bantuan oksigen atau ventilator) adalah golongan kortikosteroid, yaitu Deksametason (Dexamethasone), yang sering dikombinasikan juga dengan obat antiradang seperti Baricitinib atau Tocilizumab. efektivitas Deksametason untuk kasus berat ini diumumkan secara resmi pada 16 Juni 2020. untuk lu yang penasaran mending baca ae dah dari sumbernya, kalo di jelasin disini puyeng nyusun teksnya. sumber : wikipedia world health organization UNICEF halodoc Universitas gadjah mada quora #pengetahuan #doksli #edukasi #foryou #fyp

About