@user7880855320684:

Хабиболла Дияров
Хабиболла Дияров
Open In TikTok:
Region: KZ
Saturday 11 April 2026 10:14:40 GMT
366
32
7
0

Music

Download

Comments

arayaray20223
Арай. :
керемет 👍👍👍👍
2026-04-11 11:19:37
0
user2365291817999
Алмагуль :
керемет❤️
2026-04-13 08:00:00
0
user2699985008509
РайНұр :
СУПЕР!
2026-04-11 16:31:12
0
user25474760936287
ТОЙДЫК ХАНЫМ 🇰🇿🇰🇿🇰🇿 :
🌹🌹🌹
2026-04-11 13:15:53
1
sara6006
sara60 :
👍👍👍
2026-04-11 12:58:42
0
user34771427998462
лашин :
🥰🥰🥰
2026-04-17 09:03:52
0
To see more videos from user @user7880855320684, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV 6 |  Kamu tidak pernah menyangka kalau Sean bisa menjadi bagian dari rutinitasmu. Awalnya, dia hanya cowok menyebalkan yang tiba-tiba muncul di berbagai sudut harimu.  Di depan kelas. Di kantin. Di perpustakaan. Bahkan pernah menunggumu di parkiran hanya untuk mengantarkanmu pulang, padahal kamu sudah berkali-kali bilang kalau kamu membawa kendaraan sendiri.  Sean selalu punya alasan. Kadang katanya kebetulan lewat. Kadang katanya sedang tidak ada kerjaan. Kadang dia bahkan tidak repot-repot mencari alasan.
POV 6 | Kamu tidak pernah menyangka kalau Sean bisa menjadi bagian dari rutinitasmu. Awalnya, dia hanya cowok menyebalkan yang tiba-tiba muncul di berbagai sudut harimu. Di depan kelas. Di kantin. Di perpustakaan. Bahkan pernah menunggumu di parkiran hanya untuk mengantarkanmu pulang, padahal kamu sudah berkali-kali bilang kalau kamu membawa kendaraan sendiri. Sean selalu punya alasan. Kadang katanya kebetulan lewat. Kadang katanya sedang tidak ada kerjaan. Kadang dia bahkan tidak repot-repot mencari alasan. "Gue pengen ketemu lo" Sesederhana itu. Dan entah sejak kapan kamu mulai terbiasa mendengarnya. Yang lebih menyebalkan, kamu mulai menunggunya. Menunggu pesan darinya. Menunggu kemunculannya di depan kelas. Bahkan tanpa sadar, matamu mulai mencari sosoknya setiap kali kamu berada di tempat yang biasanya dia datangi. Mungkin inilah yang paling berbahaya dari Sean. Bukan wajahnya. Bukan popularitasnya. Bukan juga reputasinya sebagai cowok yang gampang membuat banyak perempuan tertarik. Tapi caranya perlahan membuatmu terbiasa dengan kehadirannya. Sampai kamu sendiri tidak sadar kapan tepatnya kamu mulai menyukainya. Hari-hari berikutnya berjalan hampir sama. Sean datang. Kamu membiarkannya. Sean mengajakmu makan. Kamu ikut. Sean mengganggumu. Kamu membalas. Tidak ada sesuatu yang besar. Tidak ada kejadian dramatis. Hanya percakapan-percakapan kecil dan kebiasaan sederhana yang perlahan membuat jarak di antara kalian semakin dekat. Sampai suatu hari, kamu mulai menyadari perubahan kecil dalam dirimu sendiri. Ketika ponselmu berbunyi, kamu mulai berharap itu pesan Sean. Ketika melihat motornya terparkir di depan fakultas, kamu mulai bertanya-tanya apakah dia sedang menunggumu. Dan yang paling parah Ketika Sean tidak muncul seharian, kamu mulai merasa ada sesuatu yang hilang. Padahal sebelumnya kamu baik-baik saja tanpa dia. Sore itu, kamu duduk sendirian di salah satu bangku taman kampus. Tugas yang seharusnya kamu kerjakan sejak tadi terbengkalai karena kamu terlalu lelah. Kamu membuka ponsel. Tidak ada pesan dari Sean. Biasanya, paling tidak satu pesan sudah masuk sejak pagi. Kamu mengunci layar. Beberapa menit kemudian, kamu membukanya lagi. Masih tidak ada. Kamu menghela napas. 'Ngapain sih gue?' Kamu mulai kesal pada dirimu sendiri. Sampai sebuah suara terdengar dari belakang "Nyariin gue?" Kamu langsung menoleh. Sean berdiri beberapa langkah di belakangmu. Kamu spontan memasukkan ponsel ke dalam tas. "Nggak" Sean berjalan mendekat "Padahal muka lo kayak orang nungguin seseorang" "Geer" Sean duduk di sebelahmu "Gue nggak masuk kelas tadi" Kamu menoleh "Kenapa?" Sean langsung tersenyum. "Apa?" "Lo penasaran" Kamu langsung sadar "Sembarangan" "Berarti lo khawatir?" "Nggak!" Sean tertawa kecil "Gue sakit" Kamu langsung menoleh "Serius?" Sean terdiam. Kemudian tertawa "Bercanda" Kamu langsung memukul lengannya. "Sean!" Sean tertawa semakin keras "Gue cuma bercanda!" "Nyebelin banget!" Kamu hendak berdiri, tetapi Sean langsung menarik pergelangan tanganmu. Kamu berhenti. Tatapan kalian bertemu. Senyum Sean perlahan menghilang. "Gue cuma nggak masuk karena ada urusan" Kamu masih diam. "Jangan khawatir" "Siapa yang khawatir" Sean tersenyum kecil. Kamu menatap tangannya yang masih menggenggam pergelangan tanganmu. Sean sepertinya baru menyadarinya. Namun bukannya langsung melepaskan. Dia justru mengendurkan genggamannya perlahan. Sentuhannya berubah lebih lembut. Dan entah kenapa, kamu tidak langsung menarik tanganmu. Untuk beberapa detik, kalian hanya diam. Sampai akhirnya kamu yang lebih dulu mengalihkan pandangan lalu menarik tanganmu. Namun sensasi hangat dari sentuhan itu masih terasa di kulitmu. Dan kamu membenci kenyataan bahwa jantungmu berdetak sedikit lebih cepat. ((++++💬)) #pov #alternativeuniverse #seonghyeon #cortis

About