𝓘 :
merelakanmu bukan karena aku berhenti mencintai, tapil karena aku akhirnya mengerti bahwa cinta yang sejati tidak selalu harus memiliki, ada kalanya cinta justru mengajarkan kita untuk melepaskan dengan lembut, seperti angin yang membiarkan bunga tetap tumbuh tanpa harus menggenggamnya, aku pernah berharap kita selamanya, tapi waktu pelan-pelan mengajarkan bahwa tidak semua yang indah ditakdirkan untuk tinggal.
aku masih mengingat caramu tertawa, sorot matamu, dan setiap detik yang pernah terasa begitu hangat. tapi kini, aku belajar mencintaimu dari jauh, bukan lagi dengan genggaman, melainkan dengan do'a yang kupanjatkan diam-diam setiap malam. aku tidak lagi menunggu, tapi aku juga tidak akan pernah benar-benar lupa. karena bagaimana mungkin melupakan seseorang yang pernah menjadi semesta di dalam dada?
merelakanmu adalah puisi yang kutulis dengan air mata dan keikhlasan. ia tidak berbunyi, tapi terasa dalam setiap hembusan napas. aku belajar bahwa cinta bukan tentang siapa yang paling lama bertahan, tapi tentang siapa yang paling tulus memberi kebahagiaan meski bukan untuk dirinya sendiri.
+
jadi biarlah kamu melangkah ke arah yang membuatmu bahagia. aku akan tetap di sini, tidak lagi menggenggam, hanya menatap dari kejauhan sambil tersenyum. karena kini aku tahu, mencintaimu tidak harus selalu bersatu, kadang, mencintaimu berarti berani berkata "pergilah dengan tenang" sambil berharap langit yang sama tetap menjaga kita, meski tidak lagi saling memiliki..
2026-04-13 14:23:21