@thaihoc83862: Trời hôm nay tắt nắng rồi..!: Lúc cùng cực không làm bậy, khi thành công không biến chất.. #xuhuong

Thái Học🫂
Thái Học🫂
Open In TikTok:
Region: VN
Thursday 09 April 2026 08:22:20 GMT
5410
94
1
3

Music

Download

Comments

tmn231105
Trương minh nhật :
Cho mình xin linh bộ das đấy với b
2026-05-04 08:58:52
0
To see more videos from user @thaihoc83862, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

KEMBARA : DARI KEMAH MENUJU MAKKAH MADINAH' Oleh: Wahidin (Tegal Jawa Tengah)
KEMBARA : DARI KEMAH MENUJU MAKKAH MADINAH' Oleh: Wahidin (Tegal Jawa Tengah) "Peserta Kemah Bakti Nusantara yang paling sepuh (tua usianya), akan diberikan hadiah khusus oleh Ketua Fraksi, atas instruksi langsung dari Presiden PKS..." Seketika, sunyi yang sempat menggelayuti lapangan itu pecah. Gemuruh takbir membumbung, menggetarkan daun-daun dan tenda yang berserak. "Umrah... Umrah! Allahu Akbar!" Di tengah hiruk-pikuk yang semakin memuncak, sebuah nama diteriakkan. Satu kali, dua kali, lalu menjelma paduan suara ribuan orang. Mereka memanggil nama saya, dan nama istri saya. "Pak Wahidin!! Pak Wahidin!! Bu Nuriah!! Bu Nuriah!!" sorak sorai sangat ramai. Kami diminta maju ke tengah forum. Menembus lautan manusia yang sedang merayakan keajaiban. Langkah kaki yang gemetar melemparkan ingatan saya pada pusaran waktu bertahun-tahun lalu. Kala itu, Allah mengetuk pintu takdir kami dengan rezeki yang luar biasa. Saya diberangkatkan ke tanah suci. Sendiri. Tanpa wanita yang paling setia menemani hidup saya. Saat itu, dalam kepasrahan, saya hanya mampu bersyukur walau separuh jiwa tertinggal di tanah air. Di bawah langit Arafah yang mulia, tangis saya tumpah sejadi-jadinya. Di antara jutaan hamba yang bersujud dan berdoa, dada ini sesak oleh sesal yang menghunjam. "Mengapa hanya saya? Mengapa bukan kami berdua?" Di ujung usia yang kian senja ini, ada satu doa yang diam-diam saya langitkan: "Ya Allah, izinkan hamba memberikan hadiah terbaik untuknya sebelum raga ini kembali ke haribaan". "Pak... Pak Wahidin, ayo Pak!" Sebuah tepukan lembut di pundak membuyarkan lamunan masa lalu itu. Seorang panitia dengan sigap membantu tubuh tua ini bangkit dari kelelahan di tengah barisan Kembara. Saya mengerjapkan mata, dan hal pertama yang saya lihat adalah wajah istri di depan saya. Di tengah kilau cahaya siang hari, haru mengepung, wajahnya siang itu menjelma layaknya bidadari surga. Kami saling menatap, lalu tangis kami pecah bersamaan, di medan Kemah Bakti Nusantara (Kembara) PKS. Inilah hadiah terbesar yang Allah titipkan untuk kami di sisa usia. Sebuah jawaban kontan atas doa-doa sejak bertahun-tahun lalu. Terima kasih, Pak Presiden PKS. Terima kasih, Pak Ketua Fraksi. Terima kasih untuk seluruh saudara seiman yang jiwanya bertaut dalam kebaikan. Di tempat ini, di Kemah Bakti ini, keadilan dan cinta itu mewujud nyata. Terima kasih, PKS. *) Ditulis oleh Abu Azzam (Tegal). Dengan sedikit edit oleh Pak Cah.

About