@theinvestingeffect: This is how I budget as a 43-year-old single mum building wealth 👀 Most people think building wealth is about earning more. It’s not. It’s about what you do with what you already have. I’m 43. A single mum of two. No shortcuts. No windfalls. Just a simple system: → Know your numbers → Cut what doesn’t serve you → Invest the difference → Repeat every single month Because wealth isn’t built in one big moment… It’s built quietly, consistently, in the background. Every pound I don’t waste today is working for me tomorrow. This is how I’m building long-term financial freedom 💫 Follow me if you want to: → Take control of your money → Start investing (even if you feel behind) → Build real wealth step by step Comment GUIDE on any of my Instagram posts (@theinvestingeffect) and I’ll send you my free “Investing for Beginners” guide 📩 (Not financial advice. Capital at risk. Always do your own research.) #wealth #wealthbuilding #investing #financialfreedom #theapprentice

Sandeesh | Money & Investing
Sandeesh | Money & Investing
Open In TikTok:
Region: GB
Friday 10 April 2026 07:21:48 GMT
1072
45
5
6

Music

Download

Comments

_pujaaaxx
Puja :
guide
2026-04-24 14:31:55
0
saint_foodie
Saints_Foodie 🍽️ :
Guide
2026-04-10 14:28:32
0
sunitajassalartiste
Sunita :
guide
2026-04-10 08:36:16
0
kaurprincess14
Kaur :
Guide
2026-04-10 08:10:30
0
samantha_digital1
Samantha Smith :
Hey I love how you show up online. Digital marketing is more fun when we learn from each other
2026-04-11 00:16:53
0
To see more videos from user @theinvestingeffect, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ruang publik kita sedang riuh. Rupiah melemah menyentuh angka Rp17.800, dan kepanikan massal langsung mendominasi linimasa. Banyak yang mengeluh harga barang impor naik, lalu pesimisme pun menular. Mari kita tarik napas sebentar. Alih-alih ikut panik, mari kita gunakan Judo Strategy: kita pakai energi kepanikan dan guncangan ini, lalu kita balikkan menjadi momentum peluang yang paling menguntungkan. Tadi pagi di DPR, Presiden Prabowo sudah memberikan jangkar validasi yang sangat jelas:
Ruang publik kita sedang riuh. Rupiah melemah menyentuh angka Rp17.800, dan kepanikan massal langsung mendominasi linimasa. Banyak yang mengeluh harga barang impor naik, lalu pesimisme pun menular. Mari kita tarik napas sebentar. Alih-alih ikut panik, mari kita gunakan Judo Strategy: kita pakai energi kepanikan dan guncangan ini, lalu kita balikkan menjadi momentum peluang yang paling menguntungkan. Tadi pagi di DPR, Presiden Prabowo sudah memberikan jangkar validasi yang sangat jelas: "Indonesia harus lepas dari cap negara konsumen." Beliau sedang memosisikan diri sebagai visioner yang membongkar jalan makroekonomi kita. Jika kita mau berpikir kritis dan analitis, kurs Rp17.800 ini sejatinya adalah "karpet merah" bagi kita untuk meraup Dollar. Mari kita bedah pakai data perbandingan cuan nyata (Kurs Rp15.000 vs Rp17.800): 📦 1. Briket Arang Batok Kelapa (Pasar Timur Tengah & Eropa) Harga jual di mata bule tetap $1.30/kg. Saat Kurs Rp15.000: Untung bersih Rp6.500/kg. Saat Kurs Rp17.800: Untung bersih meroket jadi Rp10.140/kg! Poin Mind-Blowing: Sekali kirim 1 kontainer mini (18 ton), kalian dapat bonus cuan gratis Rp65,5 Juta murni karena selisih kurs! 📦 2. Minyak Nilam (Bahan Baku Parfum Eropa) Harga jual tetap $60/kg. Saat Kurs Rp15.000: Untung bersih Rp200.000/kg. Saat Kurs Rp17.800: Untung bersih melonjak ke Rp368.000/kg! Poin Mind-Blowing: Jual barang yang sama ke orang yang sama. Kirim 100 kg saja, otomatis kantongin tambahan bonus Rp16,8 Juta tanpa perlu capek nego harga. 📦 3. Vanili Kering Premium (Pasar Global) Harga jual tetap $160/kg. Saat Kurs Rp15.000: Untung bersih Rp600.000/kg. Saat Kurs Rp17.800: Untung bersih tembus Rp1.048.000/kg! Poin Mind-Blowing: Margin keuntungan bersih tembus di atas Rp1 Juta per kilogram! Ada bonus gratis Rp448 ribu per kilo yang langsung masuk ke rekening kalian. Secara diplomatis, ini adalah realita yang harus kita hadapi. Negara sudah memberikan visi, membukakan jalan makroekonomi, dan meretas peluang agar kita bisa mandiri. Sangat disayangkan jika karpet merah sudah digelar lebar-lebar, namun energi anak mudanya malah habis untuk mengeluhkan keranjang checkout barang impor.

About