#IKHN★ :
makin beranjak dewasa semakin tau bahwa yang di butuhkan bukan mainan melainkan waktu karna yang dulu suka bermain sampai lupa waktu sekarang gaada waktu untuk main main karna mengubah pola pikir agar lebih dewasa itu sulit,butuh banyak waktu untuk menjadi lebih baik bukan karana ta bisa menjadi baik namun berusa baik di hadapan orang yang tidak tau caranya berproses tentu di sepele kan, mereka hanya menilai instan tanpa menilai perjuangan nya, hidup dengan pembicaraan mereka mereka yang berisik di kepala membuat aku bingung harus menjadi manusia yang seperti apa?,aku yang dulu bercita cita ingin menjadi seorang arsitektur berjalan nya waktu yang paling penting bisa sukes bukan gelar, ternyata pertanyaan pertanyaan waktu kecil sudah terjawab jelas sekarang bahwa yang di bayangkanya mudah belum tentu perjalanan nya mudah, waktu kecil melihat orang yang sedang bercinta rasanya menyenangkan ternyata ga semenyenang yang di bayang kan dulu,cinta butuh merasa kan sakit hati,merasakan cemburu, yang dulu menilai dewasa itu menyenangkan namun sekarang aku paham bahwa dewasa tida semenyenangkan apa yang di bayang kan waktu kecil,yang dulu ga pernah mempunyai beban pikiran di bandingkan dengan yang sekarang mempunyai tumpukan beban pikiran dan emosional yang di pendam,dewasa tida seram hanya untuk mereka yang yang tidak pernah punya harapan, keluarga yang melihat kita sebagai anak yang liar tanpa mereka sadari bahwa aku sekuat tenaga untuk mempertahankan ketidak gilaan ku , setiap hari yang harus mendengar kalimat yang menyakitkan, perlakuan jahat orang orang terhadap ku,yang ketika aku melakukan kesalahan kecil mereka selalu memojoki, menghakimi menghakimi menghakimi seperti ibarat kata bahwa tidak ada manusia yang tidak memiliki kesalahan, terkadang ingin lari dari cerita hidup ku yang ntah bagaimana alur ceritanya, ketika bercermin menghadap kaca yang melihat wajah diri sendiri yang raut wajah nya penuh renungan penuh harapan, aku ingin memiliki sosok satu manusia saja yang ingin menanyakan "bagimana harimu tadi" setidak pantas kah aku mendengar kalimat "gimanaa tadi harimu? ayok cerita" sekarang lebih nyaman cerita melewati
2026-08-02 15:25:54