@somclips77: Car qosolka isku celi😅😂 I #somclips77

ꜱᴏᴍ ᴄʟɪᴘꜱ⁷⁷
ꜱᴏᴍ ᴄʟɪᴘꜱ⁷⁷
Open In TikTok:
Region: SO
Sunday 12 April 2026 21:30:15 GMT
467323
41587
869
15277

Music

Download

Comments

zezee8602
} :
Alaa kana😂😂😂😭
2026-04-13 13:18:27
1534
nersir91
Ner-Sir :
Somalida maxaa ku badan😀
2026-04-13 17:26:44
600
ahmedjamachashi
Ahmed jama hashi🎖 :
congratulations🎉🎉🎉
2026-04-13 13:26:56
199
musasiat
messi :
kacsi iyoh😂😂
2026-04-14 06:34:08
59
generalawal15
ŧhe AWAL 🦅 :
2026-04-13 11:30:47
116
kingmannice
@king man nice 👑☪️✅️✅️ :
😂😂
2026-04-14 10:08:36
22
ekitike__7
NeyyMarr🌴🇪🇨🪄🔟 :
😂😂😂 grc
2026-04-13 17:10:56
49
zakayow48
Zakayow :
storyka sofiri 😭🤣
2026-04-13 11:42:39
32
deqo228
Deeqo lula ❤️👸 :
2026-04-14 10:49:42
8
apdi_roh
💜⚡❤️ :
waa saas😂
2026-04-14 13:34:30
7
khaalid_key1
𝑳𝑨𝑴𝑨𝑨𝑵𝑨𝑯𝑨_2026✅ :
Ila Shaqee😂😂
2026-04-13 16:38:11
25
wllrashka17
🫅𝐒𝐇𝐈𝐈𝐃𝐀𝐘👳‍♂️17 :
Kan gacar wuu dhaafay😂💔
2026-04-14 14:02:39
11
alhmadulillh1000_
Scarvace :
Young collina only legend
2026-04-14 09:06:23
16
masud0648
masud :
2026-04-13 16:59:36
5
loverrrrrr09
Kathrine.ᥫ᭡ :
😭😂😂Mnoli
2026-04-14 04:00:05
10
mohagas9
Mohagas9 :
Ante sina mindinow 😭😂😂
2026-04-14 09:16:13
8
To see more videos from user @somclips77, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Viral, Beras Bantuan Bapanas di Pinrang Dipenuhi Kutu dan Berubah Warna PINRANG, seratusnews — Bantuan beras dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang disalurkan kepada warga Desa Mattombong, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang, menuai keluhan warga. Sejumlah karung beras ditemukan dalam kondisi berkutu, berubah warna menjadi kekuningan hingga kehitaman, dan disebut mengeluarkan bau tidak sedap. Temuan itu pertama kali diungkap Pemerintah Desa Mattombong setelah melakukan pengecekan acak terhadap bantuan beras yang baru diterima masyarakat. Kepala Desa Mattombong, Tahir, mengatakan dari lima karung yang dijadikan sampel secara acak, dua karung di antaranya ditemukan dipenuhi kutu. Sementara dua karung lainnya mengalami perubahan warna. “Dari lima karung sampel yang diperiksa, ada yang sudah banyak kutunya dan ada juga yang warnanya kuning hingga kehitaman,” ujar Tahir saat ditemui di kantornya, Selasa (26/5/2026). Pemerintah desa bahkan sempat merekam kondisi beras tersebut dan videonya viral di media sosial. Dalam video itu terlihat beras berkutu dan menggumpal di dalam karung. Menurut Tahir, pihak Bulog yang turun melakukan pengecekan juga mengakui sebagian beras tersebut sudah tidak layak dikonsumsi. Keluhan warga pun bermunculan. Selain berbau meski sudah dicuci berulang kali, nasi yang dimasak dari beras bantuan itu disebut cepat basi. “Warga bilang berasnya bau walaupun sudah dicuci beberapa kali, dan cepat basi setelah dimasak,” katanya. Padahal, masyarakat Desa Mattombong sangat berharap bantuan pangan tersebut, terutama setelah banyak petani mengalami gagal panen dan menjelang Hari Raya Iduladha. “Warga sebenarnya sangat antusias menerima bantuan ini karena kondisi ekonomi sedang sulit. Tapi kalau kualitasnya seperti ini tentu kasihan masyarakat,” tambah Tahir. Sementara itu, Pimpinan Cabang Bulog Kabupaten Pinrang, Faisal Jafar, menduga kerusakan beras terjadi akibat human error dalam proses distribusi. “Karena jumlah bantuan yang didistribusikan cukup banyak, kemungkinan terjadi kesalahan saat pengangkutan atau penyimpanan,” ujarnya. Bulog memastikan akan segera mengganti beras yang dinilai tidak layak konsumsi. Pergantian dijanjikan dilakukan dalam waktu 2x24 jam. “Beras yang rusak atau tidak layak akan kami tarik dan diganti dengan yang baru,” tegas Faisal.
Viral, Beras Bantuan Bapanas di Pinrang Dipenuhi Kutu dan Berubah Warna PINRANG, seratusnews — Bantuan beras dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang disalurkan kepada warga Desa Mattombong, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang, menuai keluhan warga. Sejumlah karung beras ditemukan dalam kondisi berkutu, berubah warna menjadi kekuningan hingga kehitaman, dan disebut mengeluarkan bau tidak sedap. Temuan itu pertama kali diungkap Pemerintah Desa Mattombong setelah melakukan pengecekan acak terhadap bantuan beras yang baru diterima masyarakat. Kepala Desa Mattombong, Tahir, mengatakan dari lima karung yang dijadikan sampel secara acak, dua karung di antaranya ditemukan dipenuhi kutu. Sementara dua karung lainnya mengalami perubahan warna. “Dari lima karung sampel yang diperiksa, ada yang sudah banyak kutunya dan ada juga yang warnanya kuning hingga kehitaman,” ujar Tahir saat ditemui di kantornya, Selasa (26/5/2026). Pemerintah desa bahkan sempat merekam kondisi beras tersebut dan videonya viral di media sosial. Dalam video itu terlihat beras berkutu dan menggumpal di dalam karung. Menurut Tahir, pihak Bulog yang turun melakukan pengecekan juga mengakui sebagian beras tersebut sudah tidak layak dikonsumsi. Keluhan warga pun bermunculan. Selain berbau meski sudah dicuci berulang kali, nasi yang dimasak dari beras bantuan itu disebut cepat basi. “Warga bilang berasnya bau walaupun sudah dicuci beberapa kali, dan cepat basi setelah dimasak,” katanya. Padahal, masyarakat Desa Mattombong sangat berharap bantuan pangan tersebut, terutama setelah banyak petani mengalami gagal panen dan menjelang Hari Raya Iduladha. “Warga sebenarnya sangat antusias menerima bantuan ini karena kondisi ekonomi sedang sulit. Tapi kalau kualitasnya seperti ini tentu kasihan masyarakat,” tambah Tahir. Sementara itu, Pimpinan Cabang Bulog Kabupaten Pinrang, Faisal Jafar, menduga kerusakan beras terjadi akibat human error dalam proses distribusi. “Karena jumlah bantuan yang didistribusikan cukup banyak, kemungkinan terjadi kesalahan saat pengangkutan atau penyimpanan,” ujarnya. Bulog memastikan akan segera mengganti beras yang dinilai tidak layak konsumsi. Pergantian dijanjikan dilakukan dalam waktu 2x24 jam. “Beras yang rusak atau tidak layak akan kami tarik dan diganti dengan yang baru,” tegas Faisal.

About