@vanillavixenn: Replying to @whanna yes. Ako 3 months of using na and laki ng improvement 😍 #toothpaste #oralhygiene #evosnowph #haptoothpaste

vanillavixen 𓍢ִ໋ 🦢✧
vanillavixen 𓍢ִ໋ 🦢✧
Open In TikTok:
Region: PH
Sunday 12 April 2026 15:42:15 GMT
3479292
11438
84
888

Music

Download

Comments

julinashop06
ATE-JuL shop :
highly recommend talaga
2026-08-01 08:08:05
1
faith_n_kev28
faith_n_kev28 🇯🇲🇵🇭 :
ayy need poba may kasamang other type of colgate??
2026-04-26 09:47:15
40
classysassycessy
Ce Ssy :
Pwede sa nakabraces po?
2026-04-25 10:32:16
6
9tin17
Tin :
puedi b yan sa bata?
2026-04-28 12:51:52
5
piezairallajiamel09
Pie 🥧 :
paubos na ung ganyan ko mi ☺️kaya napa co ulit ako sayo mi 🥰
2026-04-13 06:10:00
20
nicole111898
nicole_tan.18 on IG :
pwedi po ba sa pregnant?
2026-04-21 23:44:13
5
riabarnaba
barns ygoña Barnaba :
paano kung naka pasta na ..pwede pa ba ito gamitin ?
2026-05-20 13:51:54
5
randolfmerillesvi
Ran🇵🇭 :
ano po yung isang toothpaste na nilagay?
2026-05-13 00:00:02
8
jzzmh_affiliate
JMOnlineShop :
ma try nga neto
2026-08-01 02:35:16
2
heitaps34
Heidz💙 :
Matry nga, order dine Miii🥰
2026-08-06 14:55:37
1
marya.biktorya
Marya Biktorya :
ay totoo to , nabawasan ang pagka sensitive ng ngipin ko
2026-04-19 12:48:39
9
denisciousx
z :
p'wede po gamitin everyday?
2026-05-31 12:04:59
4
lovelolama
lovelolama 🍀✨ :
Pwede ba sa kids?
2026-04-20 16:48:24
7
michellesandoval_
Michelle Vergara San :
pwede po ba yan sa buntis?
2026-06-23 08:06:07
1
dayanayangosanjose
Mrs.Dayana𓍼ོ :
pano gagawin maglalagay muna ng toothpaste sa ipin bago magtoothbrush?
2026-06-11 08:37:38
4
itsmee_mitch04
atemichelshop :
puede po ba yan sa dentures?
2026-06-28 14:27:43
1
gineveyyyyy17
genie :
ang ganda nito
2026-06-04 11:03:03
1
jrsahak12
JAY. JR :
may butas na 3 ngipin ko kita na gums
2026-06-26 15:25:31
1
user775370251
serlyn beronia :
pwede po ba yan sa pustiso?
2026-06-11 14:21:53
1
maica_bnzon
maica :
pag may black na poba or butas ung ngipin sa harap pwede po yan?
2026-06-27 06:16:35
2
denisciousx
z :
tuwing gabi po ba ginagamit?
2026-05-31 08:42:47
1
_matchalatte0115
_matchalatte0115 :
Bakit parang ang hirap gamitin kase parang matigas pag pinipiga e
2026-06-08 13:35:13
1
jtiktalks
Jas :
Try ko nga to na toothpaste 💜
2026-05-05 10:47:30
3
vanessachua_27
HERA’s FINDS ᥫ᭡🪬 :
Must have talaga to😳
2026-04-21 04:04:44
4
vmaetupz
vmaetupz :
legit po ba mi?
2026-05-03 10:36:24
1
To see more videos from user @vanillavixenn, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Al-Ghazali bukan orang biasa. Ia mencapai puncak karier sebagai intelektual paling dihormati di zamannya, dipuja di istana, diikuti ribuan murid. Tapi di puncak itu justru hatinya kosong, diserang keraguan akut yang tidak bisa dijawab oleh teologi, filsafat, atau kedudukan sekalipun. Ia lalu meninggalkan semua jabatan dan kemasyhurannya, memilih menyepi bertahun-tahun untuk mencari satu jawaban saja. Dari pergolakan batin itu lahir Kimiya Saadah, kitab yang ia tulis bukan sebagai teori, melainkan sebagai resep yang ia uji pada dirinya sendiri. Al-Ghazali menulis bahwa di dalam batin setiap manusia hidup empat sifat sekaligus: sifat hewan ternak yang puas dengan makan, tidur, dan syahwat, sifat hewan buas yang puas ketika menyerang dan melukai, sifat setan yang puas dengan tipu daya dan kelicikan, serta sifat malaikat yang hanya tenang saat menyaksikan keindahan Tuhan. Empat sifat ini bukan dongeng, mereka bertarung setiap hari di dalam dirimu, dan siapa pun yang menang akan menentukan ke mana hidupmu berlabuh. Sebagian orang menghabiskan seluruh umur melayani sifat hewan dan setan, lalu heran mengapa hatinya tidak pernah tenang. Al-Ghazali menggambarkan manusia seperti sebuah kerajaan. Hati nurani duduk sebagai raja, akal menjadi penasihat, syahwat diberi jabatan gubernur, amarah dipasang sebagai polisi, dan seluruh anggota tubuh adalah rakyat pekerja yang menjalankan perintah. Masalahnya, di hidup kebanyakan manusia, susunan ini terbalik. Syahwat naik takhta, amarah mengambil alih istana, sedangkan raja yang sesungguhnya, hati nurani, dikurung dan dibungkam. Ketika rakyat memerintah raja, kekacauan itulah yang dirasakan sebagai gelisah tanpa sebab. Judul kitab ini diambil dari ilmu kimia kuno, usaha para alkemis mengubah logam biasa menjadi emas. Al-Ghazali memakai metafora itu secara sengaja, sebab menurutnya jiwa manusia pun bisa ditempa dari sesuatu yang kasar menjadi sesuatu yang mulia, asal tahu bahan dan prosesnya. Empat bahan utamanya adalah mengenal diri, mengenal Tuhan, mengenal hakikat dunia, dan mengenal hakikat akhirat. Tanpa mengenal diri, seseorang tidak akan pernah sampai mengenal Tuhan, karena pintu menuju Tuhan menurutnya justru dimulai dari dalam dada sendiri, bukan dari luar. Kebahagiaan tubuh, kata Al-Ghazali, selalu berumur pendek. Kenyang akan lapar lagi, tidur akan lelah lagi, kemenangan hari ini akan basi esok hari. Ia menyebut semua itu hanya bahagia semu yang dipinjam sementara oleh raga yang fana. Kebahagiaan sejati, menurutnya, hanya ada pada makrifatullah, saat hati mengenal dan menyaksikan Tuhannya secara langsung. Kebahagiaan jenis ini justru tidak berkurang oleh kematian, bahkan bertambah, karena kematian baginya adalah pintu, bukan akhir dari pertemuan itu. Al-Ghazali tidak memberi teori kosong. Dalam kitab ini ia menuntun langkah nyata, mulai dari mengenali sifat mana yang paling menguasai dirimu sekarang, melatih hati lewat zuhud dan mujahadah, sampai menata ulang siapa yang seharusnya memegang takhta dalam kerajaan dirimu. Semua resep itu tertulis lengkap dalam Proses Kebahagiaan – Kimiya Saadah, terjemahan yang membuat kitab abad kesebelas ini terasa seperti ditulis untuk keresahanmu hari ini.
Al-Ghazali bukan orang biasa. Ia mencapai puncak karier sebagai intelektual paling dihormati di zamannya, dipuja di istana, diikuti ribuan murid. Tapi di puncak itu justru hatinya kosong, diserang keraguan akut yang tidak bisa dijawab oleh teologi, filsafat, atau kedudukan sekalipun. Ia lalu meninggalkan semua jabatan dan kemasyhurannya, memilih menyepi bertahun-tahun untuk mencari satu jawaban saja. Dari pergolakan batin itu lahir Kimiya Saadah, kitab yang ia tulis bukan sebagai teori, melainkan sebagai resep yang ia uji pada dirinya sendiri. Al-Ghazali menulis bahwa di dalam batin setiap manusia hidup empat sifat sekaligus: sifat hewan ternak yang puas dengan makan, tidur, dan syahwat, sifat hewan buas yang puas ketika menyerang dan melukai, sifat setan yang puas dengan tipu daya dan kelicikan, serta sifat malaikat yang hanya tenang saat menyaksikan keindahan Tuhan. Empat sifat ini bukan dongeng, mereka bertarung setiap hari di dalam dirimu, dan siapa pun yang menang akan menentukan ke mana hidupmu berlabuh. Sebagian orang menghabiskan seluruh umur melayani sifat hewan dan setan, lalu heran mengapa hatinya tidak pernah tenang. Al-Ghazali menggambarkan manusia seperti sebuah kerajaan. Hati nurani duduk sebagai raja, akal menjadi penasihat, syahwat diberi jabatan gubernur, amarah dipasang sebagai polisi, dan seluruh anggota tubuh adalah rakyat pekerja yang menjalankan perintah. Masalahnya, di hidup kebanyakan manusia, susunan ini terbalik. Syahwat naik takhta, amarah mengambil alih istana, sedangkan raja yang sesungguhnya, hati nurani, dikurung dan dibungkam. Ketika rakyat memerintah raja, kekacauan itulah yang dirasakan sebagai gelisah tanpa sebab. Judul kitab ini diambil dari ilmu kimia kuno, usaha para alkemis mengubah logam biasa menjadi emas. Al-Ghazali memakai metafora itu secara sengaja, sebab menurutnya jiwa manusia pun bisa ditempa dari sesuatu yang kasar menjadi sesuatu yang mulia, asal tahu bahan dan prosesnya. Empat bahan utamanya adalah mengenal diri, mengenal Tuhan, mengenal hakikat dunia, dan mengenal hakikat akhirat. Tanpa mengenal diri, seseorang tidak akan pernah sampai mengenal Tuhan, karena pintu menuju Tuhan menurutnya justru dimulai dari dalam dada sendiri, bukan dari luar. Kebahagiaan tubuh, kata Al-Ghazali, selalu berumur pendek. Kenyang akan lapar lagi, tidur akan lelah lagi, kemenangan hari ini akan basi esok hari. Ia menyebut semua itu hanya bahagia semu yang dipinjam sementara oleh raga yang fana. Kebahagiaan sejati, menurutnya, hanya ada pada makrifatullah, saat hati mengenal dan menyaksikan Tuhannya secara langsung. Kebahagiaan jenis ini justru tidak berkurang oleh kematian, bahkan bertambah, karena kematian baginya adalah pintu, bukan akhir dari pertemuan itu. Al-Ghazali tidak memberi teori kosong. Dalam kitab ini ia menuntun langkah nyata, mulai dari mengenali sifat mana yang paling menguasai dirimu sekarang, melatih hati lewat zuhud dan mujahadah, sampai menata ulang siapa yang seharusnya memegang takhta dalam kerajaan dirimu. Semua resep itu tertulis lengkap dalam Proses Kebahagiaan – Kimiya Saadah, terjemahan yang membuat kitab abad kesebelas ini terasa seperti ditulis untuk keresahanmu hari ini.

About