@gym.shop0: #viralvideo #tiktokmali🇲🇱223 #pourtoi #musculationfemme #bodybuildingmotivation

gym shop
gym shop
Open In TikTok:
Region: ML
Thursday 09 April 2026 11:43:56 GMT
7001
270
1
4

Music

Download

Comments

basirou553
Basirou :
🥰🥰🥰
2026-04-09 11:47:06
1
To see more videos from user @gym.shop0, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Tulisan ini mewakili para ayah bunda yang pernah merasakan kehilangan, teruntuk kepada Adiku  Assalamualaikum anak surga… Tidak ada yang benar-benar siap kehilangan seseorang yang begitu dicintai, apalagi kehilangan anak yang dulu tumbuh di dalam doa, dijaga di dalam rasa takut, dan dicintai sepenuh hati. Sejak Allah memanggilmu pulang, hidup terasa seperti senja yang kehilangan warnanya. Langit masih ada, matahari masih terbit, tetapi ada hati yang diam-diam tidak pernah benar-benar hidup lagi seperti dulu. Rindu ternyata bisa begitu kejam. Ia datang tanpa mengetuk, hadir di sela shalat, di tengah malam, bahkan di saat sedang mencoba tersenyum di depan banyak orang. Kadang hanya karena mendengar suara anak kecil tertawa, dada ini langsung sesak. Air mata jatuh begitu saja, sebab hati tiba-tiba teringat pada seseorang yang dulu pernah dipanggil dengan penuh cinta… lalu kini hanya bisa disebut namanya di dalam doa. Rumah ini masih sama, tetapi rasanya tidak lagi utuh. Ada sudut yang terasa kosong, ada kenangan yang terus tinggal di setiap dinding. Baju kecilmu masih tersimpan rapi, seolah hati ini belum sanggup menerima bahwa tubuh mungil itu kini telah beristirahat di dalam tanah. Dan setiap kali melihat barang-barangmu, hati hanya mampu berbisik lirih, “Ya Allah… titip anak kecil itu di surga-Mu.” Banyak orang datang membawa doa dan pelukan hangat. Dan sungguh, itu sangat berarti. Sebab ada luka yang tidak membutuhkan banyak nasihat, melainkan hanya butuh ditemani agar tidak merasa sendirian. Kehilangan anak bukan tentang siapa yang paling kuat menahan tangis, tetapi tentang bagaimana hati belajar bertahan meski separuh jiwanya terasa ikut pergi. Kadang setelah semua orang tertidur, sajadah menjadi tempat paling jujur untuk menangis. Bersujud lama sambil menyebut namamu pelan-pelan di hadapan Allah. Tidak meminta agar waktu diputar kembali, sebab itu mustahil. Hanya meminta satu hal… semoga Allah memelukmu dengan kasih sayang-Nya yang jauh lebih besar daripada cinta siapa pun di dunia ini. Anak surga… Tahukah kamu? Kehilanganmu membuat hati ini mengerti bahwa dunia memang hanya tempat singgah. Bahwa semua yang kita cintai sejatinya hanyalah titipan Allah. Dan sekuat apa pun manusia menjaga, ketika Allah berkata “kembali,” maka tidak ada yang mampu menahan. Luka ini memang dalam, tetapi iman mengajarkan bahwa setiap pertemuan yang tertunda di dunia, bisa menjadi pertemuan yang abadi di surga. Rasulullah ﷺ pernah mengabarkan bahwa anak kecil yang wafat akan menunggu kedua orang tuanya di pintu surga. Maka sejak hari kepergianmu, harapan itu menjadi penguat di tengah hancurnya hati. Kini hidup dijalani dengan cara yang berbeda. Tidak lagi terlalu berharap pada dunia, karena dunia pernah mengambil sesuatu yang paling dicintai. Hati ini perlahan belajar bahwa kebahagiaan sejati bukanlah ketika semua yang dicinta tetap tinggal, tetapi ketika mampu tetap bersujud walau sedang diuji kehilangan yang paling menyakitkan. Dan ternyata benar… air mata seorang yang kehilangan anak tidak pernah benar-benar kering. Ia hanya belajar jatuh diam-diam. Belajar tersenyum sambil menyimpan rindu. Belajar terlihat kuat agar orang lain tidak ikut hancur. Padahal di dalam dada, nama itu terus hidup dan tidak pernah pergi sedikit pun. Untuk siapa pun yang sedang kehilangan anaknya… bersabarlah meski sulit. Menangislah jika memang hati terasa sesak, sebab Allah tidak pernah membenci air mata yang jatuh karena rindu dan cinta. Namun jangan biarkan kesedihan menjauhkan diri dari Allah. Dekatlah kepada-Nya, karena hanya Allah tempat terbaik untuk menitipkan luka yang tidak mampu dipahami manusia. Dan untuk anak kecil yang kini tinggal di langit doa… Tunggulah di surga sana. Kelak, ketika Allah mempertemukan kembali, tidak akan ada lagi tangisan perpisahan. Yang ada hanyalah pelukan panjang setelah rindu yang bertahun-tahun disimpan dalam sujud dan doa-doa malam. Sebab cinta yang lahir karena Allah… tidak akan pernah benar-benar dipisahkan oleh kematian.#sorotan #fypシl
Tulisan ini mewakili para ayah bunda yang pernah merasakan kehilangan, teruntuk kepada Adiku Assalamualaikum anak surga… Tidak ada yang benar-benar siap kehilangan seseorang yang begitu dicintai, apalagi kehilangan anak yang dulu tumbuh di dalam doa, dijaga di dalam rasa takut, dan dicintai sepenuh hati. Sejak Allah memanggilmu pulang, hidup terasa seperti senja yang kehilangan warnanya. Langit masih ada, matahari masih terbit, tetapi ada hati yang diam-diam tidak pernah benar-benar hidup lagi seperti dulu. Rindu ternyata bisa begitu kejam. Ia datang tanpa mengetuk, hadir di sela shalat, di tengah malam, bahkan di saat sedang mencoba tersenyum di depan banyak orang. Kadang hanya karena mendengar suara anak kecil tertawa, dada ini langsung sesak. Air mata jatuh begitu saja, sebab hati tiba-tiba teringat pada seseorang yang dulu pernah dipanggil dengan penuh cinta… lalu kini hanya bisa disebut namanya di dalam doa. Rumah ini masih sama, tetapi rasanya tidak lagi utuh. Ada sudut yang terasa kosong, ada kenangan yang terus tinggal di setiap dinding. Baju kecilmu masih tersimpan rapi, seolah hati ini belum sanggup menerima bahwa tubuh mungil itu kini telah beristirahat di dalam tanah. Dan setiap kali melihat barang-barangmu, hati hanya mampu berbisik lirih, “Ya Allah… titip anak kecil itu di surga-Mu.” Banyak orang datang membawa doa dan pelukan hangat. Dan sungguh, itu sangat berarti. Sebab ada luka yang tidak membutuhkan banyak nasihat, melainkan hanya butuh ditemani agar tidak merasa sendirian. Kehilangan anak bukan tentang siapa yang paling kuat menahan tangis, tetapi tentang bagaimana hati belajar bertahan meski separuh jiwanya terasa ikut pergi. Kadang setelah semua orang tertidur, sajadah menjadi tempat paling jujur untuk menangis. Bersujud lama sambil menyebut namamu pelan-pelan di hadapan Allah. Tidak meminta agar waktu diputar kembali, sebab itu mustahil. Hanya meminta satu hal… semoga Allah memelukmu dengan kasih sayang-Nya yang jauh lebih besar daripada cinta siapa pun di dunia ini. Anak surga… Tahukah kamu? Kehilanganmu membuat hati ini mengerti bahwa dunia memang hanya tempat singgah. Bahwa semua yang kita cintai sejatinya hanyalah titipan Allah. Dan sekuat apa pun manusia menjaga, ketika Allah berkata “kembali,” maka tidak ada yang mampu menahan. Luka ini memang dalam, tetapi iman mengajarkan bahwa setiap pertemuan yang tertunda di dunia, bisa menjadi pertemuan yang abadi di surga. Rasulullah ﷺ pernah mengabarkan bahwa anak kecil yang wafat akan menunggu kedua orang tuanya di pintu surga. Maka sejak hari kepergianmu, harapan itu menjadi penguat di tengah hancurnya hati. Kini hidup dijalani dengan cara yang berbeda. Tidak lagi terlalu berharap pada dunia, karena dunia pernah mengambil sesuatu yang paling dicintai. Hati ini perlahan belajar bahwa kebahagiaan sejati bukanlah ketika semua yang dicinta tetap tinggal, tetapi ketika mampu tetap bersujud walau sedang diuji kehilangan yang paling menyakitkan. Dan ternyata benar… air mata seorang yang kehilangan anak tidak pernah benar-benar kering. Ia hanya belajar jatuh diam-diam. Belajar tersenyum sambil menyimpan rindu. Belajar terlihat kuat agar orang lain tidak ikut hancur. Padahal di dalam dada, nama itu terus hidup dan tidak pernah pergi sedikit pun. Untuk siapa pun yang sedang kehilangan anaknya… bersabarlah meski sulit. Menangislah jika memang hati terasa sesak, sebab Allah tidak pernah membenci air mata yang jatuh karena rindu dan cinta. Namun jangan biarkan kesedihan menjauhkan diri dari Allah. Dekatlah kepada-Nya, karena hanya Allah tempat terbaik untuk menitipkan luka yang tidak mampu dipahami manusia. Dan untuk anak kecil yang kini tinggal di langit doa… Tunggulah di surga sana. Kelak, ketika Allah mempertemukan kembali, tidak akan ada lagi tangisan perpisahan. Yang ada hanyalah pelukan panjang setelah rindu yang bertahun-tahun disimpan dalam sujud dan doa-doa malam. Sebab cinta yang lahir karena Allah… tidak akan pernah benar-benar dipisahkan oleh kematian.#sorotan #fypシl

About