⃟ :
Gue mau cerita banyak, eh ngga sih sedikit aja wkwk
Jadi gue baru bangun tidur, mata masih berat dan kepala masih setengah sadar, terus layar HP nyala dan nama dia muncul di notif. Jantung langsung aneh, karena setelah selama ini gue coba biasain buat lupa, ternyata gue masih seseneng itu cuma gara-gara liat nama dia lagi. Gue kira dia kangen, atau setidaknya inget kalau hari itu ulang tahun gue. Dengan tangan sedikit gemeter, gue buka chatnya, dan ternyata isinya cuma ucapan ulang tahun buat cowo barunya, yang lucunya ulang tahun cowonya sama persis kayak gue. Di hari gue lahir, gue malah duduk baca panjang lebar tentang betapa bahagianya dia sama laki-laki lain, tentang gimana cowonya selalu ada buat dia, tentang rencana mereka, tentang mereka yang gak lama lagi mau nikah. Sedangkan gue cuma bisa baca sambil senyum kecil, pura-pura ikut bahagia padahal dada rasanya kayak diremes pelan-pelan. Yang paling sakit bukan pas dia bilang dia bahagia sama orang lain, tapi pas gue sadar kalau cara dia ngetik ke cowonya sekarang dulu pernah jadi cara dia ngomong ke gue, dan gue masih hafal semuanya. Gue ketawa kecil baca chatnya, bukan karena lucu, kadang orang ketawa cuma supaya gak keliatan hancur. Sampai akhirnya dia nanya, “aku kasih kado apa buat kamu? untuk terakhir kali.” Kalimatnya sederhana, tapi rasanya kayak seseorang yang pelan-pelan nutup pintu sementara gue masih berdiri di dalam, belum siap ditinggal. Gue diem lama, karena ternyata yang paling nyakitin bukan kehilangan dia, tapi kenyataan kalau gue udah gak punya tempat lagi di hidupnya. Dan malam itu gue sadar, kadang orang yang paling pengen kita peluk buat nenangin diri justru jadi orang yang bikin kita hancur paling dalam. Lucunya, di ulang tahun gue sendiri, yang gue dapet bukan ucapan paling hangat, tapi perpisahan yang bahkan gak pernah sempet gue siapin.
2026-05-11 08:01:07